Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2024

Kendalikan Hipertensi Dengan Gerakan Patuh

Kendalikan Hipertensi Dengan Gerakan Patuh


LAMPUNG BARAT (RO)--Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tergolong dalam Penyakit Tidak menular (PTM) dan banyak ditemukan di tengah masyarakat Indonesia. 


Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat.


Kabid Kemas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Erna Yanti, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Dr.Widyatmoko Kurniawan menyampaikan, hipertensi merupakan penyakit yang harus mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat, karena apabila semakin tinggi tekanan darah seseorang, semakin tinggi pula resiko orang tersebut terkena penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.


" maka penting bagi kita untuk mengetahui berbagai langkah pengendalian yang mampu mencegah kita dan orang di sekitar kita dari berbagai risiko akibat hipertensi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan gerakan yang biasa disebut Patuh ". Ucapnya Kamis (15/2/24)


 Lanjutnya, kepanjangan dari kata Patuh itu sendiri yaitu, P = Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, A = Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur T = tetap diet dengan gizi seimbang, U = Upayakan aktivitas fisik dengan aman, H = hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.


" Gerakan Patuh adalah sebuah gerakan yang sangat berguna untuk para penderita hipertensi dalam mengendalikan tekanan darah, untuk itu mari disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan memakan makanan yang bergizi seimbang dan rutin olahraga ". Imbuhnya


Terahir kata Erna, selain itu bersegera dalam melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala hipertensi seperti kehilangan keseimbangan, sakit kepala, rasa sakit di dada dan mudah lelah, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. (Ronal)

Selasa, 13 Februari 2024

Cegah Diabetes Dengan Lakukan Enam Hal Ini

Cegah Diabetes Dengan Lakukan Enam Hal Ini


LAMPUNG BARAT (RO)--Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau yang lebih dikenal dengan Kencing Manis adalah penyakit yang tidak menular yang harus mendapatkan perhatian khusus, penyakit tersebut menjadi penyebab kematian tertinggi ke tiga di Indonesia setelah stroke dan jantung.


Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dalam setiap tahunnya bahkan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak didunia.


Kabid Kemas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Erna Yanti, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Dr.Widyatmoko Kurniawan menyampaikan, Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat insulin tidak dihasilkan atau tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan gula menumpuk di darah kita.


" Melihat kondisi tersebut maka menerapkan hidup sehat merupakan kunci yang dapat meminimalisir seseorang terkena diabetes baik diusia muda maupun diusia lanjut, penyakit ini tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi ". Jelasnya Selasa (13/2/24)


Lanjutnya, Untuk itu ada enam langkah sehat  yang dapat mencegah seseorang menderita penyakit Diabetes Melitus, seperti berhenti merokok, mempertahankan berat badan ideal, melakukan aktifitas fisik, mengkonsumsi makanan yang sehat, rutin periksa gula darah, mengelola stres.


"  lebih baik mencegah dari pada mengobati, mari menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diabetes melitus seperti buang air kecil lebih seperti biasanya terutama pada malam hari, kehilangan berat badan tampa melakukan apapun hingga luka yang tidak pernah sembuh ". Pungkasnya (Ronal)

Selasa, 20 Desember 2022

ILS Lamsel Bersama KOPI TB dan Dinas Kesehatan, Sepakat Tanggulangi Tubercolusis

ILS Lamsel Bersama KOPI TB dan Dinas Kesehatan, Sepakat Tanggulangi Tubercolusis


LAMPUNG SELATAN - Organisasi relawan Inisiatif Lampung Sehat (ILS) SSR Lampung Selatan (Lamsel) bersama Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Tuberculosis (Kopi TB) dan Dinas Kesehatan setempat sepakat berkolaborasi dalam menanggulangi penyakit tuberkulosis.


Koordinator Program Inisiatif Lampung Sehat SSR Lamsel, Rudi Hartono mengungkapkan, sebagai organisasi diluar Pemerintah berkomitmen untuk sama-sama ikut memperjuangkan penuntasan TB.


"Pertama adalah, bagaimana meningkatkan kerjasama antara rumah sakit swasta dan Dinas Kesehatan dalam pencapaian standar pelayanan minimal atau SPM. SPM kita ini kan sudah 100 persen terlampaui pada tahun 2022, dan tahun 2023 itu kita juga akan ada capaian lagi yang lebih besar," ucap Muhtadli pada acara pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Lampung Selatan, di Rumah Makan Hidayah Kuring Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Selasa (20/12/2022).


Rudi mendorong, pengoptimalan pemeriksaan TCM yakni metode deteksi molekuler berbasis nested real-time PCR di kabupaten setempat tersebar di seluruh kecamatan.


"Khususnya, bagaimana TCM itu tersebar di 17 kecamatan. Hari ini, informasinya itu baru ada 6 ya. Kemudian, bagaimana kita mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Selatan ini untuk meningkatkan anggaran berkaitan dengan pengentasan TB di 2023," lanjut Ruhar sapaan akrab Rudi Hartono.


Selain itu, Pemkab Lampung Selatan juga membuka layanan pasien TB dan mengedukasi masyarakat pentingnya mencegah bahaya TB karena menular.


"Mengkhawatirkan sekali, andaikata ini tidak segera kita edukasi dan masyarakat tidak paham soal bahaya dan pengobatan TB," tandasnya.


Sementara, Ketua Kopi TB, dr Wahyu Wibisana menyebutkan, pencapaian penanggulangan TB sudah bagus berdasarkan pelaporan dan notifikasi kasus TB.


"Kami selama ini, sudah berkomitmen dengan para DPM yakni dokter praktek mandiri dan klinik-klinik swasta untuk melaporkan kegiatan dan setiap penemuan TB," cetus dr Wahyu.


Dirinya menekankan, proses edukasi kepada masyarakat umum bahwasannya TB yang belum parah bisa disembuhkan bila berobat jalan secara rutin selama 6 bulan di Puskesmas.


"Harapan kami di 2023 nanti, pencapaian akan lebih baik lagi dan mudah-mudahan kita kabupaten pertama mencapai eliminasi TB di 2030," singkat Wahyu.


Ditempat yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Basuki Didik Setiawan mengapresiasi peran serta lapisan masyarakat dalam program pencegahan dan pengendalian penyakit TB.


"Untuk diketahui, bahwa ILS telah berperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit TB. Yang kedua, koalisi penanggulangan TB ada yang namanya SPM atau standar pelayanan minimal," kata Didik.


Target yang dicanangkan tahun 2022, sebesar 14.000 orang yang harus diperiksa ditentukan oleh Kementerian Kesehatan dan telah terlampaui.


"Adanya partisipasi di lingkungan masyarakat juga teman-teman media, ini yang paling sulit itu kan menggerakkan bagaimana masyarakat yang mempunyai gejala dini TB untuk memeriksakan diri. Ini perlu dilakukan banyak pihak, karena ketika ada orang yang ternyata positif TB di masyarakat dan itu tidak diobati maka orang ini bisa menularkan penyakit. Yang harus kita capai, nanti standingnya di tahun 2030 diharapkan Indonesia itu sudah eliminasi TBC," pungkas Didik.


Senada, perwakilan dari RSUD Bob Bazar, Kabid Pelayanan Medis, drg Kusmiati berujar, berkomitmen meningkatkan pelayanan pasien TB.


"Karena kita satu-satunya rumah sakit daerah di Lampung Selatan, harusnya lebih komitmen ya untuk melayani pasien TB. Sekarang ini, kami mempunyai sarana pelayanan khusus ruangan paru infeksius dan juga kita sediakan satu kamar untuk melayani 12 pasien," urainya.


Bahkan kini, BPJS menuntut semua rumah sakit melaporkan kedalam Sistem Informasi TB (SITB) melalui software.


"Tidak ada alasan, untuk tidak melayani pasien TB. Kami siap bekerjasama, untuk pengadaan pelayanan lebih terhadap pasien TB," tutup drg Kusmiati. (Hr)

Jumat, 20 November 2020

6 Kasus Baru Covid-19 Lamsel, 5 Natar dan 1 Sidomulyo. Berikut Keterangannya

6 Kasus Baru Covid-19 Lamsel, 5 Natar dan 1 Sidomulyo. Berikut Keterangannya


KALIANDA (RO) - Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Lampung Selatan, merilis update data terbaru sebaran covid-19.


Hingga Jumat (20/11/2020) kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung Selatan bertambah 6 kasus, sehingga total saat ini sebanyak 182 kasus.


Berikut penjelasan 6 kasus baru konfirmasi positif covid-19:


 Selamat malam, menyampaikan update data Covid 19 Kabupaten Lamsel, Jumat, 20 November: Ada tambahan 6 pasien konfirmasi baru, yaitu :


1. Pasien Nomor 177, Ny. R, usia  49 thn, warga Desa Seloretno kec. Sidomulyo. Merupakan kasus baru, tidak ada riwayat perjalanan luar daerah. Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


2. Pasien Nomor 178,  Ny. S, usia 42 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


3. Pasien Nomor 179,  Ny. D, usia 26 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


4. Pasien Nomor 180,  Nn. B, usia 17 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


5. Pasien Nomor 181,  Nn. G, usia 21 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat).Kondisi saat ini Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


6. Pasien Nomor 182, Ny. S, usia  50 thn, warga Kalisari kec. Natar, Merupakan kasus baru, tidak ada riwayat perjalanan luar daerah. Kondisi saat ini Bergejala, saat ini isolasi di RS Bintang Amin.


(Red)

6 Kasus Baru Covid-19 Lamsel, 5 Natar dan 1 Sidomulyo. Berikut Keterangannya

6 Kasus Baru Covid-19 Lamsel, 5 Natar dan 1 Sidomulyo. Berikut Keterangannya


KALIANDA (RO) - Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Lampung Selatan, merilis update data terbaru sebaran covid-19.


Hingga Jumat (20/11/2020) kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung Selatan bertambah 6 kasus, sehingga total saat ini sebanyak 182 kasus.


Berikut penjelasan 6 kasus baru konfirmasi positif covid-19:


 Selamat malam, menyampaikan update data Covid 19 Kabupaten Lamsel, Jumat, 20 November: Ada tambahan 6 pasien konfirmasi baru, yaitu :


1. Pasien Nomor 177, Ny. R, usia  49 thn, warga Desa Seloretno kec. Sidomulyo. Merupakan kasus baru, tidak ada riwayat perjalanan luar daerah. Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


2. Pasien Nomor 178,  Ny. S, usia 42 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


3. Pasien Nomor 179,  Ny. D, usia 26 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


4. Pasien Nomor 180,  Nn. B, usia 17 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat). Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


5. Pasien Nomor 181,  Nn. G, usia 21 thn,  warga Purwosari kec. Natar. Merupakan hasil tracing dari kasus Terkonfirmasi Positif Lamsel No. 141 (kerabat).Kondisi saat ini Tidak Bergejala, saat ini isolasi mandiri di rumah.


6. Pasien Nomor 182, Ny. S, usia  50 thn, warga Kalisari kec. Natar, Merupakan kasus baru, tidak ada riwayat perjalanan luar daerah. Kondisi saat ini Bergejala, saat ini isolasi di RS Bintang Amin.


(Red)