Tampilkan postingan dengan label war on drugs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label war on drugs. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2021

BNNK Lamsel Gelar Dialog Teman Sebaya Anti Narkoba (Pertemuan ke-2)

BNNK Lamsel Gelar Dialog Teman Sebaya Anti Narkoba (Pertemuan ke-2)


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar kegiatan pembinaan Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba Melalui Dialog Interaktif Remaja Tahun 2021 (pertemuan ke-2).


Kegiatan yang berlangsung di D'Sas Cafe dan Resto pada Jumat (02/07/2021) itu, dibuka langsung oleh Sub. Koordinator P2M, Sunarman mewakili Kepala BNNK Lamsel, AKBP. Ikhlas.


Hadir juga dalam kegiatan itu, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi dan remaja dari Desa Sukamulya dan Desa Taman Agung.

Menurut Sumarman, melalui kegiatan ini diharapkan generasi millenial memiliki pemahaman yang komprehensif dan memiliki kemampuan ketahanan diri terhadap penyalahgunaan Narkoba khususnya di kalangan remaja dan teman sebayanya.


"Diharapkan pada kegiatan ini peserta dapat memahami serta mengembangkan kemampuan aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak Penyalahgunaan Narkoba," pungkasnya. 

Adapaun Narasumber dan Praktisi pada kegiatan ini adalah dari Kabag Hukum. Setdakab Lamsel Agus Herianto,SH yang menyampaikan mengenai Perspektif Hukum Tentang Narkoba/ Dosen STIH Kalianda Subagio,SH, MH sebagai praktisi pada kegiatan tersebut. (Red)

BNNK Lamsel Gelar Dialog Teman Sebaya Anti Narkoba (Pertemuan ke-2)

BNNK Lamsel Gelar Dialog Teman Sebaya Anti Narkoba (Pertemuan ke-2)


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar kegiatan pembinaan Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba Melalui Dialog Interaktif Remaja Tahun 2021 (pertemuan ke-2).


Kegiatan yang berlangsung di D'Sas Cafe dan Resto pada Jumat (02/07/2021) itu, dibuka langsung oleh Sub. Koordinator P2M, Sunarman mewakili Kepala BNNK Lamsel, AKBP. Ikhlas.


Hadir juga dalam kegiatan itu, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi dan remaja dari Desa Sukamulya dan Desa Taman Agung.

Menurut Sumarman, melalui kegiatan ini diharapkan generasi millenial memiliki pemahaman yang komprehensif dan memiliki kemampuan ketahanan diri terhadap penyalahgunaan Narkoba khususnya di kalangan remaja dan teman sebayanya.


"Diharapkan pada kegiatan ini peserta dapat memahami serta mengembangkan kemampuan aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak Penyalahgunaan Narkoba," pungkasnya. 

Adapaun Narasumber dan Praktisi pada kegiatan ini adalah dari Kabag Hukum. Setdakab Lamsel Agus Herianto,SH yang menyampaikan mengenai Perspektif Hukum Tentang Narkoba/ Dosen STIH Kalianda Subagio,SH, MH sebagai praktisi pada kegiatan tersebut. (Red)

Selasa, 15 Juni 2021

Tiga Daerah di Lampung Selatan Masuk Peta Rawan Narkoba

Tiga Daerah di Lampung Selatan Masuk Peta Rawan Narkoba


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), menggelar Rapat kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta Tahun 2021, Selasa (15/06/2021).

Acara yang berlangsung di Aula Negeri Baru Resort Kalianda itu, dibuka oleh Kepala BNN Lamsel, AKBP Ikhlas, yang diwakilkan oleh Kasubag Umum, I Wayan Suartha Antara.

Kegiatan itu bertujuan untuk membangun komuniksi jejaring kerja, kepedulian stakeholder melalui rapat dan sinergitas di lingkungan swaata, dan mendukung aksi P4GN.

"Semoga usaha kita memberantas narkoba, mendapat ridho serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa," katanya menyampaikan sambutan Kepala BNN Lampung Selatan, AKBP. Ikhlas.

Dilanjutkannya, saat ini penyalahguanaan narkoba sudah menjadi ancaman diseluruh aspek kehidupan, bukan hanya generasi muda, tapi sudah memasuki seluruh element masyarakat hingga penegak hukum.

"Narkoba sudah masuk semua aspek, mulai dari petani, aparat pemerintah dan aparat hukum. Ini sangat miris, karena narkoba sudah msuk kemana dan sudah merajalela," kata Wayan menyampaikan sambutan Kepala BNNK Lamsel, AKBP Ikhlas.

Lampung Selatan yang merupakan pintu gerbang utama keluar masuknya barang dari dan menuju ke Pulau Jawa, menjadi daerah yang sangat rawan menjadi daerah peredaran narkoba.

"Lampung Selatan punya tempat strategis, ada Bakauheni dan Bandara, itu merupakan pintu masuknya bagi para pengedar dalam hal penyebaran narkoba baik dari Sumatera dan luar Sumatera," lanjutnya.

Tak hanya itu, saat ini Provinsi Lampung menduduki peringkat ke-8 nasional dari 34 provinsi yang ada di Indonesia dalam hal peredaran narkoba dan urutan ke-3 di Pulau Sumatera.

"Alangkah mirisnya dengan predikat itu  Mari kita tingkatkan peran masyarakat dan stakeholder, baik dimedsos untuk bersama-sama memerangi narkoba, tujuannya menciptakan masyarakat dan lingkungan kerja yang bebas dari peredaran narkoba," lanjutnya.

Ditempat yang sama, Sub Koordinator P2M, Sumarman, menyampaikan, ada tiga wilayah di Lampung Selatan yaitu Desa Merak Batin dan Desa Pemanggilan di Kecamatan Natar serta Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni telah masuk dalam peta BNN untuk daerah rawan narkoba.

"Anak-anak SD juga sudah banyak yang terkena, karena tidak bisa membeli narkoba, mereka menggunakan lem aibon, tiner yang baunya menyengat dan masuk ke otak, lalu tuak," katanya.

Peran masyarakat juga saat ini, masih terbilang sangat minim untuk mensosialisasikan bahaya tentang narkoba.

"Kadang setelah mendapatkan info tentang bahaya narkoba, mereka tidak mau menyebarkan informasi tersebut kepada lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Saat ini di dunia terdapat sekitar 892 jenis narkoba dan di Indonesia ada ekitar 76 jenis narkoba yang 71 diantaranya telah tercatat dalam Kemenkes nomor 20 tahun 2018.

"Untuk menghindari jeratan hukum, narkoba terus diciptakan dengan jenis terbaru," pungkasnya.

Sementara itu, Jaenab Ompu Jainah selaku Narasumber mengungkapkan, banyak sekali cara untuk menghancurkan generasi muda salah satunya dengan menyusupkan opium.

"Dengan segala macam modus dan siasat, agar merusak generasi bangsa, tidak ada satupun stakeholder yang terbebas dari ancaman narkoba. Fenomena penyalahguna narkoba seperti fenomena gunung es," pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, yel yel "War On Drugs" terus diteriakan oleh peserta yang hadir. (Red)
Tiga Daerah di Lampung Selatan Masuk Peta Rawan Narkoba

Tiga Daerah di Lampung Selatan Masuk Peta Rawan Narkoba


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), menggelar Rapat kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta Tahun 2021, Selasa (15/06/2021).

Acara yang berlangsung di Aula Negeri Baru Resort Kalianda itu, dibuka oleh Kepala BNN Lamsel, AKBP Ikhlas, yang diwakilkan oleh Kasubag Umum, I Wayan Suartha Antara.

Kegiatan itu bertujuan untuk membangun komuniksi jejaring kerja, kepedulian stakeholder melalui rapat dan sinergitas di lingkungan swaata, dan mendukung aksi P4GN.

"Semoga usaha kita memberantas narkoba, mendapat ridho serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa," katanya menyampaikan sambutan Kepala BNN Lampung Selatan, AKBP. Ikhlas.

Dilanjutkannya, saat ini penyalahguanaan narkoba sudah menjadi ancaman diseluruh aspek kehidupan, bukan hanya generasi muda, tapi sudah memasuki seluruh element masyarakat hingga penegak hukum.

"Narkoba sudah masuk semua aspek, mulai dari petani, aparat pemerintah dan aparat hukum. Ini sangat miris, karena narkoba sudah msuk kemana dan sudah merajalela," kata Wayan menyampaikan sambutan Kepala BNNK Lamsel, AKBP Ikhlas.

Lampung Selatan yang merupakan pintu gerbang utama keluar masuknya barang dari dan menuju ke Pulau Jawa, menjadi daerah yang sangat rawan menjadi daerah peredaran narkoba.

"Lampung Selatan punya tempat strategis, ada Bakauheni dan Bandara, itu merupakan pintu masuknya bagi para pengedar dalam hal penyebaran narkoba baik dari Sumatera dan luar Sumatera," lanjutnya.

Tak hanya itu, saat ini Provinsi Lampung menduduki peringkat ke-8 nasional dari 34 provinsi yang ada di Indonesia dalam hal peredaran narkoba dan urutan ke-3 di Pulau Sumatera.

"Alangkah mirisnya dengan predikat itu  Mari kita tingkatkan peran masyarakat dan stakeholder, baik dimedsos untuk bersama-sama memerangi narkoba, tujuannya menciptakan masyarakat dan lingkungan kerja yang bebas dari peredaran narkoba," lanjutnya.

Ditempat yang sama, Sub Koordinator P2M, Sumarman, menyampaikan, ada tiga wilayah di Lampung Selatan yaitu Desa Merak Batin dan Desa Pemanggilan di Kecamatan Natar serta Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni telah masuk dalam peta BNN untuk daerah rawan narkoba.

"Anak-anak SD juga sudah banyak yang terkena, karena tidak bisa membeli narkoba, mereka menggunakan lem aibon, tiner yang baunya menyengat dan masuk ke otak, lalu tuak," katanya.

Peran masyarakat juga saat ini, masih terbilang sangat minim untuk mensosialisasikan bahaya tentang narkoba.

"Kadang setelah mendapatkan info tentang bahaya narkoba, mereka tidak mau menyebarkan informasi tersebut kepada lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Saat ini di dunia terdapat sekitar 892 jenis narkoba dan di Indonesia ada ekitar 76 jenis narkoba yang 71 diantaranya telah tercatat dalam Kemenkes nomor 20 tahun 2018.

"Untuk menghindari jeratan hukum, narkoba terus diciptakan dengan jenis terbaru," pungkasnya.

Sementara itu, Jaenab Ompu Jainah selaku Narasumber mengungkapkan, banyak sekali cara untuk menghancurkan generasi muda salah satunya dengan menyusupkan opium.

"Dengan segala macam modus dan siasat, agar merusak generasi bangsa, tidak ada satupun stakeholder yang terbebas dari ancaman narkoba. Fenomena penyalahguna narkoba seperti fenomena gunung es," pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, yel yel "War On Drugs" terus diteriakan oleh peserta yang hadir. (Red)

Rabu, 17 Februari 2021

BNN Lampung Selatan Gelar Rapat Pembentukan Unit IBM di Tajimalela

BNN Lampung Selatan Gelar Rapat Pembentukan Unit IBM di Tajimalela


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan, gelar kegiatan rapat pembentukan unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda itu, diikuti oleh 15 orang peserta perwakilan dari aparatur Desa Tajimalela, DPC Granat Kabupaten Lampung Selatan, Tokoh masyarakat, pemuda dan agama.

Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP. Ikhlas menyampaikan, rapat kegiatan itu bertujuan agar nantinya warga desa yang telah terpilih menjadi kader Tim IBM dan ditetapkan oleh Surat Keputusan Kepala Desa.


"Akan mendapatkan peningkatan kemampuan dari BNN RI, untuk kemudian kader tim dapat melaksanakan tugasnya sebagai fasilitator bagi warga desa tajimalela kecamatan kalianda yang ingin mendapatkan layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)," katanya.

Beberapa pelayanan tersebut berupa layanan Intervensi Singkat, layanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), Familly Supporting Group (FGS) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).


"Sehingga nantinya unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang telah terbentuk dapat membawa manfaat dan diharapkan bisa menurunkan angka prevalensi pengguna narkoba khususnya di wilayah kabupaten lampung selatan," pungkasnya. (Red)