Tampilkan postingan dengan label Sidomulyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidomulyo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2021

Aksi Pencurian Kotak Amal Masjid di Sidomulyo Terekam CCTV

Aksi Pencurian Kotak Amal Masjid di Sidomulyo Terekam CCTV


SIDOMULYO - Aksi pencurian kotak amal di Masjid Jabal Rahma, Dusun Perumnas Mustika Raya I, Desa Seloretno, Sidomulyo, Lampung Selatan, terekam kamera CCTV,  Rabu (11/08/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.


Diperkirakan, pelaku yang masih berusia belasan tahun itu, melancarkan aksinya seorang diri melalui pintu depan masjid.


Pelaku kemudian mendekati kotak amal yang terbuat dari kaca itu dan langsung memecahkannya lalu mengambil seluruh uang yang ada. 


"Karena masjid tidak pernah dikunci, jadi pencuri dengan leluasa masuk lewat pintu depan," Ujar Kepala Dusun Perumnas Mustika Raya I, Oke Firmansyah, Kamis (12/8/2021).


Oke mengungkapkan, kejadian tersebut diketahui oleh salah seorang warga yang hendak menjalankan ibadah shalat ashar, didapatinya kotak amal dalam keadaan rusak dan uang di dalam raib. 


Melihat kejadian tersebut dia langsung melaporkan ke pengurus masjid dan setelah itu warga membuka rekaman CCTV yang ada Masjid, menurut Oke kejadian kehilangan uang kotak amal sudah kali ke 4.


"Setiap sebelum jumatan uang dalam kotak amal dihitung dan disimpan bendahara masjid, diperkirakan jumlah uang yang terkumpul dicuri dalam kotak amal tersebut berkisar Rp. 300-400 ribu meskipun nilainya kecil namun itu bentuk amal jariah dari semua masyarakat sekitar," ujarnya.


Sementara Kepala Desa Seloretno Achmad Subari menyampaikan kehilangan kotak amal di Masjid Jabal Rahma, ini sudah keempat kalinya dalam kurun waktu setahun terakhir.


"Karena sering kemalingan maka warga yang sekaligus jemaah masjid memasang kamera pengintai atau CCTV," tuturnya.


Dirinya menjelaskan, peristiwa ini sudah dilaporanka ke anggota Bhabinkamtibmas setempat.


"Besok secara resmi warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sidomulyo untuk di tindak lanjuti kasus pencurian uang dalam kotak amal di masjid," tukasnya. (LT/Red)

Aksi Pencurian Kotak Amal Masjid di Sidomulyo Terekam CCTV

Aksi Pencurian Kotak Amal Masjid di Sidomulyo Terekam CCTV


SIDOMULYO - Aksi pencurian kotak amal di Masjid Jabal Rahma, Dusun Perumnas Mustika Raya I, Desa Seloretno, Sidomulyo, Lampung Selatan, terekam kamera CCTV,  Rabu (11/08/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.


Diperkirakan, pelaku yang masih berusia belasan tahun itu, melancarkan aksinya seorang diri melalui pintu depan masjid.


Pelaku kemudian mendekati kotak amal yang terbuat dari kaca itu dan langsung memecahkannya lalu mengambil seluruh uang yang ada. 


"Karena masjid tidak pernah dikunci, jadi pencuri dengan leluasa masuk lewat pintu depan," Ujar Kepala Dusun Perumnas Mustika Raya I, Oke Firmansyah, Kamis (12/8/2021).


Oke mengungkapkan, kejadian tersebut diketahui oleh salah seorang warga yang hendak menjalankan ibadah shalat ashar, didapatinya kotak amal dalam keadaan rusak dan uang di dalam raib. 


Melihat kejadian tersebut dia langsung melaporkan ke pengurus masjid dan setelah itu warga membuka rekaman CCTV yang ada Masjid, menurut Oke kejadian kehilangan uang kotak amal sudah kali ke 4.


"Setiap sebelum jumatan uang dalam kotak amal dihitung dan disimpan bendahara masjid, diperkirakan jumlah uang yang terkumpul dicuri dalam kotak amal tersebut berkisar Rp. 300-400 ribu meskipun nilainya kecil namun itu bentuk amal jariah dari semua masyarakat sekitar," ujarnya.


Sementara Kepala Desa Seloretno Achmad Subari menyampaikan kehilangan kotak amal di Masjid Jabal Rahma, ini sudah keempat kalinya dalam kurun waktu setahun terakhir.


"Karena sering kemalingan maka warga yang sekaligus jemaah masjid memasang kamera pengintai atau CCTV," tuturnya.


Dirinya menjelaskan, peristiwa ini sudah dilaporanka ke anggota Bhabinkamtibmas setempat.


"Besok secara resmi warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sidomulyo untuk di tindak lanjuti kasus pencurian uang dalam kotak amal di masjid," tukasnya. (LT/Red)

Sabtu, 15 Mei 2021

Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Wasiat Ini

Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Wasiat Ini

 


RETORIKAONLINE (SIDOMULYO) -Warga Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan tewas tergantung dirumahnya, Sabtu (15/05/2021) sekitar pukul 12.30 wib.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban bernama Ahmad Pasikin (30) warga dusun Sukamari Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo. 


Korban ditemukan pertama kali oleh adik ipar korban yaitu Eki Erdianto (20) warga dusun Way Pelus Desa Seloretno Kecamatan Sidomulyo, saat hendak membeli ikan di rumah kerabat korban.


Saat itu  adik korban menanyakan keberadaan istri korban yang merupakan kakak kandungnya, dan masuk lewat pintu belakang yang tak terkunci, setalah masuk langsung membuka pintu depan dan duduk di ruang tamu bersama pacarnya, 


"Setelah duduk adik ipar korban mencari keberadaan kakaknya kerena rumah dalam keadaan sepi, Iapun membuka pintu kamar dan terkejut setelah melihat kakak iparnya tergantung pada bagian bangunan rumah dengan leher terjerat kain sarung.Karena takut Iapun keluar untuk mencari pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak desa."kata Rohmat warga setempat.


Tak selang lama setelah korban diturunkan oleh warga. Petugas kepolisian Polsek Sidomulyo datang bersama bidan puskesmas Rawat Inap Sidomulyo untuk memastikan meninggalnya korban. "Dari keterangan medis, korban murni meninggal karena gantung diri kata."Pe,i  (40) kerabat korban.


Hingga berita ini kami turunkan  belum diketahui pasti penyebab korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.


Namun sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat menuliskan surat wasiat yang berbunyi.  "TOLONG KUBURKAN JIKA AKU MATI SEJADAH INI DENGAN ALAP DENGAN TASBIH SATUKAN AKU DIDALAM KUBUR".  (Sg/Red)

Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Wasiat Ini

Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Wasiat Ini

 


RETORIKAONLINE (SIDOMULYO) -Warga Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan tewas tergantung dirumahnya, Sabtu (15/05/2021) sekitar pukul 12.30 wib.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban bernama Ahmad Pasikin (30) warga dusun Sukamari Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo. 


Korban ditemukan pertama kali oleh adik ipar korban yaitu Eki Erdianto (20) warga dusun Way Pelus Desa Seloretno Kecamatan Sidomulyo, saat hendak membeli ikan di rumah kerabat korban.


Saat itu  adik korban menanyakan keberadaan istri korban yang merupakan kakak kandungnya, dan masuk lewat pintu belakang yang tak terkunci, setalah masuk langsung membuka pintu depan dan duduk di ruang tamu bersama pacarnya, 


"Setelah duduk adik ipar korban mencari keberadaan kakaknya kerena rumah dalam keadaan sepi, Iapun membuka pintu kamar dan terkejut setelah melihat kakak iparnya tergantung pada bagian bangunan rumah dengan leher terjerat kain sarung.Karena takut Iapun keluar untuk mencari pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak desa."kata Rohmat warga setempat.


Tak selang lama setelah korban diturunkan oleh warga. Petugas kepolisian Polsek Sidomulyo datang bersama bidan puskesmas Rawat Inap Sidomulyo untuk memastikan meninggalnya korban. "Dari keterangan medis, korban murni meninggal karena gantung diri kata."Pe,i  (40) kerabat korban.


Hingga berita ini kami turunkan  belum diketahui pasti penyebab korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.


Namun sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat menuliskan surat wasiat yang berbunyi.  "TOLONG KUBURKAN JIKA AKU MATI SEJADAH INI DENGAN ALAP DENGAN TASBIH SATUKAN AKU DIDALAM KUBUR".  (Sg/Red)

Kamis, 01 Oktober 2020

(Video) Pasien Positif Covid-19 Asal Sidomulyo Meninggal Dunia

(Video) Pasien Positif Covid-19 Asal Sidomulyo Meninggal Dunia

Foto: Ist


SIDOMULYO (RO) - Pasien terkonfirmasi positif covid-19 nomor 75 Lampung Selatan, meninggal dunia, pada Kamis (01/10/2020).

Pasien berinisial A (34) Warga Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yang merupakan kasus baru, pada Selasa (29//09/2020) lalu itu, dikabarkan meninggal dunia, sekitar pukul 14.22 WIB.

Setibanya dipemakaman umum di Desa Sidodadi, jenazah yang diangkut menggunakan ambulan RSUD Bob Bazar Kalianda itu, langsung dimakamkan dengan mengikuti protokol covid-19 sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Camat Sidomulyo, Rendy Eko Supriyanto, membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang meninggal dunia akibat covid-19.

"Saya meminta agar masyarakat jangan panik dengan ditemukannya warga yang meninggal dunia terkena covid-19, yang merupakan warga sidomulyo,"ujarnya.

Tak lupa, dirinya nengimbau agar masyarakat mengikuti arahan protokol kesehatan kesehatan.

"Terkait jenazah pasien tersebut dari pemulangannya hingga pemakamannya dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Kepala Desa Sidodadi, Sigig Edi Lukman menyampaikan, pihaknya akan selalu mensosialisasikan terus tentang bahayanya wabah covid-19 dan selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Kami akan lakukan kordinasi bersama seluruh aparatur desa, langkah langkah apa yang akan kita lakukan terkait hal ini, sementara jenazah yang terkena covid-19 akan di makamkan di TPU Sidodadi tentunya dengan mengikuti arahan protokol kesehatan," Tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sidomulyo, Iptu Hengky Darmawan, mengimbau kepada masyarakat agar patuhi dan mengikuti arahan protokol kesehatan dengan melakukan 3 M.

"Hal ini di lakukan dengan masih di temukan nya penyebaran covid-19 di sidomulyo. Masyarakat lebih banyak menghindari kerumunan, apabila masih didapati akan dilakukan teguran keras dan sangsi tegas," tegasnya. 

Diketahui, pasien nomor 75, laki-laki, tn. A usia 34 tahun dari kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, merupakan kasus baru covid-19.

Dirinya dinytakan terkonfirmasi positif covid-19, pada tanggal 29 September 2020 dari hasil pemeriksaan swab 1 dan sedang menjalani isolasi mandiri di RS Pemerintah. (HER/Red)
(Video) Pasien Positif Covid-19 Asal Sidomulyo Meninggal Dunia

(Video) Pasien Positif Covid-19 Asal Sidomulyo Meninggal Dunia

Foto: Ist


SIDOMULYO (RO) - Pasien terkonfirmasi positif covid-19 nomor 75 Lampung Selatan, meninggal dunia, pada Kamis (01/10/2020).

Pasien berinisial A (34) Warga Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yang merupakan kasus baru, pada Selasa (29//09/2020) lalu itu, dikabarkan meninggal dunia, sekitar pukul 14.22 WIB.

Setibanya dipemakaman umum di Desa Sidodadi, jenazah yang diangkut menggunakan ambulan RSUD Bob Bazar Kalianda itu, langsung dimakamkan dengan mengikuti protokol covid-19 sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Camat Sidomulyo, Rendy Eko Supriyanto, membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang meninggal dunia akibat covid-19.

"Saya meminta agar masyarakat jangan panik dengan ditemukannya warga yang meninggal dunia terkena covid-19, yang merupakan warga sidomulyo,"ujarnya.

Tak lupa, dirinya nengimbau agar masyarakat mengikuti arahan protokol kesehatan kesehatan.

"Terkait jenazah pasien tersebut dari pemulangannya hingga pemakamannya dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Kepala Desa Sidodadi, Sigig Edi Lukman menyampaikan, pihaknya akan selalu mensosialisasikan terus tentang bahayanya wabah covid-19 dan selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Kami akan lakukan kordinasi bersama seluruh aparatur desa, langkah langkah apa yang akan kita lakukan terkait hal ini, sementara jenazah yang terkena covid-19 akan di makamkan di TPU Sidodadi tentunya dengan mengikuti arahan protokol kesehatan," Tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sidomulyo, Iptu Hengky Darmawan, mengimbau kepada masyarakat agar patuhi dan mengikuti arahan protokol kesehatan dengan melakukan 3 M.

"Hal ini di lakukan dengan masih di temukan nya penyebaran covid-19 di sidomulyo. Masyarakat lebih banyak menghindari kerumunan, apabila masih didapati akan dilakukan teguran keras dan sangsi tegas," tegasnya. 

Diketahui, pasien nomor 75, laki-laki, tn. A usia 34 tahun dari kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, merupakan kasus baru covid-19.

Dirinya dinytakan terkonfirmasi positif covid-19, pada tanggal 29 September 2020 dari hasil pemeriksaan swab 1 dan sedang menjalani isolasi mandiri di RS Pemerintah. (HER/Red)

Selasa, 08 Oktober 2019

Musim Kemarau, Sertu Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Buat Pakan Ternak Dari Sampah

Musim Kemarau, Sertu Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Buat Pakan Ternak Dari Sampah

Sertu Zulkarnaen (baju loreng) disaksikan Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M. Sefri Masdian saat menjelaskan proses pembuatan pakan ternak fermentasi dari sampah daun kering.
SIDOMULYO, RETORIKA – Musim kemarau tidak lagi menjadi momok bagi peternak di Kecamatan Sidomulyo, khususnya di Desa Seloretno dan Sidodadi untuk mencari pakan hijauan.
Pasalnya, peternak di wilayah itu mulai menerapkan teknologi pengolahan pakan ternak alternatif dengan teknologi fermentasi berbahan baku sampah atau dedauan kering.

Hebatnya, selain irit dan mudah dibuat sendiri, pakan ternak alternatif itu diklaim mampu bertahan hingga berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun sehingga peternak tidak lagi khawatir dengan kelangkaan pakan hijauan dikala musim kemarau.

Adalah Sertu Zulkarnaen, anggota Koramil 421-07 Kecamatan Sidomulyo Kodim 0421 Lampung Selatan, yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Seloretno dan Sidodadi berhasil menciptakan inovasi pakan ternak berbahan baku sampah daun kering.

Menurut Zulkarnaen, ide itu berawal dari musim kemarau yang berkepanjangan, dimana peternak sulit untuk mencari pakan ternak berupa rumput hijau.

“Ini berawal dari kelangkaan rumput hijau disaat musim kering. Dari situ saya berfikir mencari solusi menciptakan pakan ternak dari daun-daun kering,” ujar Zulkarnaen ditemui tim Diskominfo Lamsel pada Senin, 7 Oktober 2019 kemarin.

Sertu Zulkarnaen (baju loreng) bersama Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M. Sefri Masdian saat memberikan pakan ternak berupa dedauan kering hasil fermentasi.
Dia menambahkan, selain kelangkaan pakan disaat kamarau, ide membuat pakan ternak fermentasi itu juga dikarenakan untuk menghemat tenaga dan waktu ditengah menjalankan tugas sebagai Babinsa.

“Ini juga menyangkut kedinasan, saya ini kan Babinsa tugasnya mangayomi masyarakat. Jadi nggak sempat mau ngarit. Dengan ini (fermentasi) saya bisa menghemat waktu dan tenaga, mau memberi makan tinggal ambil di persediaan,” ungkap Zulkarnaen.

Dia menyatakan, pembuatan pakan ternak itu pun terbilang sangat mudah dan murah, hanya dengan modal awal tidak lebih dari Rp200 ribu. Modal itu untuk membuat alat pencacah dan membeli bahan lainnya.

Dengan penuh semangat, Zulkarnaen pun menjelaskan dengan rinci tahapan-tahapan proses pembuatan pakan ternak fermentasi itu.

Pertama bahan baku utama berupa daun-daun kering atau jerami yang dipotong kecil-kecil, ditambah beberapa bahan seperti suplemen mikro organik cair, bekatul, gula pasir, dan garam yang telah dilarutkan kedalam ember. Kemudian semua bahan itu diaduk sampai merata.

Setelah semua bahan tercampur, bahan pakan ternak tersebut kemudian difermentasi dengan dimasukkan ke dalam kantong plastik maupun tong dan ditutup rapat selama 10-15 menit. Usai melalui proses fermentasi, bahan pakan ternak tersebut sudah siap digunakan.

“Sambil nunggu 10-15 menit kita bisa mengerjakan yang lain. Tetapi, semakin lama waktu fermentasinya, 4 hari atau seminggu semakin baik kualitasnya,” terangnya.

Dirasa berhasil, Zulkarnaen pun menularkan ilmunya kepada warga disekitar tempat tinggalnya. Selain sebagai Babinsa, posisi sebagai Ketua Radio Persaudaraan Penduduk Sidomulyo (RPPS) pun tidak disia-siakan Zulkarnaen untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat di wilayahnya.

“Alhamdulillah, setelah saya jalani selama 3 bulan dan sejauh ini berhasil, bersama RPPS dan didorong serta didukung Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, saya akan terus lakukan kegiatan ini untuk membantu masyarakat, khususnya peternak di Lampung Selatan,” ucapnya.

Sosok pria yang ramah dan sangat familiar terutama bagi warga Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro ini pun berharap, kegiatannya tersebut dapat terus didukung dan disosialisasikan ke masyarakat.

Karena selain membantu peternak menciptakan pakan alternatif, kegiatannya itu juga diharapakn dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan akibat pembakaran sampah daun-daun kering.

“Mudah-mudahan ini bisa di dorong kesemua masyarakat Lampung Selatan, sehingga tidak ada lagi peternak yang kesulitan mencari pakan di musim  kemarau. Dan tidak ada lagi peternak yang menjual ternaknya ke tengkulak dengan harga murah disaat musim kemarau,” tandasnya.


Sertu Zulkarnaen (baju loreng) bersama Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M. Sefri Masdian bersama anggota RPPS saat melakukan sosialisasi pekan ternak fermentasi berbahan baku sampah daun kering.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, M. Sefri Masdian sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Sertu Zulkarnaen bersama anggota RPPS tersebut.

Menurutnya, hal itu adalah suatu inovasi yang sangat luar biasa dan harus terus didukung. Sehingga kedepan harapannya tidak ada lagi peternak yang kesulitan mencari pakan hijauan.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan harus didukung. Siapa tahu kedepan Kecamatan Sidomulyo ini bisa menjadi sentra ternak kambing atau sapi. Jika kita terus sosialisasikan, bisa saja kedepan inovasi ini akan mensejahterakan peternak yang ada di Lampung Selatan,” kata Sefri. (bs)