Tampilkan postingan dengan label mayat terapung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mayat terapung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2020

Pemancing Temukan Mayat Anonim Terapung di Perairan Pulau Sebuku

Pemancing Temukan Mayat Anonim Terapung di Perairan Pulau Sebuku


RAJABASA (RO) - Warga daerah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, dihebohkan dengan penemuan mayat anonim (tanpa identitas) diperairan Pulau Sebuku pada, Jumat (18/09/2020).


Mayat anonim tersebut, pertama kali ditemukan oleh Sardi (35) dan Joko (53) yang berprofesi sebagai Nelayan warga Dusun Pangkul, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat tersebut ditemukan mengambang sekitar pukul 10.30 WIB. 

Saat itu, Sardi dan Joko yang saat sedang pergi memancing ikan dilaut. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan adany sesosok mayat yang tertelungkup di air laut.

"Saat lagi mancing, kami melihat ada mayat mengapung di laut," katanya.

Setelah melihat mayat itu, sejutnya mereka melaporkan hal tersebut kepada rekan yang lainnya dan kemudian dilaporkan ke Polsek Kalianda.

Sekira jam 12.30 wib mayat anonim tersebut dijemput tim Basarnas bersama Polair Res Lamsel menggunakan perahu Basarnar dan bersandar di Dermaga Bom Kalianda Bawah Kecamatan Kalianda Lamsel dan selanjutnya mayat anonim tersebut dibawa ke RSUD BOB BAZAR Kalianda untuk dilakukan identifikasi dan penanganan medis. (Sus/Red)
Pemancing Temukan Mayat Anonim Terapung di Perairan Pulau Sebuku

Pemancing Temukan Mayat Anonim Terapung di Perairan Pulau Sebuku


RAJABASA (RO) - Warga daerah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, dihebohkan dengan penemuan mayat anonim (tanpa identitas) diperairan Pulau Sebuku pada, Jumat (18/09/2020).


Mayat anonim tersebut, pertama kali ditemukan oleh Sardi (35) dan Joko (53) yang berprofesi sebagai Nelayan warga Dusun Pangkul, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat tersebut ditemukan mengambang sekitar pukul 10.30 WIB. 

Saat itu, Sardi dan Joko yang saat sedang pergi memancing ikan dilaut. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan adany sesosok mayat yang tertelungkup di air laut.

"Saat lagi mancing, kami melihat ada mayat mengapung di laut," katanya.

Setelah melihat mayat itu, sejutnya mereka melaporkan hal tersebut kepada rekan yang lainnya dan kemudian dilaporkan ke Polsek Kalianda.

Sekira jam 12.30 wib mayat anonim tersebut dijemput tim Basarnas bersama Polair Res Lamsel menggunakan perahu Basarnar dan bersandar di Dermaga Bom Kalianda Bawah Kecamatan Kalianda Lamsel dan selanjutnya mayat anonim tersebut dibawa ke RSUD BOB BAZAR Kalianda untuk dilakukan identifikasi dan penanganan medis. (Sus/Red)

Minggu, 05 Juli 2020

Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

RAJABASA (RO) - Mayat tanpa kepala yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku, Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya dievakuasi oleh Tim SAR, Minggu (05/07/2020).

Saat di konfirmasi, Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo menjelaskan, mayat yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku tersebut, saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit RSUD Bob Bazar.

"Masih tunggu hasil visum rs mas," katanya singkat, melalui pesan Whatsapp.

Terpisah, Rian salah satu anggota tim SAR menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat warga setempat melihat ada jasad yang mengambang dipermukaan laut pulau sebuku sekitar pukul 09:53 Wib.

"Warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke pol'air polres lamsel dan kita sama sama langsung bergerak menuju TKP untuk membantu, evakuasi mayat tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya. (DND/Red)
Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

RAJABASA (RO) - Mayat tanpa kepala yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku, Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya dievakuasi oleh Tim SAR, Minggu (05/07/2020).

Saat di konfirmasi, Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo menjelaskan, mayat yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku tersebut, saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit RSUD Bob Bazar.

"Masih tunggu hasil visum rs mas," katanya singkat, melalui pesan Whatsapp.

Terpisah, Rian salah satu anggota tim SAR menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat warga setempat melihat ada jasad yang mengambang dipermukaan laut pulau sebuku sekitar pukul 09:53 Wib.

"Warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke pol'air polres lamsel dan kita sama sama langsung bergerak menuju TKP untuk membantu, evakuasi mayat tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya. (DND/Red)
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Foto: Ist
RAJABASA (RO) - Masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya.

Aden mengatakan, melihat kejadian itu, saksi dan masyarakat langsung menghubungi aparat dusun menghubungi tim Basarnas untuk dilakukan evakuasi mayat anonim tersebut.

Sekitar pukul 11.05 WIB tim Basarna tiba dilokasi penemuan mayat dan langsung melakukan evakuasi dan rencananya akan dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk dilakukan otopsi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan pihak terkait. Namun nersasarkan informasi yang didapat mayat terlah sampai di RSUD Bob Bazar Kalianda. (Aan/Red).
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Foto: Ist
RAJABASA (RO) - Masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya.

Aden mengatakan, melihat kejadian itu, saksi dan masyarakat langsung menghubungi aparat dusun menghubungi tim Basarnas untuk dilakukan evakuasi mayat anonim tersebut.

Sekitar pukul 11.05 WIB tim Basarna tiba dilokasi penemuan mayat dan langsung melakukan evakuasi dan rencananya akan dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk dilakukan otopsi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan pihak terkait. Namun nersasarkan informasi yang didapat mayat terlah sampai di RSUD Bob Bazar Kalianda. (Aan/Red).

Jumat, 20 Maret 2020

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Foto: Ist
RO, TANGGAMUS - Kepolisian Sektor (Polsek) Pugung, Tanggamus, memastikan mayat anak-anak yang ditemukan di bendungan Argoguruh Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran adalah Ahdan Bilal (8).

Kepastian tersebut, setelah pihak keluarga yakni Muhayun (40) selaku ayah Ahdan Bilal didampingi Bhabinkamtibmas melakukan pemeriksaan jenazah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung dan menyatakan identik.

"Mayat anak laki-laki yang ditemukan di Bendungan Argoguruh benar bernama Ahdan Bilal warga Pekon Tanjung Kemala," ungkap Kapolsek Pugung Ipda Okta Devi, SH dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Jumat (20/3/20) sore.

Menurut Ipda Okta Devi, setelah ayah korban memastikan bahwa benar itu merupakan anaknya, ia langsung membawa anaknya ke kediaman di Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

"Saat ini jenazah korban telah berada dirumah duka. Menurut informasi terkahir dari keluarganya sore ini juga jenazah Ahdan Bilal akan dimakamkan di TPU Pekon Tanjung Kemala," terangnya.

Dikatakan Ipda Okta Devi, bahwa berdasarkan keterangan Yusnia selaku bibinya, korban tidak diketahui keberadaanya kemarin Kamis, 19 Maret 2020 siang.

Dimana diketahui oleh Yusnia sekitar pukul 13.00 Wib, korban masih berada di depan rumahnya, kemudian bibinya masuk kedalam untuk mengambil makan siang korban, namun saat kembali kedepan korban sudah tidak ada lagi.

"Atas kejadian itu, keluarganya telah melakukan pencarian namun korban yang mengenakan celana pendek hitam, baju kaos merah bergambar spiderman dan tidak memakai sendal tidak dapat ditemukan," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, bahwa korban tersebut tinggal bersama bibinya selama sekitar 1 bulan lamanya, sebab ayah dan ibu kandung korban bekerja di Tanggerang.

"Adapun ciri khusus korban berdasarkan keterangan keluarganya, memiliki tinggi sekira 80 cm, mengalami sakit autis/hyper aktif tidak bisa bicara dengan jelas dan sulit berkomunikasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sosok mayat anak-anak berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Bendungan Argoguruh Sungai Way Sekampung Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Jumat (20/3/20).

Mayat anak tanpa identitas itu ditemukan diantara tumpukan sampah bendungan pertama oleh saksi Herman warga sekitar saat sedang membersihkan sampah di bendungan tersebut sekitar pukul 10.00 Wib.

Berdasarkan informasi kepolisian disana, mayat anak laki-laki tersebut diperkirakan berumur sekitar 8 - 10 tahun dengan menggunakan baju kaos merah tanpa celana dan langsung dievakusi ke RS Abdul Moloek Bandar Lampung.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Herman, ia awalnya membersihkan sampah di bendungan tersebut melihat sosok seperti boneka, lalu memeriksa ternyata mayat anak laki.

"Saya kira boneka dan setelah ditepikan ke pinggiran baru terlihat, yang saya kira boneka ternyata adalah mayat seorang anak laki-laki," kata Herman di lokasi penemuan.

Menurut Herman, setelah mengetahui pasti bahwa yang ditemukan tersebut adalah mayat anak laki-laki kemudian ia menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Tegineneng dan anggota polsek Tegineneng.

"Langsung dilaporkan ke Polsek dan mayat tersebut dievakusi bersama-sama masyarakat disini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi disejumlah postingan group Facebook bahwa terdapat anak hilang bernama Abdan Bilal warga Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. (Hr)
Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Mayat di Bendungan Tegineneng Merupakan Warga Tanggamus

Foto: Ist
RO, TANGGAMUS - Kepolisian Sektor (Polsek) Pugung, Tanggamus, memastikan mayat anak-anak yang ditemukan di bendungan Argoguruh Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran adalah Ahdan Bilal (8).

Kepastian tersebut, setelah pihak keluarga yakni Muhayun (40) selaku ayah Ahdan Bilal didampingi Bhabinkamtibmas melakukan pemeriksaan jenazah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung dan menyatakan identik.

"Mayat anak laki-laki yang ditemukan di Bendungan Argoguruh benar bernama Ahdan Bilal warga Pekon Tanjung Kemala," ungkap Kapolsek Pugung Ipda Okta Devi, SH dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Jumat (20/3/20) sore.

Menurut Ipda Okta Devi, setelah ayah korban memastikan bahwa benar itu merupakan anaknya, ia langsung membawa anaknya ke kediaman di Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

"Saat ini jenazah korban telah berada dirumah duka. Menurut informasi terkahir dari keluarganya sore ini juga jenazah Ahdan Bilal akan dimakamkan di TPU Pekon Tanjung Kemala," terangnya.

Dikatakan Ipda Okta Devi, bahwa berdasarkan keterangan Yusnia selaku bibinya, korban tidak diketahui keberadaanya kemarin Kamis, 19 Maret 2020 siang.

Dimana diketahui oleh Yusnia sekitar pukul 13.00 Wib, korban masih berada di depan rumahnya, kemudian bibinya masuk kedalam untuk mengambil makan siang korban, namun saat kembali kedepan korban sudah tidak ada lagi.

"Atas kejadian itu, keluarganya telah melakukan pencarian namun korban yang mengenakan celana pendek hitam, baju kaos merah bergambar spiderman dan tidak memakai sendal tidak dapat ditemukan," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, bahwa korban tersebut tinggal bersama bibinya selama sekitar 1 bulan lamanya, sebab ayah dan ibu kandung korban bekerja di Tanggerang.

"Adapun ciri khusus korban berdasarkan keterangan keluarganya, memiliki tinggi sekira 80 cm, mengalami sakit autis/hyper aktif tidak bisa bicara dengan jelas dan sulit berkomunikasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sosok mayat anak-anak berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Bendungan Argoguruh Sungai Way Sekampung Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Jumat (20/3/20).

Mayat anak tanpa identitas itu ditemukan diantara tumpukan sampah bendungan pertama oleh saksi Herman warga sekitar saat sedang membersihkan sampah di bendungan tersebut sekitar pukul 10.00 Wib.

Berdasarkan informasi kepolisian disana, mayat anak laki-laki tersebut diperkirakan berumur sekitar 8 - 10 tahun dengan menggunakan baju kaos merah tanpa celana dan langsung dievakusi ke RS Abdul Moloek Bandar Lampung.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Herman, ia awalnya membersihkan sampah di bendungan tersebut melihat sosok seperti boneka, lalu memeriksa ternyata mayat anak laki.

"Saya kira boneka dan setelah ditepikan ke pinggiran baru terlihat, yang saya kira boneka ternyata adalah mayat seorang anak laki-laki," kata Herman di lokasi penemuan.

Menurut Herman, setelah mengetahui pasti bahwa yang ditemukan tersebut adalah mayat anak laki-laki kemudian ia menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Tegineneng dan anggota polsek Tegineneng.

"Langsung dilaporkan ke Polsek dan mayat tersebut dievakusi bersama-sama masyarakat disini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi disejumlah postingan group Facebook bahwa terdapat anak hilang bernama Abdan Bilal warga Dusun Sinar Tanjung Pekon Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. (Hr)