Tampilkan postingan dengan label tanggamus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanggamus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2020

Banjir dan Tanah Longsor, Jalinbar Sedayu Lumpuh

Banjir dan Tanah Longsor, Jalinbar Sedayu Lumpuh

Foto: Ist
TANGGAMUS (RO)- Banjir dan longsor kembali menggenangi Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, sekitar pukul 19.15 pada Rabu (30/09/2020). 

Banjir tersebut, diakibatkan oleh hujan deras yang terjadi di daerah tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB terpantau, hujan masih mengguyur disusul dengan padamnya listrik.

Selain menggenangi sejumlah rumah warga, banjir juga menggenangi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas Pekon Sedayu. Dari pesan berantai yang beredar di media sosial, kondisi banjir cukup parah dan arus airnya juga cukup kuat. 

Sementara itu, salah seorang petugas dari Polsek Semaka yang berhasil dihubungi, membenarkan malam ini sedang terjadi banjir bandang besar di Pekon Sukaraja dan Jalinbar Way Kerap Sedayu sudah tergenang sehingga sulit dilalui kendaraan. 

"Wilayah yang terparah malam ini di Pekon Sukaraja. Hingga saat ini air menggenangi rumah-rumah warga dan belum surut. Banyak juga material yang berserakan di badan jalan, jadi belum bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, empat, maupun kendaraan yang lebih besar," kata petugas dilapangan melalui sambungan telepon pukul 21.15 WIB.

Sementara personel dari Koramil Wonosobo yang membawahi Kecamatan Semaka   menambahkan, saat ini kondisinya warga Pekon Sukaraja dan Pekon Way Kerap yang terdampak banjir bandang, sedang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

"Untuk saat ini situasi masih hujan deras dan listrik padam. Tindakan koramil segera melaporkan kepada satuan atas serta berkoordinasi dengan Camat dan Kapolsek Semaka dan melaporkan kepada BPBD Tanggamus," tandas personel Koramil Wonosobo. (Ted/Red)

Banjir dan Tanah Longsor, Jalinbar Sedayu Lumpuh

Banjir dan Tanah Longsor, Jalinbar Sedayu Lumpuh

Foto: Ist
TANGGAMUS (RO)- Banjir dan longsor kembali menggenangi Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, sekitar pukul 19.15 pada Rabu (30/09/2020). 

Banjir tersebut, diakibatkan oleh hujan deras yang terjadi di daerah tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB terpantau, hujan masih mengguyur disusul dengan padamnya listrik.

Selain menggenangi sejumlah rumah warga, banjir juga menggenangi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas Pekon Sedayu. Dari pesan berantai yang beredar di media sosial, kondisi banjir cukup parah dan arus airnya juga cukup kuat. 

Sementara itu, salah seorang petugas dari Polsek Semaka yang berhasil dihubungi, membenarkan malam ini sedang terjadi banjir bandang besar di Pekon Sukaraja dan Jalinbar Way Kerap Sedayu sudah tergenang sehingga sulit dilalui kendaraan. 

"Wilayah yang terparah malam ini di Pekon Sukaraja. Hingga saat ini air menggenangi rumah-rumah warga dan belum surut. Banyak juga material yang berserakan di badan jalan, jadi belum bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, empat, maupun kendaraan yang lebih besar," kata petugas dilapangan melalui sambungan telepon pukul 21.15 WIB.

Sementara personel dari Koramil Wonosobo yang membawahi Kecamatan Semaka   menambahkan, saat ini kondisinya warga Pekon Sukaraja dan Pekon Way Kerap yang terdampak banjir bandang, sedang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

"Untuk saat ini situasi masih hujan deras dan listrik padam. Tindakan koramil segera melaporkan kepada satuan atas serta berkoordinasi dengan Camat dan Kapolsek Semaka dan melaporkan kepada BPBD Tanggamus," tandas personel Koramil Wonosobo. (Ted/Red)

Sabtu, 25 April 2020

DPD PAN Tanggamus Bagikan 1 Ton Beras Bagi Masyarakat Ulu Belu dan Pulau Panggung

DPD PAN Tanggamus Bagikan 1 Ton Beras Bagi Masyarakat Ulu Belu dan Pulau Panggung

RO, TANGGAMUS -- Bantuan sembako untuk masyarakat sebagai tanggap antisipasi penyebaran virus Corona di Kabupaten yang berjuluk bumi Begawi jejama terus berdatangan dari berbagai instansi terkait, begitu jauh juga dengan apa yang dilakukan Dewan Pimpinan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tanggamus pun ikut bergerak demi meringankan beban masyarakat.

Ketua DPD PAN Tanggamus H. Tedi Kurniawan,SE mengatakan bahwa, pihaknya telah membagikan 1 Ton beras dari 3 Ton yang telah di persiapkan, kepada masyarakat di kecamatan Ulu Belu dan Pulau Panggung. Tujuannya adalah untuk membantu mereka yang terkena dampak akibat masih merebaknya Corona virus desease (Covid 19) sehingga banyak masyarakat yang terkena imbas seperti mereka yang berpenghasilan harian rendah. Jumat (24/04/2020).

"Total keseluruhan adalah 3 Ton beras yang telah di persiapkan, selanjutnya kita akan bergerak ke kecamatan Gisting dan Kotaagung yang secara bertahap akan kita laksanakan, dampak ekonomi yang paling kena saat ini, maka dari itu PAN Tanggamus hadir, sebagai bentuk rasa kepedulian kami yang tinggi terhadap masyarakat,"ucap Wakil Ketua II di DPRD Tanggamus ini.

Lanjut Tedi, bantuan sembako ini bukan hanya beras, namun diberikan pula Susu, Sabun mandi, dan Masker kepada masyarakat, ini dilakukan agar tak ada cerita mendengar masyarakat tidak memiliki beras untuk di makan.

"Tidak boleh ada yang tidak makan, semoga ini bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang di bawah garis kemiskinan, kami tak mengumpulkan masa, kita menghindari kerumunan masa, ini saya antar langsung sampai depan rumah warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Insyaallah ini akan terus berlanjut sesuai dengan kemampuan kami,"ujarnya.

Tedi berharap khususnya masyarakat untuk dapat  mengikuti anjuran atau pun himbauan yang di sampaikan saat ini, untuk selalu menjaga kebersihan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), lalu social Distancing, jangan keluar rumah apabila tak terlalu penting, apabila harus keluar gunakan masker saat bepergian, dan rajin mencuci tangan setelah maupun sesudah beraktifitas, serta masyarakat harus tetap waspada dan selalu patuhi anjuran Pemerintah terkait pencegahan dan penangan Covid-19.

"Kita harus sama sama berupaya mencegah penularan covid 19 ini dengan cara mengikuti sesuai anjuran yang telah di sampaikan oleh pemerintah, demi memutus mata rantai penularan virus yang sudah jadi pandemi saat ini. Tanggamus zero, mari kita jaga bersama-sama agar tetap hijau sampai covid 19 ini berakhir," tandasnya. (Hr)
DPD PAN Tanggamus Bagikan 1 Ton Beras Bagi Masyarakat Ulu Belu dan Pulau Panggung

DPD PAN Tanggamus Bagikan 1 Ton Beras Bagi Masyarakat Ulu Belu dan Pulau Panggung

RO, TANGGAMUS -- Bantuan sembako untuk masyarakat sebagai tanggap antisipasi penyebaran virus Corona di Kabupaten yang berjuluk bumi Begawi jejama terus berdatangan dari berbagai instansi terkait, begitu jauh juga dengan apa yang dilakukan Dewan Pimpinan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tanggamus pun ikut bergerak demi meringankan beban masyarakat.

Ketua DPD PAN Tanggamus H. Tedi Kurniawan,SE mengatakan bahwa, pihaknya telah membagikan 1 Ton beras dari 3 Ton yang telah di persiapkan, kepada masyarakat di kecamatan Ulu Belu dan Pulau Panggung. Tujuannya adalah untuk membantu mereka yang terkena dampak akibat masih merebaknya Corona virus desease (Covid 19) sehingga banyak masyarakat yang terkena imbas seperti mereka yang berpenghasilan harian rendah. Jumat (24/04/2020).

"Total keseluruhan adalah 3 Ton beras yang telah di persiapkan, selanjutnya kita akan bergerak ke kecamatan Gisting dan Kotaagung yang secara bertahap akan kita laksanakan, dampak ekonomi yang paling kena saat ini, maka dari itu PAN Tanggamus hadir, sebagai bentuk rasa kepedulian kami yang tinggi terhadap masyarakat,"ucap Wakil Ketua II di DPRD Tanggamus ini.

Lanjut Tedi, bantuan sembako ini bukan hanya beras, namun diberikan pula Susu, Sabun mandi, dan Masker kepada masyarakat, ini dilakukan agar tak ada cerita mendengar masyarakat tidak memiliki beras untuk di makan.

"Tidak boleh ada yang tidak makan, semoga ini bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang di bawah garis kemiskinan, kami tak mengumpulkan masa, kita menghindari kerumunan masa, ini saya antar langsung sampai depan rumah warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Insyaallah ini akan terus berlanjut sesuai dengan kemampuan kami,"ujarnya.

Tedi berharap khususnya masyarakat untuk dapat  mengikuti anjuran atau pun himbauan yang di sampaikan saat ini, untuk selalu menjaga kebersihan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), lalu social Distancing, jangan keluar rumah apabila tak terlalu penting, apabila harus keluar gunakan masker saat bepergian, dan rajin mencuci tangan setelah maupun sesudah beraktifitas, serta masyarakat harus tetap waspada dan selalu patuhi anjuran Pemerintah terkait pencegahan dan penangan Covid-19.

"Kita harus sama sama berupaya mencegah penularan covid 19 ini dengan cara mengikuti sesuai anjuran yang telah di sampaikan oleh pemerintah, demi memutus mata rantai penularan virus yang sudah jadi pandemi saat ini. Tanggamus zero, mari kita jaga bersama-sama agar tetap hijau sampai covid 19 ini berakhir," tandasnya. (Hr)

Kamis, 16 April 2020

Hasil Rapid Test Bumil yang Meninggal di RSUAM Asal Wonosobo Tanggamus Negatif. Berikut Penjelasannya

Hasil Rapid Test Bumil yang Meninggal di RSUAM Asal Wonosobo Tanggamus Negatif. Berikut Penjelasannya

RO, TANGGAMUS -  Anggota DPRD Provinsi Lampung  bersama-sama dengan DPRD Tanggamus serta pihak kepolisian serta Dinas kesehatan dan Uspika Kecamatan Wonosobo melaksanakan kunjungan silahturahmi ke rumah orang tua almarhumah Marni (28) di kecamatan Wonosobo kabupaten tanggamus. Rabu, 15/04/2020.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S.Ag, didampingi oleh anggota DPRD Tanggamus seperti Wakil Ketua I Irwandi Suralaga, Helmi, dan Hendarman Adam, Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko, Camat Wonosobo Edy Fakhrurozi, Perwakilan diskes Dirhamsyah Rifa'i, puskesmas Siring betik Dr.Panji, kakon setempat Triyono dan jajaran.

Kunjungan tersebut dilaksanakan tim gabungan sebagai respon cepat pemerintah terkait pemberitaan bahwa saat pengurusan jenazah, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sehingga memunculkan sejumlah opini di masyarakat.

Hasil kunjungan dan koordinasi tersebut didapatkan sejumlah keterangan baik dari Dinas Kesehatan didukung data yang dikeluarkan oleh RSUDAM Bandar Lampung serta keterangan keluarga almarhumah.

Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko mengatakan bahwa pihaknya menyelidiki dan mendatangi rumah orang tua almarhum Marni guna meluruskan anggapan-anggapan yang terlanjur tersebar dimasyarakat.

Menurut data yang dimiliki almarhum bahwa Marni ber KTP di Pekon Atar Lebar Kecamatan Bandar Negeri Semoung dan keterangan keluarga serta pihak medis bahwa Almarhum meninggal dunia di Bandar Lampung dengan dimakamkan di Kecamatan Wonosobo.

"Almarhumah Marni bukan ODP Tanggamus namun meninggal dunia di Bandar Lampung dan dimakamkan di Wonosobo. Almarhum tidak terpapar Covid-19. Saya harap masyarakat sekalian tidak beranggapan bahwa ada ODP Tanggamus yang meninggal dunia," ungkap Iptu Juniko dalam keterangannya usai berkoordinasi dan mendatangi rumah ibu Almarhum di Pekon Soponyono Wonosobo.

Kesempatan itu, Iptu Juniko mengapresiasi masyarakat sebab tidak adanya penolakan dan jenazah diproses sebagaimana mestinya hingga ke pemakaman.

"Masyarakat menerima pemakaman tersebut selayaknya. Kami apresiasi korban dimakamkan seperti biasa," ujarnya.

Sambungnya, bahwa almarhumah tercatat bekerja di Jakarta dan tidak tinggal di wilayah Tanggamus, almarhumah juga memiliki riwayat penyakit sejak kecil yaitu sesak nafas.

Lalu, setelah menikah, almarhum hamil dan cuti sebab berniat melahirkan di Bandar Lampung, namun setibanya di Lampung ia mengalami sakit dan dirawat disalah satu Rumah Sakit Betik Hati lalu di rujuk ke RSUAM, namun meninggal dunia.

"Riwayat perjalanan almarhum dari Jakarta Selatan bekerja sebagai Karyawan di salah satu Hotel, setelah hamil almarhum memeriksakan kesehatan di Jakarta dan dinyatakan negatif (negatif Covid-19) sehingga berniat melahirkan di Bandar Lampung sebab ia telah memiliki rumah sendiri (Bandar Lampung). Dan tiba di Bandar Lampung pada tanggal 1 April 2020," bebernya.

Ditempat sama, Dokter Panji dari Puskesmas Siring Betik menjelaskan bahwa apa yang dikonfirmasi berdasarkan surat rujukan RS Betik Hati mengatakan bahwa hasil rapid test negatif.

"Kronologisnya almarhum dirawat di RS Betik Hati, karena sesuatu lain hal sehingga pasien rujuk ke RSUAM dan sekitar 1 jam, Marni meninggal dunia di RSUAM. Hasil rapid test negatif," kata Dr. Panji.

Dokter Panji menegaskan, untuk hasil Swab Test yang dilakukan di RSUAM hingga saat ini belum keluar sehingga pihaknya juga masih menunggu.

"Untuk Swab Test dilakukan di RSUAM namun hingga saat ini hasilnya belum keluar dan kami masih menunggu hasilnya," pungkasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S,Ag turut menyampaikan bahwa, ia bersama dengan teman teman dari DPRD Tanggamus, dengan berita yang ada untuk memastikan dari cerita bahwa ada ODP di Tanggamus, namun setelah bertemu pihak keluarga telah di ketahui dan melihat secara langsung cerita yang sebenarnya.

''Alhamdulilah itu bukan ODP yang fositif namun negatif, karena dia dari Jakarta pulang ke bandar lampung dan berobat disana, lalu meninggal serta dikebumikan di Wonosobo, Tanggamus hanya ketempatan tempat jenazah di makamkan,''jelasnya.

Lanjut Bang One (Sapaan Akrabnya), dari cerita keluarga juga didapatkan bahwa almarhumah mempunyai riwayat penyakit kista dan asam lambung, dan ini bukan covid 19 seperti yang beredar di masyarakat, ini murni musibah dan meninggal dunia secara alam.

'' Saya turut menghimbau kepada masyarakat Tanggamus Wonosobo khusunya, wabah pandemi Corona ini bukan hanya milik Indonesia saja, namun dunia pun turut merasakan dampaknya, kita harus tetap waspada serta bukan berarti harus takut, tetap ikuti protokol kesehatan yang telah di tetapkan baik oleh kesehatan maupun oleh negara, saya berharap covid 19 ini segera musnah dari Indonesia, agar aktifitas masyarakat kembali normal, tetap jaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai anjuran yang telah diberikan,''tandasnya.

Sementara ditambahkan oleh Sri selaku ibu kandung Almarhumah Marni, bahwa selain memiliki riwayat sesak nafas, Marni juga memiliki penyakit kista yang diketahui saat masa kandungannya berumur 4 bulan.

"Sebelum meninggal Marni mengandung delapan bulan, pulang ke Bandar Lampung, saat sudah dirumah ia merasakan sakit perut, lalu dibawa ke Bidan dan dikasih obat," kata

Usai berobat ke Bidan, Marni kembali dibawa ke RSIA karena terus mengalami kontraksi sehingg direncanakan pada tanggal 15 April 2020 akan dilakukan operasi, namun fisik Marni lemah sehingga dibawa ke RSUAM.

Lantas, menurut Dokter bahwa ia mengalami kontraksi, sehingga rencana akan dilakukan operasi namun dia tidak tertolong.

"Anak saya dirawat sejak tanggal 11 April 2020, di RS Betik Hati lalu tanggal 13 April 2020 siang dirujuk ke RSUAM namun selang sejam ia meninggal dunia," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan salah satu media online di Provinsi Lampung bahwa salah seorang pasien RSUD dr. Abdul Moeloek ibu hamil (bumil) berinisial Mar, warga Pekon Antar Lebar Bandar Negeri Semuong Tanggamus, meninggal dunia, Senin (13/4/2020), sekitar pukul 14.45 WIB.

Atas meninggalnya Marni dan bayi yang ada dalam kandungan juga meninggal dunia dan Pantauan di RSUDAM, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) saat mengurusi jenazah almarhumah asal Tanggamus tersebut.

Menurut keterangan sejumlah petugas medis RSUDAM, ibu hamil ini sebelumnya merupakan pasien RS Betik Hati Jl. Pajajaran Kecamatan Way Halim Bandarlampung. Senin pagi pasien dirujuk ke RSUDAM. Tak lama kemudian bumil meninggal dunia. Informasi dari petugas medis, usia kandungan tua sekitar 36 minggu.

Belum ada keterangan resmi apakah jenazah bumil ini terpapar Covid-19 atau tidak. Yang jelas petugas medis rumah sakit daerah milik Pemprov Lampung ini memakai APD lengkap protap Covid-19 saat mengurusi jenazah di ruang IGD. Jenazah bumil ini Senin petang dibawa ke kampung ke Tanggamus Lampung. (Hr)
Hasil Rapid Test Bumil yang Meninggal di RSUAM Asal Wonosobo Tanggamus Negatif. Berikut Penjelasannya

Hasil Rapid Test Bumil yang Meninggal di RSUAM Asal Wonosobo Tanggamus Negatif. Berikut Penjelasannya

RO, TANGGAMUS -  Anggota DPRD Provinsi Lampung  bersama-sama dengan DPRD Tanggamus serta pihak kepolisian serta Dinas kesehatan dan Uspika Kecamatan Wonosobo melaksanakan kunjungan silahturahmi ke rumah orang tua almarhumah Marni (28) di kecamatan Wonosobo kabupaten tanggamus. Rabu, 15/04/2020.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S.Ag, didampingi oleh anggota DPRD Tanggamus seperti Wakil Ketua I Irwandi Suralaga, Helmi, dan Hendarman Adam, Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko, Camat Wonosobo Edy Fakhrurozi, Perwakilan diskes Dirhamsyah Rifa'i, puskesmas Siring betik Dr.Panji, kakon setempat Triyono dan jajaran.

Kunjungan tersebut dilaksanakan tim gabungan sebagai respon cepat pemerintah terkait pemberitaan bahwa saat pengurusan jenazah, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sehingga memunculkan sejumlah opini di masyarakat.

Hasil kunjungan dan koordinasi tersebut didapatkan sejumlah keterangan baik dari Dinas Kesehatan didukung data yang dikeluarkan oleh RSUDAM Bandar Lampung serta keterangan keluarga almarhumah.

Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko mengatakan bahwa pihaknya menyelidiki dan mendatangi rumah orang tua almarhum Marni guna meluruskan anggapan-anggapan yang terlanjur tersebar dimasyarakat.

Menurut data yang dimiliki almarhum bahwa Marni ber KTP di Pekon Atar Lebar Kecamatan Bandar Negeri Semoung dan keterangan keluarga serta pihak medis bahwa Almarhum meninggal dunia di Bandar Lampung dengan dimakamkan di Kecamatan Wonosobo.

"Almarhumah Marni bukan ODP Tanggamus namun meninggal dunia di Bandar Lampung dan dimakamkan di Wonosobo. Almarhum tidak terpapar Covid-19. Saya harap masyarakat sekalian tidak beranggapan bahwa ada ODP Tanggamus yang meninggal dunia," ungkap Iptu Juniko dalam keterangannya usai berkoordinasi dan mendatangi rumah ibu Almarhum di Pekon Soponyono Wonosobo.

Kesempatan itu, Iptu Juniko mengapresiasi masyarakat sebab tidak adanya penolakan dan jenazah diproses sebagaimana mestinya hingga ke pemakaman.

"Masyarakat menerima pemakaman tersebut selayaknya. Kami apresiasi korban dimakamkan seperti biasa," ujarnya.

Sambungnya, bahwa almarhumah tercatat bekerja di Jakarta dan tidak tinggal di wilayah Tanggamus, almarhumah juga memiliki riwayat penyakit sejak kecil yaitu sesak nafas.

Lalu, setelah menikah, almarhum hamil dan cuti sebab berniat melahirkan di Bandar Lampung, namun setibanya di Lampung ia mengalami sakit dan dirawat disalah satu Rumah Sakit Betik Hati lalu di rujuk ke RSUAM, namun meninggal dunia.

"Riwayat perjalanan almarhum dari Jakarta Selatan bekerja sebagai Karyawan di salah satu Hotel, setelah hamil almarhum memeriksakan kesehatan di Jakarta dan dinyatakan negatif (negatif Covid-19) sehingga berniat melahirkan di Bandar Lampung sebab ia telah memiliki rumah sendiri (Bandar Lampung). Dan tiba di Bandar Lampung pada tanggal 1 April 2020," bebernya.

Ditempat sama, Dokter Panji dari Puskesmas Siring Betik menjelaskan bahwa apa yang dikonfirmasi berdasarkan surat rujukan RS Betik Hati mengatakan bahwa hasil rapid test negatif.

"Kronologisnya almarhum dirawat di RS Betik Hati, karena sesuatu lain hal sehingga pasien rujuk ke RSUAM dan sekitar 1 jam, Marni meninggal dunia di RSUAM. Hasil rapid test negatif," kata Dr. Panji.

Dokter Panji menegaskan, untuk hasil Swab Test yang dilakukan di RSUAM hingga saat ini belum keluar sehingga pihaknya juga masih menunggu.

"Untuk Swab Test dilakukan di RSUAM namun hingga saat ini hasilnya belum keluar dan kami masih menunggu hasilnya," pungkasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S,Ag turut menyampaikan bahwa, ia bersama dengan teman teman dari DPRD Tanggamus, dengan berita yang ada untuk memastikan dari cerita bahwa ada ODP di Tanggamus, namun setelah bertemu pihak keluarga telah di ketahui dan melihat secara langsung cerita yang sebenarnya.

''Alhamdulilah itu bukan ODP yang fositif namun negatif, karena dia dari Jakarta pulang ke bandar lampung dan berobat disana, lalu meninggal serta dikebumikan di Wonosobo, Tanggamus hanya ketempatan tempat jenazah di makamkan,''jelasnya.

Lanjut Bang One (Sapaan Akrabnya), dari cerita keluarga juga didapatkan bahwa almarhumah mempunyai riwayat penyakit kista dan asam lambung, dan ini bukan covid 19 seperti yang beredar di masyarakat, ini murni musibah dan meninggal dunia secara alam.

'' Saya turut menghimbau kepada masyarakat Tanggamus Wonosobo khusunya, wabah pandemi Corona ini bukan hanya milik Indonesia saja, namun dunia pun turut merasakan dampaknya, kita harus tetap waspada serta bukan berarti harus takut, tetap ikuti protokol kesehatan yang telah di tetapkan baik oleh kesehatan maupun oleh negara, saya berharap covid 19 ini segera musnah dari Indonesia, agar aktifitas masyarakat kembali normal, tetap jaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai anjuran yang telah diberikan,''tandasnya.

Sementara ditambahkan oleh Sri selaku ibu kandung Almarhumah Marni, bahwa selain memiliki riwayat sesak nafas, Marni juga memiliki penyakit kista yang diketahui saat masa kandungannya berumur 4 bulan.

"Sebelum meninggal Marni mengandung delapan bulan, pulang ke Bandar Lampung, saat sudah dirumah ia merasakan sakit perut, lalu dibawa ke Bidan dan dikasih obat," kata

Usai berobat ke Bidan, Marni kembali dibawa ke RSIA karena terus mengalami kontraksi sehingg direncanakan pada tanggal 15 April 2020 akan dilakukan operasi, namun fisik Marni lemah sehingga dibawa ke RSUAM.

Lantas, menurut Dokter bahwa ia mengalami kontraksi, sehingga rencana akan dilakukan operasi namun dia tidak tertolong.

"Anak saya dirawat sejak tanggal 11 April 2020, di RS Betik Hati lalu tanggal 13 April 2020 siang dirujuk ke RSUAM namun selang sejam ia meninggal dunia," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan salah satu media online di Provinsi Lampung bahwa salah seorang pasien RSUD dr. Abdul Moeloek ibu hamil (bumil) berinisial Mar, warga Pekon Antar Lebar Bandar Negeri Semuong Tanggamus, meninggal dunia, Senin (13/4/2020), sekitar pukul 14.45 WIB.

Atas meninggalnya Marni dan bayi yang ada dalam kandungan juga meninggal dunia dan Pantauan di RSUDAM, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) saat mengurusi jenazah almarhumah asal Tanggamus tersebut.

Menurut keterangan sejumlah petugas medis RSUDAM, ibu hamil ini sebelumnya merupakan pasien RS Betik Hati Jl. Pajajaran Kecamatan Way Halim Bandarlampung. Senin pagi pasien dirujuk ke RSUDAM. Tak lama kemudian bumil meninggal dunia. Informasi dari petugas medis, usia kandungan tua sekitar 36 minggu.

Belum ada keterangan resmi apakah jenazah bumil ini terpapar Covid-19 atau tidak. Yang jelas petugas medis rumah sakit daerah milik Pemprov Lampung ini memakai APD lengkap protap Covid-19 saat mengurusi jenazah di ruang IGD. Jenazah bumil ini Senin petang dibawa ke kampung ke Tanggamus Lampung. (Hr)

Jumat, 10 April 2020

DPC PDIP Tanggamus Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Masyarakat

DPC PDIP Tanggamus Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Masyarakat

RO, TANGGAMUS -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC- PDI P) Kabupaten Tanggamus, menggelar baksos dengan membagikan Masker, Obat Vitamin, dan Nasi Bungkus.

kegiatan baksos tersebutz menyasar masyarakat khusunya para tukang ojek pangkalan yang berada di Kotaagung dan sekitarnya. Jumat, (10/04/2020).

Kegiatan Baksos ini di pimpin langsung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Hj. Dewi Handajani, SE.MM, bendahara PDI Perjuangan Hi. AM. Syafi'i,S.Ag, Hj. Sri Nilawati Syafi'i, Anggota DPRD Fraksi PDI P Azmi, serta jajaran kepengurusan PDI. Perjuangan lainnya.

Titik pertama yang di bagikan adalah, Pasar Kotaagung lalu kemudian bergerak kembali ke Dermaga Pelabuhan Kotaagung dengan membagikan nasi bungkus, obat vitamin bagi tubuh, serta masker, juga para penumpang kapal yang ingin menyeberang ke daerah di kecamatan pematang Sawa, beberapa pangkalan ojek di sekitar Kotaagung pun juga menajadi sasaran, lalu di tutup dengan membagikan hal serupa di Pasar Simpang, dan Pangkalan ojek Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur.

Dewi Handajani mengatakan, baksos yang melibatkan kaum wanita DPC PDI- Perjuangan didampingi Bendahara Hi. AM. Syafi'i serta anggota DPRD dari Fraksi PDI- Perjuangan Azmi, ialah sebagai bentuk kepedulian dari jajaran pengurus PDI-P melalui kegiatan Jumat berbagi, yang diharapkan kegiatan tersebut dapat sedikit memberikan keringanan kepada masyarakat ditengah wabah Pandemi Corona saat ini.

"Tadi kita berikan masker, dan ini juga sekaligus menindaklanjuti himbauan dari pemerintah pusat, bahwa saat ini salah satu cara untuk melindungi diri kita dari terpaparnya virus corona adalah dengan cara menggunakan masker secara disiplin,"katanya.

Ia menjelaskan, masker yang dibagikan ialah masker kain, masker jenis ini digunakan bagi masyarakat yang sehat, sementara masker medis digunakan bagi yang telah memiliki gejala klinis, atau untuk petugas medis, sementara untuk yang sehat dapat menggunakan masker kain terdiri dari tiga lapis, tetapi ada jangka pemakaiannya, empat jam dipakai harus diganti.

"Lalu tadi dibagikan juga vitamin, karena kami ingin masyarakat dapat memiliki daya tahan tubuh yang baik, yang mana kita ketahui dengan memiliki daya tahan tubuh serta stamina yang baik, tidak mudah terserang oleh virus termasuk virus Corona,"ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi program berkelanjutan dari PDI- Perjuangan, melalui berbagai program dan tidak hanya fokus pada satu titik saja, melainkan diberbagai  wilayah di Kabupaten Tanggamus,  dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

"Saya harap, dalam upaya membantu masyarakat, tidak hanya program dari PDI-Perjuangan, melainkan juga program dari seluruh elemen masyarakat, juga mungkin dari kegiatan dari partai yang lain, jadi kita sama sama secara akumulatif memberikan action yang nyata kepada masyarakat, agar kita lebih kuat, dan tangguh lagi menghadapi Pandemi Corona ini," tutupnya. (Hr)
DPC PDIP Tanggamus Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Masyarakat

DPC PDIP Tanggamus Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Masyarakat

RO, TANGGAMUS -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC- PDI P) Kabupaten Tanggamus, menggelar baksos dengan membagikan Masker, Obat Vitamin, dan Nasi Bungkus.

kegiatan baksos tersebutz menyasar masyarakat khusunya para tukang ojek pangkalan yang berada di Kotaagung dan sekitarnya. Jumat, (10/04/2020).

Kegiatan Baksos ini di pimpin langsung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Hj. Dewi Handajani, SE.MM, bendahara PDI Perjuangan Hi. AM. Syafi'i,S.Ag, Hj. Sri Nilawati Syafi'i, Anggota DPRD Fraksi PDI P Azmi, serta jajaran kepengurusan PDI. Perjuangan lainnya.

Titik pertama yang di bagikan adalah, Pasar Kotaagung lalu kemudian bergerak kembali ke Dermaga Pelabuhan Kotaagung dengan membagikan nasi bungkus, obat vitamin bagi tubuh, serta masker, juga para penumpang kapal yang ingin menyeberang ke daerah di kecamatan pematang Sawa, beberapa pangkalan ojek di sekitar Kotaagung pun juga menajadi sasaran, lalu di tutup dengan membagikan hal serupa di Pasar Simpang, dan Pangkalan ojek Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur.

Dewi Handajani mengatakan, baksos yang melibatkan kaum wanita DPC PDI- Perjuangan didampingi Bendahara Hi. AM. Syafi'i serta anggota DPRD dari Fraksi PDI- Perjuangan Azmi, ialah sebagai bentuk kepedulian dari jajaran pengurus PDI-P melalui kegiatan Jumat berbagi, yang diharapkan kegiatan tersebut dapat sedikit memberikan keringanan kepada masyarakat ditengah wabah Pandemi Corona saat ini.

"Tadi kita berikan masker, dan ini juga sekaligus menindaklanjuti himbauan dari pemerintah pusat, bahwa saat ini salah satu cara untuk melindungi diri kita dari terpaparnya virus corona adalah dengan cara menggunakan masker secara disiplin,"katanya.

Ia menjelaskan, masker yang dibagikan ialah masker kain, masker jenis ini digunakan bagi masyarakat yang sehat, sementara masker medis digunakan bagi yang telah memiliki gejala klinis, atau untuk petugas medis, sementara untuk yang sehat dapat menggunakan masker kain terdiri dari tiga lapis, tetapi ada jangka pemakaiannya, empat jam dipakai harus diganti.

"Lalu tadi dibagikan juga vitamin, karena kami ingin masyarakat dapat memiliki daya tahan tubuh yang baik, yang mana kita ketahui dengan memiliki daya tahan tubuh serta stamina yang baik, tidak mudah terserang oleh virus termasuk virus Corona,"ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi program berkelanjutan dari PDI- Perjuangan, melalui berbagai program dan tidak hanya fokus pada satu titik saja, melainkan diberbagai  wilayah di Kabupaten Tanggamus,  dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

"Saya harap, dalam upaya membantu masyarakat, tidak hanya program dari PDI-Perjuangan, melainkan juga program dari seluruh elemen masyarakat, juga mungkin dari kegiatan dari partai yang lain, jadi kita sama sama secara akumulatif memberikan action yang nyata kepada masyarakat, agar kita lebih kuat, dan tangguh lagi menghadapi Pandemi Corona ini," tutupnya. (Hr)

Rabu, 08 April 2020

Marga Tionghoa Berikan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Tangani Corona di Tanggamus

Marga Tionghoa Berikan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Tangani Corona di Tanggamus


TANGGAMUS  -- Di tengah merebaknya Corona virus desease atau biasa disebut Covid 19, paguyuban sosial marga Tionghoa (PSMTI) Kabupaten Tanggamus, Lampung, bekerjasama dengan Kodim 0424 turut serta membantu dengan cara memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa alat pelindung wajah (Faceshild) kepada dinas kesehatan dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Batin Mangunang Kotaagung.

Wakil Ketua PSMTI Tanggamus Welly menyampaikan bahwa, bukan hanya memberikan bantunya ke dua instansi kesehatan itu saja, PSMTI juga sudah berkeliling ke puskesmas-puskesmas yang ada di Tanggamus untuk memberikan bantuan serupa.

'' Dari hari Jumat kemarin PSMTI membagikan alat pelindung diri (APD) berupa alat pelindung wajah kepada puskemas yang ada di Tanggamus,  semoga para medis tetap semangat dan tidak down dalam menjalankan tugas di garda terdepan, jumlah Faceshild yang kita sebar berjumlah 500 pcs,''jelas Welly.

Lanjutnya, ini adalah bentuk kepedulian PSMTI terhadap penangan covid 19 di wilayah kabupaten Tanggamus, dan hari ini menyerahkan sebanyak 30 alat pelindung muka untuk para medis dan telah diserahkan kepada dinas kesehatan Tanggamus dan RSUD Batin Mangunang Kotaagung. Selain alat pelindung muka pihaknya juga turut memberikan bantuan lainnya seperti sarung tangan, hand sanitizer, alkohol, tremogun, sepatu boot, dan lain sebagainya ke Rumah sakit panti secanti gisting.

'' Semoga Corona virus desease ini cepat berlalu, sehingga aktifitas masyarakat bisa hidup normal kembali dan beraktifitas seperti biasanya. Bantuan ini kami salurkan mulai dari, RS panti  Secanti Gisting, RSUD Batin Mangunang, Kodim 0424, Polres Tanggamus, puskesmas Gisting, puskesmas Margoyoso, Puskesmas Bulok, puskesmas putih doh cukuh balak, Puskesmas kedaloman, Puskesmas Pulau panggung, Puskesmas Pasar simpang, Dinas kesehatan Tanggamus, Puskesmas Talang Padang, Puskesmas Kota agung dan terakhir Posko BNPB yang berada di perbatasan Pugung,''ungkapnya.

Tambahnya, kegiatan akan di gelar secara berkesinambungan kedepannya, dan terus akan di lakukan sampai covid 19 benar benar sudah pulih di masyarakat, permasalahan sebenarnya adalah di pengadaan barang alat pelindung diri (APD) di pasarannya yang cukup sulit di dapatkan.

'' Saat ini semua tengah ramai mencari (berebut) alat pelindung diri (APD), PSMTI Lampung sudah mendistribusikan bantuannya ke 12kabupaten/kota di Lampung, dan sampai saat ini juga tengah gencar memberikan bantuan kepada tenaga medis yang berada di lapangan atau unit kesehatan lainnya,"tandasnya.

Sementara itu sekretaris dinas kesehatan Tanggamus Taman Prasi mengungkapkan bahwa,   bantuan alat pelindung muka yang di salurkan PSMTI pastinya akan sangat bermanfaat bagi petugas medis yang tengah bekerja pada saat ini,  dan mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepeduliannya pada petugas covid 19.

Kemudian distribusi bantuan ini akan segera disalurkan kepada petugas medis di kabupaten Tanggamus, namun mengingat PSMTI sudha terlebih dahulu berkeliling ke puskesmas-puskesmas dalam memberikan bantuan tersebut, maka dari itu barang akan disimpan sampai ada petugas medis yang sudah kehabisan atau kekurangan akan langsung diskes salurkan.

'' Ada 30 buah alat pelindung muka bantuan PSMTI tadi, terimaksih kepada rekan rekan PSMTI, mudah-mudahan dapat memberikan semangat bagi kawan kawan kita yang berada di lapangan,''tandasnya.
Marga Tionghoa Berikan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Tangani Corona di Tanggamus

Marga Tionghoa Berikan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Tangani Corona di Tanggamus


TANGGAMUS  -- Di tengah merebaknya Corona virus desease atau biasa disebut Covid 19, paguyuban sosial marga Tionghoa (PSMTI) Kabupaten Tanggamus, Lampung, bekerjasama dengan Kodim 0424 turut serta membantu dengan cara memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa alat pelindung wajah (Faceshild) kepada dinas kesehatan dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Batin Mangunang Kotaagung.

Wakil Ketua PSMTI Tanggamus Welly menyampaikan bahwa, bukan hanya memberikan bantunya ke dua instansi kesehatan itu saja, PSMTI juga sudah berkeliling ke puskesmas-puskesmas yang ada di Tanggamus untuk memberikan bantuan serupa.

'' Dari hari Jumat kemarin PSMTI membagikan alat pelindung diri (APD) berupa alat pelindung wajah kepada puskemas yang ada di Tanggamus,  semoga para medis tetap semangat dan tidak down dalam menjalankan tugas di garda terdepan, jumlah Faceshild yang kita sebar berjumlah 500 pcs,''jelas Welly.

Lanjutnya, ini adalah bentuk kepedulian PSMTI terhadap penangan covid 19 di wilayah kabupaten Tanggamus, dan hari ini menyerahkan sebanyak 30 alat pelindung muka untuk para medis dan telah diserahkan kepada dinas kesehatan Tanggamus dan RSUD Batin Mangunang Kotaagung. Selain alat pelindung muka pihaknya juga turut memberikan bantuan lainnya seperti sarung tangan, hand sanitizer, alkohol, tremogun, sepatu boot, dan lain sebagainya ke Rumah sakit panti secanti gisting.

'' Semoga Corona virus desease ini cepat berlalu, sehingga aktifitas masyarakat bisa hidup normal kembali dan beraktifitas seperti biasanya. Bantuan ini kami salurkan mulai dari, RS panti  Secanti Gisting, RSUD Batin Mangunang, Kodim 0424, Polres Tanggamus, puskesmas Gisting, puskesmas Margoyoso, Puskesmas Bulok, puskesmas putih doh cukuh balak, Puskesmas kedaloman, Puskesmas Pulau panggung, Puskesmas Pasar simpang, Dinas kesehatan Tanggamus, Puskesmas Talang Padang, Puskesmas Kota agung dan terakhir Posko BNPB yang berada di perbatasan Pugung,''ungkapnya.

Tambahnya, kegiatan akan di gelar secara berkesinambungan kedepannya, dan terus akan di lakukan sampai covid 19 benar benar sudah pulih di masyarakat, permasalahan sebenarnya adalah di pengadaan barang alat pelindung diri (APD) di pasarannya yang cukup sulit di dapatkan.

'' Saat ini semua tengah ramai mencari (berebut) alat pelindung diri (APD), PSMTI Lampung sudah mendistribusikan bantuannya ke 12kabupaten/kota di Lampung, dan sampai saat ini juga tengah gencar memberikan bantuan kepada tenaga medis yang berada di lapangan atau unit kesehatan lainnya,"tandasnya.

Sementara itu sekretaris dinas kesehatan Tanggamus Taman Prasi mengungkapkan bahwa,   bantuan alat pelindung muka yang di salurkan PSMTI pastinya akan sangat bermanfaat bagi petugas medis yang tengah bekerja pada saat ini,  dan mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepeduliannya pada petugas covid 19.

Kemudian distribusi bantuan ini akan segera disalurkan kepada petugas medis di kabupaten Tanggamus, namun mengingat PSMTI sudha terlebih dahulu berkeliling ke puskesmas-puskesmas dalam memberikan bantuan tersebut, maka dari itu barang akan disimpan sampai ada petugas medis yang sudah kehabisan atau kekurangan akan langsung diskes salurkan.

'' Ada 30 buah alat pelindung muka bantuan PSMTI tadi, terimaksih kepada rekan rekan PSMTI, mudah-mudahan dapat memberikan semangat bagi kawan kawan kita yang berada di lapangan,''tandasnya.

Kamis, 02 April 2020

DPD Tingkat II GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan di Pasar Gisting

DPD Tingkat II GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan di Pasar Gisting

RO, TANGGAMUS  - Dewan Pengurus Daerah tingkat II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kabupaten Tanggamus, menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagi-bagikan sarung tangan bagi para pedagang di pasar Gisting. Kamis, 02/04/2020.

Bukan tanpa alasan kegiatan baksos ini digelar, mengingat wabah Corona virus desease atau Covid 19 ini tengah marak di tengah-tengah masyarakat, maka dari itu GPN Tanggamus berinisiatif membantu untuk melawan virus covid 19 ini dengan membagikan masker, selain ke para pedagang, juga pengendara ojek pangkalan yang biasa mangkal di pasar Gisting tersebut.

Umroh Mahendra selalu ketua umum GPN Tanggamus menyampaikan bahwa, maraknya wabah corona yang cukup mematikan ini, mengetuk relung hatinya untuk ambil bagian demi membantu pemerintah daerah, yang cukup ekstra dalam bekerja dengan bahu-membahu guna menekan dan mencegah penyebaran Corona virus desease ini di kabupaten yang berjuluk bumi Begawi jejama ini.

'' Alhamdullilah kami bisa hadir di tengah-tengah Masyarakat, untuk membantu pemerintah tanggamus mensosialisasikan dan menghimbau untuk bergerak bersama melawan covid-19 dengan cara-cara yang telah di tetapkan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti menjaga lingkungan sekitar, rajin mencuci tangan, olahraga secara teratur, serta berjemur pada sinar matahari sesuka dengan waktu atau jam yang telah ditetapkan,''jelas ketua GPN ini.

Umroh melanjutkan, dimana semua ketahui bersama, wabah virus Corona di Lampung sudah mencapai 11 orang, dan berharap tak ada penambahan dalam angka tersebut, dengan upaya prefentif pemerintah provinsi, daerah dan masyarakat, khususnya Organisasi-organisasi di kabupaten Tanggamus seperti GPN ini dengan bekerja secara bersama-sama dalam menekan penyebaran covid 19 ini.

'' Untuk kegiatan GPN hari ini, yakni membagikan sarung tangan secara gratis dengan warga dan pedagang di pasar Gisting, Alhamdulillah kehadiran kami di terima baik oleh warga dan para pedagang pasar, dan kegiatan ini tak akan berhenti sampai disini, rencana pada hari Senin (6/4/20) GPN Tanggamus berencana akan membagikan masker dan sarung tangan di pasar kotaagung serta perempatan lampu merah kota agung,''ucapnya.

Tambah Umroh, diharapkan Melalui gerakan ini, keluarga besar GPN Tanggamus ingin mengingatkan dan membantu pemerintah mensosialisasiakan kepada masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak terpapar virus korona, tema kali ini "Gerakan Pemuda Nusantara Peduli & Mengabdi untuk masyarakat.

'' Dan kita do'a kan bersama-sama, yang tengah menjalani pengobatan covid 19 ini, semoga cepat di beri kesembuhan, serta wabah yang sudah menjadi pandemi saat ini segera berlalu,  insyaallah kedepan kegiatan bakti sosial seperti ini akan terus kami gelar di setiap pasar di kabupaten Tanggamus, semoga baksos kami ini bisa bermanfaat untuk semua,''tutupnya.

Salah satu pedagang di pasar Gisting Suroyo mengatakan, kegiatan yang digelar oleh GPN ini sangat berarti atau bermanfaat bagi para pedagang dengan membagikan sarung tangan, hal ini sangat di apresiasi seluruh pedagang yang ada, sebab pedagang hampir setiap waktu berinteraksi dengan para masyarakat yang tengah berbelanja, dengan adanya sarung tangan ini bisa membantu dan sangat bermanfaat.

'' Kami sangat apresiasi kegiatan baksos ini, mengingat sarung tangan masih cukup langka di pasaran saat ini, terimakasij atas kehadiran GPN yang sudah membagikan sarung tangan gratis kepada kami, semoga virus Corona ini cepat selesai dan berlalu, karena semenjak covid 19 ini mewabah  imbasnya pasar jadi sepi,''tandasnya. (Hr)
DPD Tingkat II GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan di Pasar Gisting

DPD Tingkat II GPN Tanggamus Bagikan Sarung Tangan di Pasar Gisting

RO, TANGGAMUS  - Dewan Pengurus Daerah tingkat II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kabupaten Tanggamus, menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagi-bagikan sarung tangan bagi para pedagang di pasar Gisting. Kamis, 02/04/2020.

Bukan tanpa alasan kegiatan baksos ini digelar, mengingat wabah Corona virus desease atau Covid 19 ini tengah marak di tengah-tengah masyarakat, maka dari itu GPN Tanggamus berinisiatif membantu untuk melawan virus covid 19 ini dengan membagikan masker, selain ke para pedagang, juga pengendara ojek pangkalan yang biasa mangkal di pasar Gisting tersebut.

Umroh Mahendra selalu ketua umum GPN Tanggamus menyampaikan bahwa, maraknya wabah corona yang cukup mematikan ini, mengetuk relung hatinya untuk ambil bagian demi membantu pemerintah daerah, yang cukup ekstra dalam bekerja dengan bahu-membahu guna menekan dan mencegah penyebaran Corona virus desease ini di kabupaten yang berjuluk bumi Begawi jejama ini.

'' Alhamdullilah kami bisa hadir di tengah-tengah Masyarakat, untuk membantu pemerintah tanggamus mensosialisasikan dan menghimbau untuk bergerak bersama melawan covid-19 dengan cara-cara yang telah di tetapkan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti menjaga lingkungan sekitar, rajin mencuci tangan, olahraga secara teratur, serta berjemur pada sinar matahari sesuka dengan waktu atau jam yang telah ditetapkan,''jelas ketua GPN ini.

Umroh melanjutkan, dimana semua ketahui bersama, wabah virus Corona di Lampung sudah mencapai 11 orang, dan berharap tak ada penambahan dalam angka tersebut, dengan upaya prefentif pemerintah provinsi, daerah dan masyarakat, khususnya Organisasi-organisasi di kabupaten Tanggamus seperti GPN ini dengan bekerja secara bersama-sama dalam menekan penyebaran covid 19 ini.

'' Untuk kegiatan GPN hari ini, yakni membagikan sarung tangan secara gratis dengan warga dan pedagang di pasar Gisting, Alhamdulillah kehadiran kami di terima baik oleh warga dan para pedagang pasar, dan kegiatan ini tak akan berhenti sampai disini, rencana pada hari Senin (6/4/20) GPN Tanggamus berencana akan membagikan masker dan sarung tangan di pasar kotaagung serta perempatan lampu merah kota agung,''ucapnya.

Tambah Umroh, diharapkan Melalui gerakan ini, keluarga besar GPN Tanggamus ingin mengingatkan dan membantu pemerintah mensosialisasiakan kepada masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak terpapar virus korona, tema kali ini "Gerakan Pemuda Nusantara Peduli & Mengabdi untuk masyarakat.

'' Dan kita do'a kan bersama-sama, yang tengah menjalani pengobatan covid 19 ini, semoga cepat di beri kesembuhan, serta wabah yang sudah menjadi pandemi saat ini segera berlalu,  insyaallah kedepan kegiatan bakti sosial seperti ini akan terus kami gelar di setiap pasar di kabupaten Tanggamus, semoga baksos kami ini bisa bermanfaat untuk semua,''tutupnya.

Salah satu pedagang di pasar Gisting Suroyo mengatakan, kegiatan yang digelar oleh GPN ini sangat berarti atau bermanfaat bagi para pedagang dengan membagikan sarung tangan, hal ini sangat di apresiasi seluruh pedagang yang ada, sebab pedagang hampir setiap waktu berinteraksi dengan para masyarakat yang tengah berbelanja, dengan adanya sarung tangan ini bisa membantu dan sangat bermanfaat.

'' Kami sangat apresiasi kegiatan baksos ini, mengingat sarung tangan masih cukup langka di pasaran saat ini, terimakasij atas kehadiran GPN yang sudah membagikan sarung tangan gratis kepada kami, semoga virus Corona ini cepat selesai dan berlalu, karena semenjak covid 19 ini mewabah  imbasnya pasar jadi sepi,''tandasnya. (Hr)

Selasa, 31 Maret 2020

Video Banjir Bandang Disertai Tanah Longsor di Kecamatan Limau Tanggamus

Video Banjir Bandang Disertai Tanah Longsor di Kecamatan Limau Tanggamus

RO, TANGGAMUS – Sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus kembali diguyur hujan ekstrem, Senin (30/3). Hujan deras sejak pukul 17.00 WIB itu, menyebabkan banjir bandang disertai tanah longsor di beberapa pekon di Kecamatan Limau.

Kondisi itu dibenarkan Kapolsek Limau, AKP Ichwan Hadi. Dia menyebutkan, ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter. Kemudian disertai tanah longsor di beberapa titik.

“Tapi sekarang air sudah surut. Sudah kurang dari 1 meter. Kalau tadi memang sempat sampai 1,5 meter. Kondisi yang cukup parah ada tiga titik. Ini kami sekarang masih terus memantau situasi,” ujar Kapolsek Limau, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Untuk korban jiwa akibat banjir dan longsor di Limau ini, Ichwan Hadi menegaskan tidak ada. Sebab pihaknya mengaku belum menerima laporan adanya korban jiwa.

“Korban jiwa sejauh ini belum ada laporan. Semoga nggak sampai ada korban. Kalau kerugian material, masih kami pantau terus kondisinya sampai sekarang,” kata Ichwan Hadi.

Sementara dari broadcast WhatsApp yang beredar malam ini, disebutkan akses dari dan menuju Kecamatan Limau sementara ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Broadcast tersebut juga menyertakan beberapa foto dan video kondisi banjir bandang di Limau.

Titik-titik yang terjadi banjir bandang disertai longsor, terjadi pada akses dari Kecamatan Bulok menuju Limau, yaitu di Pekon Antarbrak dan Pekon Ampai. Kemudian akses dari Kecamatan Kotaagung menuju Kecamatan Limau. Tepatnya di Pekon Tegineneng, Padangratu, dan Pekon Banjaragung. Titik ketiga, yaitu di Pekon Badak dan Pekon Tanjungjaya yang merupakan akses dari Kecamatan Cukuhbalak menuju Kecamatan Limau.

Satu unit mobil pick up Daihatsu Grandmax juga dilaporkan terjebak tanah longsor di Dusun Lubukgandar, Pekon Pariaman, Kecamatan Limau. Beruntung pengemudi sopir dalam kondisi selamat. Sebab mobil tidak tertimbun, tetapi terjebak pada kubangan material longsoran. (Hr)
Video Banjir Bandang Disertai Tanah Longsor di Kecamatan Limau Tanggamus

Video Banjir Bandang Disertai Tanah Longsor di Kecamatan Limau Tanggamus

RO, TANGGAMUS – Sebagian wilayah Kabupaten Tanggamus kembali diguyur hujan ekstrem, Senin (30/3). Hujan deras sejak pukul 17.00 WIB itu, menyebabkan banjir bandang disertai tanah longsor di beberapa pekon di Kecamatan Limau.

Kondisi itu dibenarkan Kapolsek Limau, AKP Ichwan Hadi. Dia menyebutkan, ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter. Kemudian disertai tanah longsor di beberapa titik.

“Tapi sekarang air sudah surut. Sudah kurang dari 1 meter. Kalau tadi memang sempat sampai 1,5 meter. Kondisi yang cukup parah ada tiga titik. Ini kami sekarang masih terus memantau situasi,” ujar Kapolsek Limau, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Untuk korban jiwa akibat banjir dan longsor di Limau ini, Ichwan Hadi menegaskan tidak ada. Sebab pihaknya mengaku belum menerima laporan adanya korban jiwa.

“Korban jiwa sejauh ini belum ada laporan. Semoga nggak sampai ada korban. Kalau kerugian material, masih kami pantau terus kondisinya sampai sekarang,” kata Ichwan Hadi.

Sementara dari broadcast WhatsApp yang beredar malam ini, disebutkan akses dari dan menuju Kecamatan Limau sementara ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Broadcast tersebut juga menyertakan beberapa foto dan video kondisi banjir bandang di Limau.

Titik-titik yang terjadi banjir bandang disertai longsor, terjadi pada akses dari Kecamatan Bulok menuju Limau, yaitu di Pekon Antarbrak dan Pekon Ampai. Kemudian akses dari Kecamatan Kotaagung menuju Kecamatan Limau. Tepatnya di Pekon Tegineneng, Padangratu, dan Pekon Banjaragung. Titik ketiga, yaitu di Pekon Badak dan Pekon Tanjungjaya yang merupakan akses dari Kecamatan Cukuhbalak menuju Kecamatan Limau.

Satu unit mobil pick up Daihatsu Grandmax juga dilaporkan terjebak tanah longsor di Dusun Lubukgandar, Pekon Pariaman, Kecamatan Limau. Beruntung pengemudi sopir dalam kondisi selamat. Sebab mobil tidak tertimbun, tetapi terjebak pada kubangan material longsoran. (Hr)

Jumat, 20 Maret 2020

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Foto: Ist
RO, TANGGAMUS - Kepolisian Sektor (Polsek) Pugung, Tanggamus, memastikan mayat anak-anak yang ditemukan di bendungan Argoguruh Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran adalah Ahdan Bilal (8).

Kepastian tersebut, setelah pihak keluarga yakni Muhayun (40) selaku ayah Ahdan Bilal didampingi Bhabinkamtibmas melakukan pemeriksaan jenazah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung dan menyatakan identik.

"Mayat anak laki-laki yang ditemukan di Bendungan Argoguruh benar bernama Ahdan Bilal warga Pekon Tanjung Kemala," ungkap Kapolsek Pugung Ipda Okta Devi, SH dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Jumat (20/3/20) sore.

Menurut Ipda Okta Devi, setelah ayah korban memastikan bahwa benar itu merupakan anaknya, ia langsung membawa anaknya ke kediaman di Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

"Saat ini jenazah korban telah berada dirumah duka. Menurut informasi terkahir dari keluarganya sore ini juga jenazah Ahdan Bilal akan dimakamkan di TPU Pekon Tanjung Kemala," terangnya.

Dikatakan Ipda Okta Devi, bahwa berdasarkan keterangan Yusnia selaku bibinya, korban tidak diketahui keberadaanya kemarin Kamis, 19 Maret 2020 siang.

Dimana diketahui oleh Yusnia sekitar pukul 13.00 Wib, korban masih berada di depan rumahnya, kemudian bibinya masuk kedalam untuk mengambil makan siang korban, namun saat kembali kedepan korban sudah tidak ada lagi.

"Atas kejadian itu, keluarganya telah melakukan pencarian namun korban yang mengenakan celana pendek hitam, baju kaos merah bergambar spiderman dan tidak memakai sendal tidak dapat ditemukan," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, bahwa korban tersebut tinggal bersama bibinya selama sekitar 1 bulan lamanya, sebab ayah dan ibu kandung korban bekerja di Tanggerang.

"Adapun ciri khusus korban berdasarkan keterangan keluarganya, memiliki tinggi sekira 80 cm, mengalami sakit autis/hyper aktif tidak bisa bicara dengan jelas dan sulit berkomunikasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sosok mayat anak-anak berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Bendungan Argoguruh Sungai Way Sekampung Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Jumat (20/3/20).

Mayat anak tanpa identitas itu ditemukan diantara tumpukan sampah bendungan pertama oleh saksi Herman warga sekitar saat sedang membersihkan sampah di bendungan tersebut sekitar pukul 10.00 Wib.

Berdasarkan informasi kepolisian disana, mayat anak laki-laki tersebut diperkirakan berumur sekitar 8 - 10 tahun dengan menggunakan baju kaos merah tanpa celana dan langsung dievakusi ke RS Abdul Moloek Bandar Lampung.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Herman, ia awalnya membersihkan sampah di bendungan tersebut melihat sosok seperti boneka, lalu memeriksa ternyata mayat anak laki.

"Saya kira boneka dan setelah ditepikan ke pinggiran baru terlihat, yang saya kira boneka ternyata adalah mayat seorang anak laki-laki," kata Herman di lokasi penemuan.

Menurut Herman, setelah mengetahui pasti bahwa yang ditemukan tersebut adalah mayat anak laki-laki kemudian ia menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Tegineneng dan anggota polsek Tegineneng.

"Langsung dilaporkan ke Polsek dan mayat tersebut dievakusi bersama-sama masyarakat disini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi disejumlah postingan group Facebook bahwa terdapat anak hilang bernama Abdan Bilal warga Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. (Hr)
Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Foto: Ist
RO, TANGGAMUS - Kepolisian Sektor (Polsek) Pugung, Tanggamus, memastikan mayat anak-anak yang ditemukan di bendungan Argoguruh Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran adalah Ahdan Bilal (8).

Kepastian tersebut, setelah pihak keluarga yakni Muhayun (40) selaku ayah Ahdan Bilal didampingi Bhabinkamtibmas melakukan pemeriksaan jenazah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung dan menyatakan identik.

"Mayat anak laki-laki yang ditemukan di Bendungan Argoguruh benar bernama Ahdan Bilal warga Pekon Tanjung Kemala," ungkap Kapolsek Pugung Ipda Okta Devi, SH dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Jumat (20/3/20) sore.

Menurut Ipda Okta Devi, setelah ayah korban memastikan bahwa benar itu merupakan anaknya, ia langsung membawa anaknya ke kediaman di Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

"Saat ini jenazah korban telah berada dirumah duka. Menurut informasi terkahir dari keluarganya sore ini juga jenazah Ahdan Bilal akan dimakamkan di TPU Pekon Tanjung Kemala," terangnya.

Dikatakan Ipda Okta Devi, bahwa berdasarkan keterangan Yusnia selaku bibinya, korban tidak diketahui keberadaanya kemarin Kamis, 19 Maret 2020 siang.

Dimana diketahui oleh Yusnia sekitar pukul 13.00 Wib, korban masih berada di depan rumahnya, kemudian bibinya masuk kedalam untuk mengambil makan siang korban, namun saat kembali kedepan korban sudah tidak ada lagi.

"Atas kejadian itu, keluarganya telah melakukan pencarian namun korban yang mengenakan celana pendek hitam, baju kaos merah bergambar spiderman dan tidak memakai sendal tidak dapat ditemukan," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, bahwa korban tersebut tinggal bersama bibinya selama sekitar 1 bulan lamanya, sebab ayah dan ibu kandung korban bekerja di Tanggerang.

"Adapun ciri khusus korban berdasarkan keterangan keluarganya, memiliki tinggi sekira 80 cm, mengalami sakit autis/hyper aktif tidak bisa bicara dengan jelas dan sulit berkomunikasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sosok mayat anak-anak berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Bendungan Argoguruh Sungai Way Sekampung Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Jumat (20/3/20).

Mayat anak tanpa identitas itu ditemukan diantara tumpukan sampah bendungan pertama oleh saksi Herman warga sekitar saat sedang membersihkan sampah di bendungan tersebut sekitar pukul 10.00 Wib.

Berdasarkan informasi kepolisian disana, mayat anak laki-laki tersebut diperkirakan berumur sekitar 8 - 10 tahun dengan menggunakan baju kaos merah tanpa celana dan langsung dievakusi ke RS Abdul Moloek Bandar Lampung.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Herman, ia awalnya membersihkan sampah di bendungan tersebut melihat sosok seperti boneka, lalu memeriksa ternyata mayat anak laki.

"Saya kira boneka dan setelah ditepikan ke pinggiran baru terlihat, yang saya kira boneka ternyata adalah mayat seorang anak laki-laki," kata Herman di lokasi penemuan.

Menurut Herman, setelah mengetahui pasti bahwa yang ditemukan tersebut adalah mayat anak laki-laki kemudian ia menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Tegineneng dan anggota polsek Tegineneng.

"Langsung dilaporkan ke Polsek dan mayat tersebut dievakusi bersama-sama masyarakat disini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi disejumlah postingan group Facebook bahwa terdapat anak hilang bernama Abdan Bilal warga Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. (Hr)

Rabu, 18 Maret 2020

Sekda Tanggamus:Tidak Boleh Sembarangan Ambulance untuk Membawa Pasien (Terduga COVID-19)

Sekda Tanggamus:Tidak Boleh Sembarangan Ambulance untuk Membawa Pasien (Terduga COVID-19)


TANGGAMUS -- Dalam rangka memastikan kebijakan Bupati Tanggamus terkait pencegahan penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Tanggamus, berjalan dengan baik.

Sekdakab Hamid Heriyansyah Lubis, selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan Dini Penyebaran Covid 19 Kabupaten Tanggamus, melakukan pemantauan langsung ke RSUD Batin Mangunang, Dinas Kesehatan dan Disdukcapil Kabupaten Tanggamus.

"Harus dipastikan untuk jajaran Pemerintah Daerah melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan, terkait upaya-upaya pencegahan (Virus Covid-19) di internal Pemerintahan Kabupaten Tanggamus, yaitu work from home (bekerja dirumah). Kemudian program pendidikan yang belajar di rumah, itu semua harus dipastikan berjalan dengan baik."

"Kemudian juga memonitor harga-harga pokok juga harus dilakukan. Alur prosedural dari hal-hal ataupun diantara masyarakat yang berada di Kabupaten Tanggamus yang diduga oleh petugas medis sampai dengan tingkat Pekon yang diduga memiliki sedikit banyak gejala penyakit atau virus Covid 19 harus bisa memastikan SOP dari penanganan, dari rumah yang bersangkutan, sampai dengan di bawa ke RSUD, kemudian sampai dengan dibawa ke RS rujukan yang ada di Provinsi Lampung," jelasnya.

Ia juga menegaskan, agar seluruh jajaran Dinas Kesehatan sampai dengan jajaran terbawahnya, seperti Bidan Pekon harus memakai alur (SOP), yaitu pasien sudah ditetapkan (terduga Covid-19) hanya boleh dibawa oleh satu jenis Ambulance yang sudah memenuhi standar.

"Tidak boleh sembarangan Ambulance untuk membawa pasien. Semua pihak harus paham itu, dan saya harus memastikan itu. Makanya hari ini Rabu 18 Maret 2020, saya mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang, Dinas kesehatan Kabupaten Tanggamus dan terakhir ke Disdukcapil, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan," tegasnya.

Kemudian untuk Disdukcapil, Ia meminta pelayanan mobil keliling kependudukan tetap berjalan dan lebih ditingkatkan.

"Sehingga masyarakat lebih dekat, tidak usah terlalu ramai berkumpul di kantor Kecamatan atau Kantor Disdukcapil," ujarnya.

Terkait hasil pemantauannya, Hamid Lubis menyampaikan, bahwa tempat pelayanan di Disdukcapil dan RSUD Batin Mangunang, telah dilakukan upaya-upaya pencegahan, mulai dari pemeriksaaan suhu tubuh dan cuci tangan pakai sabun telah berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah hasil dari pantauan kami di lapangan semua berjalan dengan baik," pungkas Sekda.

Turut mendampingi Sekdakab Kepala BPKAD Suaidi, dan Kabid Pengembangan ASN BKPSDM Tanggamus Bambang Probo. (Hr)
Sekda Tanggamus:Tidak Boleh Sembarangan Ambulance untuk Membawa Pasien (Terduga COVID-19)

Sekda Tanggamus:Tidak Boleh Sembarangan Ambulance untuk Membawa Pasien (Terduga COVID-19)


TANGGAMUS -- Dalam rangka memastikan kebijakan Bupati Tanggamus terkait pencegahan penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Tanggamus, berjalan dengan baik.

Sekdakab Hamid Heriyansyah Lubis, selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan Dini Penyebaran Covid 19 Kabupaten Tanggamus, melakukan pemantauan langsung ke RSUD Batin Mangunang, Dinas Kesehatan dan Disdukcapil Kabupaten Tanggamus.

"Harus dipastikan untuk jajaran Pemerintah Daerah melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan, terkait upaya-upaya pencegahan (Virus Covid-19) di internal Pemerintahan Kabupaten Tanggamus, yaitu work from home (bekerja dirumah). Kemudian program pendidikan yang belajar di rumah, itu semua harus dipastikan berjalan dengan baik."

"Kemudian juga memonitor harga-harga pokok juga harus dilakukan. Alur prosedural dari hal-hal ataupun diantara masyarakat yang berada di Kabupaten Tanggamus yang diduga oleh petugas medis sampai dengan tingkat Pekon yang diduga memiliki sedikit banyak gejala penyakit atau virus Covid 19 harus bisa memastikan SOP dari penanganan, dari rumah yang bersangkutan, sampai dengan di bawa ke RSUD, kemudian sampai dengan dibawa ke RS rujukan yang ada di Provinsi Lampung," jelasnya.

Ia juga menegaskan, agar seluruh jajaran Dinas Kesehatan sampai dengan jajaran terbawahnya, seperti Bidan Pekon harus memakai alur (SOP), yaitu pasien sudah ditetapkan (terduga Covid-19) hanya boleh dibawa oleh satu jenis Ambulance yang sudah memenuhi standar.

"Tidak boleh sembarangan Ambulance untuk membawa pasien. Semua pihak harus paham itu, dan saya harus memastikan itu. Makanya hari ini Rabu 18 Maret 2020, saya mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang, Dinas kesehatan Kabupaten Tanggamus dan terakhir ke Disdukcapil, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan," tegasnya.

Kemudian untuk Disdukcapil, Ia meminta pelayanan mobil keliling kependudukan tetap berjalan dan lebih ditingkatkan.

"Sehingga masyarakat lebih dekat, tidak usah terlalu ramai berkumpul di kantor Kecamatan atau Kantor Disdukcapil," ujarnya.

Terkait hasil pemantauannya, Hamid Lubis menyampaikan, bahwa tempat pelayanan di Disdukcapil dan RSUD Batin Mangunang, telah dilakukan upaya-upaya pencegahan, mulai dari pemeriksaaan suhu tubuh dan cuci tangan pakai sabun telah berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah hasil dari pantauan kami di lapangan semua berjalan dengan baik," pungkas Sekda.

Turut mendampingi Sekdakab Kepala BPKAD Suaidi, dan Kabid Pengembangan ASN BKPSDM Tanggamus Bambang Probo. (Hr)
Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus Cek Harga di Pasar Pastikan Ketersediaan Stok Sembako

Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus Cek Harga di Pasar Pastikan Ketersediaan Stok Sembako

Tim Survey pasar untuk mengetahui stok bahan pokok serta kenaikan beberapa komoditi di pasaran. Rabu,18/03/2020.
TANGGAMUS  -- Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus melalui Bappelitbang dan Bagian Perekonomian (Ekobang) Sekretariat pemkab menerjunkan Tim Survey pasar untuk mengetahui stok bahan pokok serta kenaikan beberapa komoditi di pasaran. Rabu,18/03/2020.

Ini dilakukan sebagai langkah awal perintah ketua gugus tugas covid 19 Tanggamus Hamid H. Lubis, untuk mengecek dampak inflasi di masyarakat atas kenaikan harga bahan pokok di pasaran selama tiga hari kedepan mulai tanggal 18 - 20 Maret 2020. Untuk pasar sendiri terdiri dari Pasar Kotaagung, Pasar Gisting, Pasar Talang Padang, Pasar Wonosobo, Pasar Pangkul, dan Pasar Sukaraja-Semaka.

Ketua Gugus tugas covid 19 Tanggamus Hamid H. Lubis mengatakan, ia mendengar adanya kelangkaan salah satu bahan pokok masyarakat di bandar Lampung, maka dari itu ia memerintahkan jajaran dinas terkait agar mengecek langsung ke pasar-pasar yang ada di kabupaten Tanggamus, untuk memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok ini tetap aman.

" Gula Putih tadi pagi saya dengar langka di disana, nah berbekal informasi ini saya perintahkan jajaran untuk turun ke lapangan guna memastikan stok bahan pokok di Tanggamus tetap aman, untuk memastikan tidak ada penimbunan atau penumpukan barang, dan diketahui harga masih cukup stabil dan terjangkau oleh masyarakat,"jelasnya.

Sekretaris daerah (Sekda) Tanggamus ini pun menghimbau kepada masyarakat, agar tak panik dalam menghadapi situasi nasional Virus Corona atau Covid 19, tetap tenang dalam situasi ini." Tetap tenang, jagalah kebersihan lingkungan, terapkan PHBS, jaga keseimbangan gizi, perbanyak minum air putih, mudah-mudahan kita semua jauh dari berbagai hal penyakit termasuk Covid 19 ini,''tandasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Ekobang Firmalinda didampingi oleh Kabid Pemerintahan dan Perekonomian di Bappelitbang Siti Rahma menyampaikan bahwa, ada kenaikan di suatu komoditi namun setelah tadi di cek telah mengalami penurunan, seperti bawang putih sebelumnya per kg Rp. 40 ribu, kini 35-38 ribu rupiah perKg nya. Sedangkan gula putih di harga 15 - 18 ribu rupiah per kilogramnya serta stok barangnya ada dan tidak mengalami kelangkawn

" Lalu beras di pastikan masih aman, serta kebutuhan bahan pokok masih normal semua untuk di hari pertama ini, dan tim akan turun selama 3 hari berturut-turut, guna memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,"ungkap keduanya. (Hr)
Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus Cek Harga di Pasar Pastikan Ketersediaan Stok Sembako

Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus Cek Harga di Pasar Pastikan Ketersediaan Stok Sembako

Tim Survey pasar untuk mengetahui stok bahan pokok serta kenaikan beberapa komoditi di pasaran. Rabu,18/03/2020.
TANGGAMUS  -- Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus melalui Bappelitbang dan Bagian Perekonomian (Ekobang) Sekretariat pemkab menerjunkan Tim Survey pasar untuk mengetahui stok bahan pokok serta kenaikan beberapa komoditi di pasaran. Rabu,18/03/2020.

Ini dilakukan sebagai langkah awal perintah ketua gugus tugas covid 19 Tanggamus Hamid H. Lubis, untuk mengecek dampak inflasi di masyarakat atas kenaikan harga bahan pokok di pasaran selama tiga hari kedepan mulai tanggal 18 - 20 Maret 2020. Untuk pasar sendiri terdiri dari Pasar Kotaagung, Pasar Gisting, Pasar Talang Padang, Pasar Wonosobo, Pasar Pangkul, dan Pasar Sukaraja-Semaka.

Ketua Gugus tugas covid 19 Tanggamus Hamid H. Lubis mengatakan, ia mendengar adanya kelangkaan salah satu bahan pokok masyarakat di bandar Lampung, maka dari itu ia memerintahkan jajaran dinas terkait agar mengecek langsung ke pasar-pasar yang ada di kabupaten Tanggamus, untuk memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok ini tetap aman.

" Gula Putih tadi pagi saya dengar langka di disana, nah berbekal informasi ini saya perintahkan jajaran untuk turun ke lapangan guna memastikan stok bahan pokok di Tanggamus tetap aman, untuk memastikan tidak ada penimbunan atau penumpukan barang, dan diketahui harga masih cukup stabil dan terjangkau oleh masyarakat,"jelasnya.

Sekretaris daerah (Sekda) Tanggamus ini pun menghimbau kepada masyarakat, agar tak panik dalam menghadapi situasi nasional Virus Corona atau Covid 19, tetap tenang dalam situasi ini." Tetap tenang, jagalah kebersihan lingkungan, terapkan PHBS, jaga keseimbangan gizi, perbanyak minum air putih, mudah-mudahan kita semua jauh dari berbagai hal penyakit termasuk Covid 19 ini,''tandasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Ekobang Firmalinda didampingi oleh Kabid Pemerintahan dan Perekonomian di Bappelitbang Siti Rahma menyampaikan bahwa, ada kenaikan di suatu komoditi namun setelah tadi di cek telah mengalami penurunan, seperti bawang putih sebelumnya per kg Rp. 40 ribu, kini 35-38 ribu rupiah perKg nya. Sedangkan gula putih di harga 15 - 18 ribu rupiah per kilogramnya serta stok barangnya ada dan tidak mengalami kelangkawn

" Lalu beras di pastikan masih aman, serta kebutuhan bahan pokok masih normal semua untuk di hari pertama ini, dan tim akan turun selama 3 hari berturut-turut, guna memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,"ungkap keduanya. (Hr)