Tampilkan postingan dengan label palas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2020

Pencari Kroto di Palas, Temukan Seorang Pria Gantung Diri

Pencari Kroto di Palas, Temukan Seorang Pria Gantung Diri

Foto: Ilustrasi

PALAS (RO) - SRN (75) warga Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia, dalam posisi gantung diri di sebuah kebun coklat milik warga. 

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Upereh, seorang warga yang hendak mencari kroto (telur semut) disekitar lokasi kejadian di Dusun IV Tanjungrejo, Desa Pematang baru.

Dari keterangan saksi mata tersebut, posisi korban sudah tergantung disebuah pohon coklat dengan seutas tali kain sarung berwarna biru.

"Saat itu kondisi korban telah meninggal dunia. Posisi korban masih menggunakan pakaian lengkap," jelasnya.

Mendapati hal tersebut, Upereh pun melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, termasuk keluarga korban.

"Pak RT melapor ke pak kades, selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke polisi dan pihak Puskesmas Palas," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan anak korban Suhadi (35), SRN keluar dari rumah sekitar pukul 05.15 WIB, tanpa berpamitan kepada pihak keluarga.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima musibah yang terjadi, kemudian jasad korban segera diurus untuk dimakamkan di TPU Desa Pematangbaru," katanya. (Lex/Red)

Pencari Kroto di Palas, Temukan Seorang Pria Gantung Diri

Pencari Kroto di Palas, Temukan Seorang Pria Gantung Diri

Foto: Ilustrasi

PALAS (RO) - SRN (75) warga Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia, dalam posisi gantung diri di sebuah kebun coklat milik warga. 

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Upereh, seorang warga yang hendak mencari kroto (telur semut) disekitar lokasi kejadian di Dusun IV Tanjungrejo, Desa Pematang baru.

Dari keterangan saksi mata tersebut, posisi korban sudah tergantung disebuah pohon coklat dengan seutas tali kain sarung berwarna biru.

"Saat itu kondisi korban telah meninggal dunia. Posisi korban masih menggunakan pakaian lengkap," jelasnya.

Mendapati hal tersebut, Upereh pun melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, termasuk keluarga korban.

"Pak RT melapor ke pak kades, selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke polisi dan pihak Puskesmas Palas," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan anak korban Suhadi (35), SRN keluar dari rumah sekitar pukul 05.15 WIB, tanpa berpamitan kepada pihak keluarga.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima musibah yang terjadi, kemudian jasad korban segera diurus untuk dimakamkan di TPU Desa Pematangbaru," katanya. (Lex/Red)

Rabu, 10 Juni 2020

Aribun Sambangi Keluarga Korban Penembakan Begal di Palas

Aribun Sambangi Keluarga Korban Penembakan Begal di Palas

PALAS (RO) - Ketua DPD Perindo Lampung Selatan (Lamsel) H Aribun Sayunis, menyambangi keluarga korban penembakan begal di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Rabu (10/6/2020).

Kunjungan Aribun, juga didampingi Ketua Kartini Perindo Lamsel, Hj. Dariati Aribun Sayunis dan sejumlah Tim Sahabat Aribun. Dalam kunjungannya, Aribun menyalurkan sejumlah bantuan berupa beras, ikan patin segar dan uang tunai sebagai santunan untuk keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Aribun Sayunis mengatakan, akibat pandemi virus corona, tindak kriminalitas kembali terjadi. Sebab, dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 yang disebabkan merambah keseluruh sektor perekonomian di kalangan masyarakat.

"Karena itu, memasuki fase new normal ini, mungkin sudah bisa kembali dilakukan kegiatan siskamling. Agar, masyarakat dapat berjaga-jaga dan meminimalisir potensi kriminalitas," Imbaunya.
Aribun menambahkan, meski bantuan yang disampaikan tidaklah bernilai materi yang berharga, namun ia berharap dapat bermanfaat bagi keluarga korban.

"Meski nilainya tidak seberapa, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat membantu keluarga korban. Semoga juga, almarhum ditempatkan disisi Allah dengan segala amal kebaikannya semasa hidup," kata Aribun disampaikan kepada keluarga korban.

Selain itu, Aribun mengimbau, kepada masyarakat juga diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan sehari-sehari. Termasuk juga dalam kegiatan doa bersama.

"Setidaknya memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan menjaga kesehatan masing-masing. Agar, meskipun kita bisa melakukan kegiatan seperti semula, kita tetap melakukan pencegahan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, pihak keluarga korban begal itu seraya bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan tokoh pengusaha di Kecamatan Palas tersebut.

"Terimakasih atas bantuan yang disampaikan kepada keluarga kami. Semoga jadi amal kebaikan untuk keluarga bapak Aribun," sambut keluarga korban. (Red)
Aribun Sambangi Keluarga Korban Penembakan Begal di Palas

Aribun Sambangi Keluarga Korban Penembakan Begal di Palas

PALAS (RO) - Ketua DPD Perindo Lampung Selatan (Lamsel) H Aribun Sayunis, menyambangi keluarga korban penembakan begal di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Rabu (10/6/2020).

Kunjungan Aribun, juga didampingi Ketua Kartini Perindo Lamsel, Hj. Dariati Aribun Sayunis dan sejumlah Tim Sahabat Aribun. Dalam kunjungannya, Aribun menyalurkan sejumlah bantuan berupa beras, ikan patin segar dan uang tunai sebagai santunan untuk keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Aribun Sayunis mengatakan, akibat pandemi virus corona, tindak kriminalitas kembali terjadi. Sebab, dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 yang disebabkan merambah keseluruh sektor perekonomian di kalangan masyarakat.

"Karena itu, memasuki fase new normal ini, mungkin sudah bisa kembali dilakukan kegiatan siskamling. Agar, masyarakat dapat berjaga-jaga dan meminimalisir potensi kriminalitas," Imbaunya.
Aribun menambahkan, meski bantuan yang disampaikan tidaklah bernilai materi yang berharga, namun ia berharap dapat bermanfaat bagi keluarga korban.

"Meski nilainya tidak seberapa, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat membantu keluarga korban. Semoga juga, almarhum ditempatkan disisi Allah dengan segala amal kebaikannya semasa hidup," kata Aribun disampaikan kepada keluarga korban.

Selain itu, Aribun mengimbau, kepada masyarakat juga diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan sehari-sehari. Termasuk juga dalam kegiatan doa bersama.

"Setidaknya memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan menjaga kesehatan masing-masing. Agar, meskipun kita bisa melakukan kegiatan seperti semula, kita tetap melakukan pencegahan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, pihak keluarga korban begal itu seraya bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan tokoh pengusaha di Kecamatan Palas tersebut.

"Terimakasih atas bantuan yang disampaikan kepada keluarga kami. Semoga jadi amal kebaikan untuk keluarga bapak Aribun," sambut keluarga korban. (Red)

Minggu, 29 Maret 2020

Kali ini Aksi Kemanusiaan DPD Perindo Lamsel Sasar Kecamatan Palas

Kali ini Aksi Kemanusiaan DPD Perindo Lamsel Sasar Kecamatan Palas

RO, PALAS -- Peduli Kemanusiaan  DPD Perindo Peduli Lampung Selatan (Lamsel) berlanjut di Delapan desa Kecamatan Palas. Hari Minggu (29/3/20) diantaranya di Desa Sukaraja, Suka bakti,Tanjunga sari,Bangunan,Palas aji, Mekar mulya,Suka mulya, Palas pasma.

Diketahui, seperti kegiatan sebelumnya aksi cegah Covid-19 dan DBD itu sudah dilakukan dibeberapa kecamatan diantaranya yaitu kecamatan Palas, Kalianda,Penengahan,Sidomulyo,Bakauheni,Ketapang,Candipuro dan masih akan terus berlanjut di seluruh desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Di kecamatan Palas itu Ketua DPD Perindo Lamsel, H. Aribun Sayunis bersama tim Sahabat Aribun melakukan fogging untuk memutus penyebaran DBD dan Covid-19.

Selain itu, Perindo peduli lamsel juga membagikan sekitar 10.000 sabun antiseptik dan pamflet sebagai bentuk upaya pencegahan Covid-19 yang diketahui telah mewabah keseluruh penjuru negeri.

Bersamaan dengan fogging, Aribun dan tim membagikan sabun dan pamflet serta mensosilisasikan upaya pencegahan Covid-19 yang perlu dilakukan oleh masyarakat.

"Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun antiseptik ini sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Agar, dapat mencegah penyebaran virus corona, dan jaga jarak" ucap Aribun sambil memberikan sabun antiseptik kepada masyarakat Palas.

Ia juga mengungkapkan, aksi kemanusiaan ini tidak akan berhenti, sebelum situasi penyebaran virus corona di Lamsel benar-benar dipastikan aman.

"Namun kegiatan ini tentunya dengan adanya permintaan dari aparat desa. Sebab,  fogging dilakukan tidak sembarangan. Harus ada permohonan tertulis," tukasnya. (Red)
Kali ini Aksi Kemanusiaan DPD Perindo Lamsel Sasar Kecamatan Palas

Kali ini Aksi Kemanusiaan DPD Perindo Lamsel Sasar Kecamatan Palas

RO, PALAS -- Peduli Kemanusiaan  DPD Perindo Peduli Lampung Selatan (Lamsel) berlanjut di Delapan desa Kecamatan Palas. Hari Minggu (29/3/20) diantaranya di Desa Sukaraja, Suka bakti,Tanjunga sari,Bangunan,Palas aji, Mekar mulya,Suka mulya, Palas pasma.

Diketahui, seperti kegiatan sebelumnya aksi cegah Covid-19 dan DBD itu sudah dilakukan dibeberapa kecamatan diantaranya yaitu kecamatan Palas, Kalianda,Penengahan,Sidomulyo,Bakauheni,Ketapang,Candipuro dan masih akan terus berlanjut di seluruh desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Di kecamatan Palas itu Ketua DPD Perindo Lamsel, H. Aribun Sayunis bersama tim Sahabat Aribun melakukan fogging untuk memutus penyebaran DBD dan Covid-19.

Selain itu, Perindo peduli lamsel juga membagikan sekitar 10.000 sabun antiseptik dan pamflet sebagai bentuk upaya pencegahan Covid-19 yang diketahui telah mewabah keseluruh penjuru negeri.

Bersamaan dengan fogging, Aribun dan tim membagikan sabun dan pamflet serta mensosilisasikan upaya pencegahan Covid-19 yang perlu dilakukan oleh masyarakat.

"Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun antiseptik ini sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Agar, dapat mencegah penyebaran virus corona, dan jaga jarak" ucap Aribun sambil memberikan sabun antiseptik kepada masyarakat Palas.

Ia juga mengungkapkan, aksi kemanusiaan ini tidak akan berhenti, sebelum situasi penyebaran virus corona di Lamsel benar-benar dipastikan aman.

"Namun kegiatan ini tentunya dengan adanya permintaan dari aparat desa. Sebab,  fogging dilakukan tidak sembarangan. Harus ada permohonan tertulis," tukasnya. (Red)

Jumat, 20 Maret 2020

Pencuri Gorok Sapi Warga Palas, Sisakan Tulang dan Jeroan

Pencuri Gorok Sapi Warga Palas, Sisakan Tulang dan Jeroan


Foto: Ist (FB)
RO, PALAS - Dua ekor sapi milik Yatno warga Dusun Pelabuh, Desa Sukaraja, Palas, Lampung Selatan, dicuri lalu dipotong orang tak bertanggungjawab.

Berdasarkan informasi yang di himpun, sekira pukul 02.00 WIB, Jumat (20/03/2020) pemilik masih memberi sapi nya pakan.

Namun naas sekitar pukul 04:30 WIB usai sholat subuh, dua ekor sapi milik yatno sudah tidak ada di kandang. Atas kejadian itu, pemilik kemudian menghubungi tetangga dan perangkat desa setempat.

Mendapati informasi tersebut, warga bersama-sama melakukan pengejaran dengan mengikuti lacak (jejak sapi). Setelah 1 jam dilakukan pengejaran, dua ekor sapi berhasil ditemukan di satu lokasi Perkebunan Jagung milik warga sekitar.

“Alhamdulillah berhasil ditemukan mas. Satu ekor sapi ditemukan sudah tidak ada lagi dagingnya hanya tersisa tulang dan isi dalaman, di tengah kebun jagung milik warga sekitar dan satu ekor lagi di temukan tidak jauh dari lokasi yang sama kondisi masih bulat belum sempat di tetel dagingnya,” terang salah seorang warga setempat.

Menurut Yatno pemilik sapi menerangkan, sapi tersebut diperkirakan di curi sekitar pukul 03.00 WIB. Sapi yang di ambil dagingnya satu, sementara sisanya, sudah disembelih namun daging tak sempat diambil.

"Satunya masih utuh belum sempat di tetel dagingnya karena kehabisan waktu. Diperkirakan si maling tersebut hanya satu jam untuk menetel sapi di ambil dagingnya, di tarik lewat belakang sawah terus masuk ke kebun jagungan nyeberang jalan aspal di situlah kehilangan jejak,” jelas Yatno.

Yatno melanjutkan, kejadian tersebut sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya dalam kurun waktu Dua Bulan saja. "Disini sudah tiga kali kejadian hanya berselang dua bulan saja yang kemaren punya adek saya terus punya mertua saya, di dusun ini mayoritas melihara sapi,” Pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Sukaraja Sinarti mengihimbau kepada masyarakatnya supaya berhati-hati dan untuk dilakukan ronda di Desanya sampai subuh.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi ronda, agar di tingkatkan lagi sampai subuh dan rondanya jangan hanya duduk di gardu saja, harapanya lebih waspada lagi kepada masyarakat sukaraja khususnya,” harapnya. (Ang/Red)
Pencuri Gorok Sapi Warga Palas, Sisakan Tulang dan Jeroan

Pencuri Gorok Sapi Warga Palas, Sisakan Tulang dan Jeroan


Foto: Ist (FB)
RO, PALAS - Dua ekor sapi milik Yatno warga Dusun Pelabuh, Desa Sukaraja, Palas, Lampung Selatan, dicuri lalu dipotong orang tak bertanggungjawab.

Berdasarkan informasi yang di himpun, sekira pukul 02.00 WIB, Jumat (20/03/2020) pemilik masih memberi sapi nya pakan.

Namun naas sekitar pukul 04:30 WIB usai sholat subuh, dua ekor sapi milik yatno sudah tidak ada di kandang. Atas kejadian itu, pemilik kemudian menghubungi tetangga dan perangkat desa setempat.

Mendapati informasi tersebut, warga bersama-sama melakukan pengejaran dengan mengikuti lacak (jejak sapi). Setelah 1 jam dilakukan pengejaran, dua ekor sapi berhasil ditemukan di satu lokasi Perkebunan Jagung milik warga sekitar.

“Alhamdulillah berhasil ditemukan mas. Satu ekor sapi ditemukan sudah tidak ada lagi dagingnya hanya tersisa tulang dan isi dalaman, di tengah kebun jagung milik warga sekitar dan satu ekor lagi di temukan tidak jauh dari lokasi yang sama kondisi masih bulat belum sempat di tetel dagingnya,” terang salah seorang warga setempat.

Menurut Yatno pemilik sapi menerangkan, sapi tersebut diperkirakan di curi sekitar pukul 03.00 WIB. Sapi yang di ambil dagingnya satu, sementara sisanya, sudah disembelih namun daging tak sempat diambil.

"Satunya masih utuh belum sempat di tetel dagingnya karena kehabisan waktu. Diperkirakan si maling tersebut hanya satu jam untuk menetel sapi di ambil dagingnya, di tarik lewat belakang sawah terus masuk ke kebun jagungan nyeberang jalan aspal di situlah kehilangan jejak,” jelas Yatno.

Yatno melanjutkan, kejadian tersebut sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya dalam kurun waktu Dua Bulan saja. "Disini sudah tiga kali kejadian hanya berselang dua bulan saja yang kemaren punya adek saya terus punya mertua saya, di dusun ini mayoritas melihara sapi,” Pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Sukaraja Sinarti mengihimbau kepada masyarakatnya supaya berhati-hati dan untuk dilakukan ronda di Desanya sampai subuh.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi ronda, agar di tingkatkan lagi sampai subuh dan rondanya jangan hanya duduk di gardu saja, harapanya lebih waspada lagi kepada masyarakat sukaraja khususnya,” harapnya. (Ang/Red)