Tampilkan postingan dengan label rsud bob bazar kalianda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rsud bob bazar kalianda. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2021

Tingkatkan Pelayanan Bagi Pasien, RSUD Bob Bazar Kalianda Gelar Kegiatan Etika Keperawatan

Tingkatkan Pelayanan Bagi Pasien, RSUD Bob Bazar Kalianda Gelar Kegiatan Etika Keperawatan


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, menggelar kegiatan Etika Keperawatan di Aula Rumah Sakit setempat, Senin (30/08/2021).


Menurut Kabid Keperawatan, Leli Ariyani. M. Kes, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, etika dan konsep keperawatan.


"Untuk dapat meningkatkan keperawatan di Rumah Sakit Bob Bazar, tujuan akhirnya guna memberikan pelayanan prima kepada pasien," katanya usia memberikan materi.



Dirinya melanjutkan, kegiatan itu diikuti oleh seluruh kepala ruangan dan kepala tim dari semua ruangan mulai dari IGD, Rawat Jalan hingga Ruang Kebidanan.


"Kegiatan etika keperawatan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali," ujarnya.


Tak hanya bertujuan memberikan oelayanan prima, dirinya juga berharap dengan kegiatan ini, semua perawat bisa memberikan pelayanan 5S disetiap kondisi apapun.



"Tetap mengingatkan ke teman-teman, untuk tetap memberikan pelayanan 5S yaitu senyum, sapa, salam, sopan dan santun, terkait dengan pelayanan yang ada di rumah sakit," pungkasnya. 


Kegiatan itupun berlangsung dengan memerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Red)

Tingkatkan Pelayanan Bagi Pasien, RSUD Bob Bazar Kalianda Gelar Kegiatan Etika Keperawatan

Tingkatkan Pelayanan Bagi Pasien, RSUD Bob Bazar Kalianda Gelar Kegiatan Etika Keperawatan


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, menggelar kegiatan Etika Keperawatan di Aula Rumah Sakit setempat, Senin (30/08/2021).


Menurut Kabid Keperawatan, Leli Ariyani. M. Kes, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, etika dan konsep keperawatan.


"Untuk dapat meningkatkan keperawatan di Rumah Sakit Bob Bazar, tujuan akhirnya guna memberikan pelayanan prima kepada pasien," katanya usia memberikan materi.



Dirinya melanjutkan, kegiatan itu diikuti oleh seluruh kepala ruangan dan kepala tim dari semua ruangan mulai dari IGD, Rawat Jalan hingga Ruang Kebidanan.


"Kegiatan etika keperawatan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali," ujarnya.


Tak hanya bertujuan memberikan oelayanan prima, dirinya juga berharap dengan kegiatan ini, semua perawat bisa memberikan pelayanan 5S disetiap kondisi apapun.



"Tetap mengingatkan ke teman-teman, untuk tetap memberikan pelayanan 5S yaitu senyum, sapa, salam, sopan dan santun, terkait dengan pelayanan yang ada di rumah sakit," pungkasnya. 


Kegiatan itupun berlangsung dengan memerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Red)

Selasa, 24 Maret 2020

Lolos di Bakauheni, Nanang Geram Ada Supir Jadi Pasien PDP Corona di RSUD BOB Bazar

Lolos di Bakauheni, Nanang Geram Ada Supir Jadi Pasien PDP Corona di RSUD BOB Bazar

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto
RO - Kunjungan Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, untuk kali ke dua bersama jajaran Forkopinda di Pelabuahn Bakauheni, Lampung Selatan menuai kekecewaan.

Nanangpun sempat bertanya langsung kepada penumpang pejalan kaki yang baru turun dari kapal menuju pintu keluar pelabuhan. Mereka mengaku tidak sama sekali dilakukan pemeriksaan saat barada di Merak.

 "Ini saya tanya langsung dengan penumpang ya, mereka mengaku tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan saat di pelabuhan Merak. Kita ini sebagai pintu gerbang pulau Sumatera. Tempat keluar masuknya orang dan barang dari pulau Jawa ke Sumatera. Jangan sampai seolah-olah Pemerintah Daerah tidak ada suatu kepedulian untuk mencegah, memutus mata rantai penyebaran virus corona," tegas Nanang, Selasa (24/03/2020)

Menurutnya, KKP sama sekali kurang persiapan dan berantakan. Dirinya menginginkan, jika tidak ada dokter yang diperbantukan, hal tersebut jangan ditutup-tutupi.

"Kita sudah melakukan kecerobohan. Satu orang supir truk asal Bengkulu, dari perjalanan Cirebon terus ke Jakarta selanjutnya menyeberang melewati Pelabuhan Bakauheni, sudah berada di Rumah Sakit Bob Bazar. Masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ini bahaya, jika pihak pelabuhan tidak maksimal dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Nanang menambahkan. 

Tidak hanya menyoroti ketidaksiapan KKP, Nanang bersama jajaran Forkopimda juga mengkritisi ASDP yang juga kurang maksimal menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan corona virus disease (COVID-19) yang sudah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

Saat mengunjungi dermaga eksekutif, disana tidak didapati petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

"Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun orang-orang yang berasal dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati bakauheni tidak diperiksa. Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat. Kita sekarang perlu aksi cepat. Koordinasi tanpa aksi percuma boss," pungkas Nanang. (Kmf/Red)
Lolos di Bakauheni, Nanang Geram Ada Supir Jadi Pasien PDP Corona di RSUD BOB Bazar

Lolos di Bakauheni, Nanang Geram Ada Supir Jadi Pasien PDP Corona di RSUD BOB Bazar

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto
RO - Kunjungan Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, untuk kali ke dua bersama jajaran Forkopinda di Pelabuahn Bakauheni, Lampung Selatan menuai kekecewaan.

Nanangpun sempat bertanya langsung kepada penumpang pejalan kaki yang baru turun dari kapal menuju pintu keluar pelabuhan. Mereka mengaku tidak sama sekali dilakukan pemeriksaan saat barada di Merak.

 "Ini saya tanya langsung dengan penumpang ya, mereka mengaku tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan saat di pelabuhan Merak. Kita ini sebagai pintu gerbang pulau Sumatera. Tempat keluar masuknya orang dan barang dari pulau Jawa ke Sumatera. Jangan sampai seolah-olah Pemerintah Daerah tidak ada suatu kepedulian untuk mencegah, memutus mata rantai penyebaran virus corona," tegas Nanang, Selasa (24/03/2020)

Menurutnya, KKP sama sekali kurang persiapan dan berantakan. Dirinya menginginkan, jika tidak ada dokter yang diperbantukan, hal tersebut jangan ditutup-tutupi.

"Kita sudah melakukan kecerobohan. Satu orang supir truk asal Bengkulu, dari perjalanan Cirebon terus ke Jakarta selanjutnya menyeberang melewati Pelabuhan Bakauheni, sudah berada di Rumah Sakit Bob Bazar. Masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ini bahaya, jika pihak pelabuhan tidak maksimal dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Nanang menambahkan. 

Tidak hanya menyoroti ketidaksiapan KKP, Nanang bersama jajaran Forkopimda juga mengkritisi ASDP yang juga kurang maksimal menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan corona virus disease (COVID-19) yang sudah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

Saat mengunjungi dermaga eksekutif, disana tidak didapati petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

"Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun orang-orang yang berasal dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati bakauheni tidak diperiksa. Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat. Kita sekarang perlu aksi cepat. Koordinasi tanpa aksi percuma boss," pungkas Nanang. (Kmf/Red)

Minggu, 22 Maret 2020

Beredar Isu Corona di Kalianda, Ini Kata Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda

Beredar Isu Corona di Kalianda, Ini Kata Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda

Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana
RO, KALIANDA - Banyak beredar isu di masyarakat, mengenai salah seorang warga Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan yang berada di ruang isolasi RSUD Bob Bazar Kalianda terkait corona.

Tak hanya itu, bahkan redaksi Retorikaonline pun, sempat mendapatkan pesan suara di whatsapp yang menyebutkan ada warga terkena corona setelah pulang dari Tanah Abang, Jakarta.

Sontak, isu yang beredar tersebut membuat banyak masyarakat resah dan panik.

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai kabar tersebut, Retorikaonline mencoba menghubungi Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana.

Menurutnya, memang orang tersebut saat ini masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan sedang menjalani masa perawatan, namun perawatan tersebut dikarenakan riwayat penyakit lain.

"Iya, pasien tersebut masuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), tetapi karena ada penyakit penyerta maka beliau dirawat," kata dr. Nana sapaan akrabnya melalui pesan Whatapp, Minggu (22/03/2020), pagi.

Dijelaskan dr. Nana, pasien tersebut masuk ODP dikarenakan memiliki riwayat perjalanan ke daerah Jakarta, dimana Jakarta saat ini menjadi daerah penyebaran terbanyak corona di Indonesia.

"Pasien ODP riwayat perjalanan ke Jakarta, belum dilakukan pemeriksaan swab. Kondisi saat ini pasien sudah diperbolehkan pulang, namun dirumah tetap harus melakukan isolasi mandiri," jelasnya.

Dirinya tak bosan mengimbau masyarakat, agar tidak panik dengan kabar tersebut, terlebih dengan kabar yang belum tentu kebenarannya. Namun, dirinya meminta masyarakat untuk tetap waspada serta manjaga pola hidup sehat dan bersih

“Masyarakat jangan panik, tetapi tetap waspada. Jaga kesehatan dengan makan makanan yang begizi, istirahat cukup dan jangan stress. Tetap berpikir positif agar imun kita tidak turun,” imbaunya. (Red)
Beredar Isu Corona di Kalianda, Ini Kata Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda

Beredar Isu Corona di Kalianda, Ini Kata Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda

Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana
RO, KALIANDA - Banyak beredar isu di masyarakat, mengenai salah seorang warga Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan yang berada di ruang isolasi RSUD Bob Bazar Kalianda terkait corona.

Tak hanya itu, bahkan redaksi Retorikaonline pun, sempat mendapatkan pesan suara di whatsapp yang menyebutkan ada warga terkena corona setelah pulang dari Tanah Abang, Jakarta.

Sontak, isu yang beredar tersebut membuat banyak masyarakat resah dan panik.

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai kabar tersebut, Retorikaonline mencoba menghubungi Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. Media Apriliana.

Menurutnya, memang orang tersebut saat ini masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan sedang menjalani masa perawatan, namun perawatan tersebut dikarenakan riwayat penyakit lain.

"Iya, pasien tersebut masuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), tetapi karena ada penyakit penyerta maka beliau dirawat," kata dr. Nana sapaan akrabnya melalui pesan Whatapp, Minggu (22/03/2020), pagi.

Dijelaskan dr. Nana, pasien tersebut masuk ODP dikarenakan memiliki riwayat perjalanan ke daerah Jakarta, dimana Jakarta saat ini menjadi daerah penyebaran terbanyak corona di Indonesia.

"Pasien ODP riwayat perjalanan ke Jakarta, belum dilakukan pemeriksaan swab. Kondisi saat ini pasien sudah diperbolehkan pulang, namun dirumah tetap harus melakukan isolasi mandiri," jelasnya.

Dirinya tak bosan mengimbau masyarakat, agar tidak panik dengan kabar tersebut, terlebih dengan kabar yang belum tentu kebenarannya. Namun, dirinya meminta masyarakat untuk tetap waspada serta manjaga pola hidup sehat dan bersih

“Masyarakat jangan panik, tetapi tetap waspada. Jaga kesehatan dengan makan makanan yang begizi, istirahat cukup dan jangan stress. Tetap berpikir positif agar imun kita tidak turun,” imbaunya. (Red)