Tampilkan postingan dengan label RO Channel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RO Channel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2020

(Video) Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri

(Video) Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri

Foto: Ist


SIDOMULYO (RO) - Warga Kecamatan Sidomulyo, kembali digegerkan dengan penemuan seorang mayat pria di Desa Sidowaluyo, Selasa (01/12/2020).

Kali ini, warga menemukan sosok seorang pria yang tewas gantung diri dengan leher masih terikat tali disebuah bangunan, sekitar pukul 14.30 WIB.


Berdasarkan informasi, korban adalah AN  (22) warga Dusun 8 blok Semarang, Desa Sidowaluyo. Korban ditemukan pertama kali oleh bibinya di gubuk bekas pembuatan batu bata. 


Keterangan dari Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) 421-07/Sidomulyo Sertu Saryono. Kejadian bermula, saat bibi korban yang bernama Sumartini merasa curiga karena korban tidak terlihat. 


"Bibinya mencarinya di dalam kamar namun tidak ada, kemudian mencari korban di belakang rumah tepatnya di gubuk bekas pembuatan batu bata, didapati oleh bibinya, korban telah gantung diri mengunakan seutas tambang yang berukuran 3 meter dengan posisi setengah berdiri," katanya. 


Usai melihat korban, sang bibi kemudian memanggil saudaranya Agus Suwarto (35) yang secara kebetulan berada di depan rumah tempat tinggalnya dan menghubungi aparatur Desa serta kami selaku Babinsa setempat.


"Setelah kami datang kelokasi kejadian dan memastikan korban sudah tidak bernyawa, kami segera menghubungi pihak Kepolisian Sektor Sidomulyo serta Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo. Sekitar jam 15,15 Semua pihak telah datang ke lokasi kejadian," tambahnya. 


Lanjut Sertu Saryono, saat ditemukan, kondisi leher korban sudah hitam kemerahan akibat bekas jeratan tali tambang yang digunakan korban gantung diri.


"Serta keluar air liur dari hidung dan mulut. Segera kami bersama-sama menurunkan korban dan membawa korban kedalam rumah korban. Menurut warga sekitar dan saudaranya bahwa korban sedikit mengalami gangguan kejiwaan," jelasnya.


Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Sidowaluyo, Haroni, korban selama ini dikenal dengan sosok yang pendiam, diduga alami depresi sehingga nekat lakukan aksi bunuh diri.


"Kejadiannya di Dusun 8 blok semarang, korban warga Desa Sidowaluyo. Menurut keterangan, yang mengetahui kejadian pertama kali bibinya, korban ditemukannya telah tergantung dibelakang rumahnya," tutur Haroni. 


Dirinya melanjutkan, tempat korban tergantung merupakan sebuah gubuk bekas pembuatan batu bata yang sudah tak terpakai dan dijadikan tempt tidur oleh korban setiap harinya. 


"Korban merupakan anak pertama dari Suryana, pada saat kejadian orang tua korban sedang tidak ada dirumah. sedangkan ibu tiri korban bernama Susi," pungkasnya. (Hr/Red)


(Video) Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri

(Video) Warga Sidomulyo Ditemukan Tewas Gantung Diri

Foto: Ist


SIDOMULYO (RO) - Warga Kecamatan Sidomulyo, kembali digegerkan dengan penemuan seorang mayat pria di Desa Sidowaluyo, Selasa (01/12/2020).

Kali ini, warga menemukan sosok seorang pria yang tewas gantung diri dengan leher masih terikat tali disebuah bangunan, sekitar pukul 14.30 WIB.


Berdasarkan informasi, korban adalah AN  (22) warga Dusun 8 blok Semarang, Desa Sidowaluyo. Korban ditemukan pertama kali oleh bibinya di gubuk bekas pembuatan batu bata. 


Keterangan dari Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) 421-07/Sidomulyo Sertu Saryono. Kejadian bermula, saat bibi korban yang bernama Sumartini merasa curiga karena korban tidak terlihat. 


"Bibinya mencarinya di dalam kamar namun tidak ada, kemudian mencari korban di belakang rumah tepatnya di gubuk bekas pembuatan batu bata, didapati oleh bibinya, korban telah gantung diri mengunakan seutas tambang yang berukuran 3 meter dengan posisi setengah berdiri," katanya. 


Usai melihat korban, sang bibi kemudian memanggil saudaranya Agus Suwarto (35) yang secara kebetulan berada di depan rumah tempat tinggalnya dan menghubungi aparatur Desa serta kami selaku Babinsa setempat.


"Setelah kami datang kelokasi kejadian dan memastikan korban sudah tidak bernyawa, kami segera menghubungi pihak Kepolisian Sektor Sidomulyo serta Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo. Sekitar jam 15,15 Semua pihak telah datang ke lokasi kejadian," tambahnya. 


Lanjut Sertu Saryono, saat ditemukan, kondisi leher korban sudah hitam kemerahan akibat bekas jeratan tali tambang yang digunakan korban gantung diri.


"Serta keluar air liur dari hidung dan mulut. Segera kami bersama-sama menurunkan korban dan membawa korban kedalam rumah korban. Menurut warga sekitar dan saudaranya bahwa korban sedikit mengalami gangguan kejiwaan," jelasnya.


Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Sidowaluyo, Haroni, korban selama ini dikenal dengan sosok yang pendiam, diduga alami depresi sehingga nekat lakukan aksi bunuh diri.


"Kejadiannya di Dusun 8 blok semarang, korban warga Desa Sidowaluyo. Menurut keterangan, yang mengetahui kejadian pertama kali bibinya, korban ditemukannya telah tergantung dibelakang rumahnya," tutur Haroni. 


Dirinya melanjutkan, tempat korban tergantung merupakan sebuah gubuk bekas pembuatan batu bata yang sudah tak terpakai dan dijadikan tempt tidur oleh korban setiap harinya. 


"Korban merupakan anak pertama dari Suryana, pada saat kejadian orang tua korban sedang tidak ada dirumah. sedangkan ibu tiri korban bernama Susi," pungkasnya. (Hr/Red)


(Video) Warga Sidomulyo Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus Listrik Milik Warga

(Video) Warga Sidomulyo Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus Listrik Milik Warga



SIDOMULYO (RO) - Untung (50) warga Dusun Besuki, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, ditemukan meninggal di area pesawahan milik Ladre (55), Senin (30/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.


Berdasarkan informasi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban pergi menuju area pesawahan tersebut untuk memcari rumput. Namun, dirinya diduga malah tersetrum jebakan tikus yang dialiri listrik disekitar area persawahan yang sedang ditanami semangka. 


Saat itu, korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya Setiono (25) yang hendak mencari air. Menurutnya, saat tiba dilokasi dirinya melihat korban tergeletak sudah tak bernyawa disekitar jebakan tikus tersebut.


"Saat itu saya mau cari air, tiba-tiba saya melihat Pakde saya sudah dalam keadaan tak bernyawa di dekat aliran listrik milik pak Ladre sekitar 17.30 Wib. Pada saat menemukan korban, posisi lampu dalam keadaan hidup, karena panik saya langsung pulang dan memberi tahukan pada keluarga di rumah,"kata Setiono. 


Hal senadapun disampaikan Saelan (60), salah satu rekan korban yang mengaku bertemu dengan korban sekitar pukul 15.00 WIB sebelum flyover dekat lokasi kejadian.


"Saat itu saya bertanya, "Pulang to mas," kata Saelan mengikuti bahasa Untung. 


Menurut Saelan, diarea tersebut memang banyak memakai jebakan listrik untuk mengusir hama tikus, dikaarenakan banyak hamanya mungkin kalau tidak di pasang tanamannya tidak aman. 


"Biasanya sih dihidupkan ketika mau magrib dan itu juga ditunggu agar tidak mengkawatirkan warga lain dan nanti di matikan sekitar pukul 06.00 Wib pagi."ungkapnya. 


Sementara Kapolsek Sidomulyo, Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, penemuan mayat tersebut bisa mengandung unsur pidana, namun pihaknya perlu keterangan, bukti dan juga hasil visum terlebih dahulu.


"Kami ingin mengetahui apa asbab korban ini tewas kenapa, setelah di lakukan nya visum nanti, baru nanti kita dapat mengetahui asbab nya dan kalaupun kita melakukan proses hukum juga ada dasar nya dari hasil Visum tersebut. Kita lakukan proses, artinya kalau kita akan melakukan proses hukum biar mudah. Kalau tidak ada surat hasil Visum tidak akan bisa dasar hukum nya,"tambahnya. 


Sementara itu Kepala Desa Sidowaluyo, Haroni mengatakan, bahwa benar korban adalah salah satu warganya yang meninggal di area persawahan, di duga tersengat aliran listrik jebakan hama tikus.


"Guna kepentingan data, jenazah di larikan ke Rumah Sakit RSUD Bob Bazar Kalianda guna di lakukan Visum,” kata Haroni saat dilokasi kejadian. (Hr/Red)

(Video) Warga Sidomulyo Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus Listrik Milik Warga

(Video) Warga Sidomulyo Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus Listrik Milik Warga



SIDOMULYO (RO) - Untung (50) warga Dusun Besuki, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, ditemukan meninggal di area pesawahan milik Ladre (55), Senin (30/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.


Berdasarkan informasi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban pergi menuju area pesawahan tersebut untuk memcari rumput. Namun, dirinya diduga malah tersetrum jebakan tikus yang dialiri listrik disekitar area persawahan yang sedang ditanami semangka. 


Saat itu, korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya Setiono (25) yang hendak mencari air. Menurutnya, saat tiba dilokasi dirinya melihat korban tergeletak sudah tak bernyawa disekitar jebakan tikus tersebut.


"Saat itu saya mau cari air, tiba-tiba saya melihat Pakde saya sudah dalam keadaan tak bernyawa di dekat aliran listrik milik pak Ladre sekitar 17.30 Wib. Pada saat menemukan korban, posisi lampu dalam keadaan hidup, karena panik saya langsung pulang dan memberi tahukan pada keluarga di rumah,"kata Setiono. 


Hal senadapun disampaikan Saelan (60), salah satu rekan korban yang mengaku bertemu dengan korban sekitar pukul 15.00 WIB sebelum flyover dekat lokasi kejadian.


"Saat itu saya bertanya, "Pulang to mas," kata Saelan mengikuti bahasa Untung. 


Menurut Saelan, diarea tersebut memang banyak memakai jebakan listrik untuk mengusir hama tikus, dikaarenakan banyak hamanya mungkin kalau tidak di pasang tanamannya tidak aman. 


"Biasanya sih dihidupkan ketika mau magrib dan itu juga ditunggu agar tidak mengkawatirkan warga lain dan nanti di matikan sekitar pukul 06.00 Wib pagi."ungkapnya. 


Sementara Kapolsek Sidomulyo, Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, penemuan mayat tersebut bisa mengandung unsur pidana, namun pihaknya perlu keterangan, bukti dan juga hasil visum terlebih dahulu.


"Kami ingin mengetahui apa asbab korban ini tewas kenapa, setelah di lakukan nya visum nanti, baru nanti kita dapat mengetahui asbab nya dan kalaupun kita melakukan proses hukum juga ada dasar nya dari hasil Visum tersebut. Kita lakukan proses, artinya kalau kita akan melakukan proses hukum biar mudah. Kalau tidak ada surat hasil Visum tidak akan bisa dasar hukum nya,"tambahnya. 


Sementara itu Kepala Desa Sidowaluyo, Haroni mengatakan, bahwa benar korban adalah salah satu warganya yang meninggal di area persawahan, di duga tersengat aliran listrik jebakan hama tikus.


"Guna kepentingan data, jenazah di larikan ke Rumah Sakit RSUD Bob Bazar Kalianda guna di lakukan Visum,” kata Haroni saat dilokasi kejadian. (Hr/Red)

Minggu, 08 November 2020

(Video) Tiga Penonton Terjebur ke Sumur Saat Asik Nonton Pertandingan Voli di Rajabasa

(Video) Tiga Penonton Terjebur ke Sumur Saat Asik Nonton Pertandingan Voli di Rajabasa



RAJABASA (RO) - Tiga orang suporter yang tengah asik menonton turnamen bola voli di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, terperosok kedalam sumur.

Menurut KI salah satu suporter yang berada dilokasi, ketiganya sedang menyaksikan pertandingan bola voly, nakun nahas, ketiga orang tersebut terperosok lalu masuk kedalam sumur.

"Lagi asik nonton tournamen antara Desa Kerinjing melawan Desa Belambangan, tidak diketahui pasti penyebabnya tau-tau ketiga penonton tersebut kejebur sumur bg." ujarnya Minggu, (08/11/2020) Sore.

Mengetahui kejadian tersebut, lanjutnya. Dengan sepontan warga beserta suporter yang berada dekat dengan ketiga korban tersebut membantu mengevakuasi, ketiga suporter yang masuk kedalam sumur tersebut.

"Alhamdulillah ketiga suporter tersebut Berhasil di evakuasi menggunakan sebuah tali."Lanjutnya

Diketahui ketiga suporter tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat. (Rk/Red)

(Video) Tiga Penonton Terjebur ke Sumur Saat Asik Nonton Pertandingan Voli di Rajabasa

(Video) Tiga Penonton Terjebur ke Sumur Saat Asik Nonton Pertandingan Voli di Rajabasa



RAJABASA (RO) - Tiga orang suporter yang tengah asik menonton turnamen bola voli di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, terperosok kedalam sumur.

Menurut KI salah satu suporter yang berada dilokasi, ketiganya sedang menyaksikan pertandingan bola voly, nakun nahas, ketiga orang tersebut terperosok lalu masuk kedalam sumur.

"Lagi asik nonton tournamen antara Desa Kerinjing melawan Desa Belambangan, tidak diketahui pasti penyebabnya tau-tau ketiga penonton tersebut kejebur sumur bg." ujarnya Minggu, (08/11/2020) Sore.

Mengetahui kejadian tersebut, lanjutnya. Dengan sepontan warga beserta suporter yang berada dekat dengan ketiga korban tersebut membantu mengevakuasi, ketiga suporter yang masuk kedalam sumur tersebut.

"Alhamdulillah ketiga suporter tersebut Berhasil di evakuasi menggunakan sebuah tali."Lanjutnya

Diketahui ketiga suporter tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat. (Rk/Red)

Rabu, 04 November 2020

Video Viral:  Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil

Video Viral: Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil


RO - Video viral sepasang aparatur sipil negara ( ASN) yang diduga berasal dari lingkungan Pemkab Bintan tertangkap warga saat asyik mesum di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggiran pantai Trikora, Tanjung Keling Desa Malang Rapat, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (3/11/2020). 

Dalam video viral tersebut, terlihat kedua pasangan mesum ini kaget setelah apa yang mereka lakukan di dalam mobil diketahui oleh warga sekitar. Oknum pria bahkan kepergok dalam kondisi setengah telanjang. 

Melihat aksinya diketahui oleh warga sekitar, sang pria yang belum diketahui identitasnya ini langsung bergegas pindah ke kursi pengemudi dan langsung tancap gas untuk kabur dari kejaran warga.

Belum diketahui keduanya berdinas di instansi mana, namun dari atribut ASN yang dipergunakan keduanya diduga keduanya berdinas di lingkungan Pemkab Bintan. 

Sekretaris Daerah Pemkab Bintan, Adi Prihantara yang dihubungi melalui telepon membenarkan atas kejadian ini. Pegawai honorer Pemkab Bintan Adi tidak menampik bahwa pasangan mesum yang videonya viral ini merupakan pegawai di lingkungan Pemkab Bintan. 

“Video tersebut benar dan keduanya juga pegawai Pemkab Bintan,” kata Adi kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (3/11/2020). 

Akan tetapi Adi mengaku keduanya merupakan merupakan honorer di bagian sekretariat Pemkab Bintan. 

"Hari ini keduanya tidak masuk kerja dan besok akan saya panggil untuk minta penjelasan atas apa yang terjadi hari ini,” kata Adi. 

Kedua pelaku bolos saat kejadian Adi juga mengaku kecewa atas viralnya video mesum tersebut. Apalagi saat terekam di dalam video keduanya mengenakan pakaian dinas, sementara keduanya diketahui tidak masuk kantor.

 “Sudah bolos, terekam pula mesum di dalam mobil, benar-benar tidak memiliki rusak akhlak mereka,” pungkas Adi. (Sumber: kompas)

Tonton Videonya:



Video Viral:  Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil

Video Viral: Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil


RO - Video viral sepasang aparatur sipil negara ( ASN) yang diduga berasal dari lingkungan Pemkab Bintan tertangkap warga saat asyik mesum di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggiran pantai Trikora, Tanjung Keling Desa Malang Rapat, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (3/11/2020). 

Dalam video viral tersebut, terlihat kedua pasangan mesum ini kaget setelah apa yang mereka lakukan di dalam mobil diketahui oleh warga sekitar. Oknum pria bahkan kepergok dalam kondisi setengah telanjang. 

Melihat aksinya diketahui oleh warga sekitar, sang pria yang belum diketahui identitasnya ini langsung bergegas pindah ke kursi pengemudi dan langsung tancap gas untuk kabur dari kejaran warga.

Belum diketahui keduanya berdinas di instansi mana, namun dari atribut ASN yang dipergunakan keduanya diduga keduanya berdinas di lingkungan Pemkab Bintan. 

Sekretaris Daerah Pemkab Bintan, Adi Prihantara yang dihubungi melalui telepon membenarkan atas kejadian ini. Pegawai honorer Pemkab Bintan Adi tidak menampik bahwa pasangan mesum yang videonya viral ini merupakan pegawai di lingkungan Pemkab Bintan. 

“Video tersebut benar dan keduanya juga pegawai Pemkab Bintan,” kata Adi kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (3/11/2020). 

Akan tetapi Adi mengaku keduanya merupakan merupakan honorer di bagian sekretariat Pemkab Bintan. 

"Hari ini keduanya tidak masuk kerja dan besok akan saya panggil untuk minta penjelasan atas apa yang terjadi hari ini,” kata Adi. 

Kedua pelaku bolos saat kejadian Adi juga mengaku kecewa atas viralnya video mesum tersebut. Apalagi saat terekam di dalam video keduanya mengenakan pakaian dinas, sementara keduanya diketahui tidak masuk kantor.

 “Sudah bolos, terekam pula mesum di dalam mobil, benar-benar tidak memiliki rusak akhlak mereka,” pungkas Adi. (Sumber: kompas)

Tonton Videonya:



Jumat, 16 Oktober 2020

(Video) Innalillahi, Seorang Nenek Meninggal Usai Terjatuh Saat Hendak Naik Kapal di Merak

(Video) Innalillahi, Seorang Nenek Meninggal Usai Terjatuh Saat Hendak Naik Kapal di Merak

Foto: Tangkapan Layar Video

MERAK (RO) - Sebuah video kamera pengawas (CCTV), memperlihatkan seorang nenek terjatuh saat akan menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (16/10/2020).

Dalam video itu memperlihatkan, rampdoor atau jalan penghubung dari gangway menuju kapal tidak rapat, sehingga nenek tersebut terperosok lalu terjatuh.

Nahasnya lagi, usai terjatuh nenek itu terjepit diantara kapal dan fender atau besi sandaran kapal.

Menurut keterangan para saksi, sekitar pukul 10.17 WIB di Dermaga 3, KMP Raja Rakata sedang melakukan sandar untuk proses bongkar dan muat orang atau barang. 

"Pada saat muat penumpang, pejalan kaki di jalur gang way mau naik ke kapal, korban terjatuh ke bawah," kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryanto, seperti dikutip retorikaonline.com dari Detik.com.

Menurut para saksi, korban sempat tersangkut di antara kapal dan jembatan. Tak lama, korban terjatuh ke laut tepat di sela antara dermaga dan kapal.

"Dari keterangan saksi, ramp door khusus pejalan kaki tidak menempel ke railing kapal karena alur, sehingga ada rongga antara ramp door dan kapal. Dengan adanya rongga tersebut menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka," ungkap Sigit

Menurut Sigit, korban masih bernapas setelah terjatuh dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong.

"Dinyatakan meninggal di dalam perjalanan ke RS Krakatau Medika," ucap Sigit. (*/Red)

Sumber: Detik.com
(Video) Innalillahi, Seorang Nenek Meninggal Usai Terjatuh Saat Hendak Naik Kapal di Merak

(Video) Innalillahi, Seorang Nenek Meninggal Usai Terjatuh Saat Hendak Naik Kapal di Merak

Foto: Tangkapan Layar Video

MERAK (RO) - Sebuah video kamera pengawas (CCTV), memperlihatkan seorang nenek terjatuh saat akan menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (16/10/2020).

Dalam video itu memperlihatkan, rampdoor atau jalan penghubung dari gangway menuju kapal tidak rapat, sehingga nenek tersebut terperosok lalu terjatuh.

Nahasnya lagi, usai terjatuh nenek itu terjepit diantara kapal dan fender atau besi sandaran kapal.

Menurut keterangan para saksi, sekitar pukul 10.17 WIB di Dermaga 3, KMP Raja Rakata sedang melakukan sandar untuk proses bongkar dan muat orang atau barang. 

"Pada saat muat penumpang, pejalan kaki di jalur gang way mau naik ke kapal, korban terjatuh ke bawah," kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryanto, seperti dikutip retorikaonline.com dari Detik.com.

Menurut para saksi, korban sempat tersangkut di antara kapal dan jembatan. Tak lama, korban terjatuh ke laut tepat di sela antara dermaga dan kapal.

"Dari keterangan saksi, ramp door khusus pejalan kaki tidak menempel ke railing kapal karena alur, sehingga ada rongga antara ramp door dan kapal. Dengan adanya rongga tersebut menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka," ungkap Sigit

Menurut Sigit, korban masih bernapas setelah terjatuh dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong.

"Dinyatakan meninggal di dalam perjalanan ke RS Krakatau Medika," ucap Sigit. (*/Red)

Sumber: Detik.com

Rabu, 14 Oktober 2020

(Video) Kapal Logistik Kandas di Perairan Sebuku

(Video) Kapal Logistik Kandas di Perairan Sebuku


LAMPUNG (RO) - Kapal Noah Satu yang merupakan kapal logistik, kandas diperairan dekat Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (14/10/2020).

Dari rekaman video amatir yang diambil salah seorang Nelayan pagi tadi, terlihat kondisi kapal tengah menyangkut didekat Pulau Sebuku. Sejumlah para Anak Buah Kapal (ABK) pun terlihat tengah mengenakan jaket pelampung.

"Perkiraan semalam kandasnya, biasanya ini kapal dari arah teluk mau ke Tanjung Priok. Kalau kondisi kapal kayaknya bocor karena nabrak karang, tadi beberapa Nelayan sekitar juga sudah mendekat untuk memberi pertolongan," ujar Nelayan Abdul Kori.

Belum diketahui pasti apa penyebab dari kandasnya kapal tersebut. Namun, kapal logistik berukuran besar itu terlihat masih mengangkut barang yang dibawanya.

Sedangkan Basarnas Lampung, mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui peristiwa tersebut. 

"Kalo dari yang piket belum ada info, dan sedang dikroscek lagi. Nanti akan kita update ya bang kalau ada info," ujar Deni Kurniawan, selaku Koordinator Humas Basarnas Lampung, saat dikonfirmasi. (Red).



(Video) Kapal Logistik Kandas di Perairan Sebuku

(Video) Kapal Logistik Kandas di Perairan Sebuku


LAMPUNG (RO) - Kapal Noah Satu yang merupakan kapal logistik, kandas diperairan dekat Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (14/10/2020).

Dari rekaman video amatir yang diambil salah seorang Nelayan pagi tadi, terlihat kondisi kapal tengah menyangkut didekat Pulau Sebuku. Sejumlah para Anak Buah Kapal (ABK) pun terlihat tengah mengenakan jaket pelampung.

"Perkiraan semalam kandasnya, biasanya ini kapal dari arah teluk mau ke Tanjung Priok. Kalau kondisi kapal kayaknya bocor karena nabrak karang, tadi beberapa Nelayan sekitar juga sudah mendekat untuk memberi pertolongan," ujar Nelayan Abdul Kori.

Belum diketahui pasti apa penyebab dari kandasnya kapal tersebut. Namun, kapal logistik berukuran besar itu terlihat masih mengangkut barang yang dibawanya.

Sedangkan Basarnas Lampung, mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui peristiwa tersebut. 

"Kalo dari yang piket belum ada info, dan sedang dikroscek lagi. Nanti akan kita update ya bang kalau ada info," ujar Deni Kurniawan, selaku Koordinator Humas Basarnas Lampung, saat dikonfirmasi. (Red).



Selasa, 13 Oktober 2020

(Video) Aksi Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung Selatan

(Video) Aksi Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung Selatan

KALIANDA (RO) - Kesatuan Aksi Mahasiswa Lampung Selatan, kembali geruduk kantor DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (12/10/2020).

Kedatangan puluhan mahasiswa gabungan itu untuk menyuarakan penolakan atas Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Mahasiswa yang terdiri dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan HMI Cabang Persiapan Kalianda, longmarch dari Jl. Kesuma Bangsa menuju Gedung DPRD Lamsel. 

PMII dan HMI sepakat menolak Omnibus Law yang kebijakannya dinilai berpihak kepada investor ketimbang para buruh.

“ Sikap Kesatuan Aksi Mahasiswa Lampung Selatan menolak UU Cipta Kerja dengan menyatakan empat poin. Sebab UU Ciptakerja/Omnibus Law tersebut tidak berpihak kepada buruh dan rakyat melainkan berpihak kepada investor atau para pemilik modal,” ujar Korlap Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel, Yusuf Kurniawan 

Empat poin tersebut berbunyi; Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menolak UU Cipta Kerja tidak pro terhadap rakyat kecil. Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel juga menolak Omnibus Law. Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menuntut DPRD Lamsel agar mendukung langkah untuk melakukan judicial review Omnibus Law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Terakhir, Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menuntut DPRD Lamsel membuat nota kesepahaman dengan menggunakan kop surat DPRD dan video pernyataan sikap sebagai bukti konkret bahwa DPRD Lamsel turut memperjuangkan aspirasi rakyat.

Tuntutan tersebut dipenuhi oleh perwakilan DPRD Lamsel. Terdapat 26 Anggota Parlemen kabupaten ini yang satu suara dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel yang menolak Omnibus Law.

26 anggota DPRD Lamsel itu sudah lebih dari 50 persen kesepahamannya dengan aksi penolakan UU Ciptakerja yang disuarakan mahasiswa. Hanya minus tandatangan dari anggota Fraksi PDIP saja.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Demokrar yang diwakilkan, Jenggis Khan Haikal, keluar menemui para pendemo dan memberikan pengertian kepada para pendemo. 

Jenggis menyatakan bahwa, dirinya mewakili DPRD Lampung Selatan mendukung aksi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan HMI.

“Saya mewakili DPRD Lampung Selatan, DPRD Lampung Selatan menolak UU Omnibus law  Kami juga mendukung langkah kawan-kawan dari PMII untuk menggugat ke MK,” kata dia sembari menyerahkna surat pernyataan yang telah ditanda tangani oleh 26 orang anggota DPRD setempat.   

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lamsel, Agus Sartono mengatakan, bahwa DPRD Lamsel sebagai kepanjangan tangan dari rakyat di daerah ini menolak dan mendukung aksi mahasiswa untuk meneruskan persoalan ini ke MK.

“ Kami 26 dewan mendukung aksi mahasiswa yang menolak UU Ciptakerja, aspirasi mereka kami dukung untuk terus dilanjutkan ke MK sebab di daerah anggota DPRD tidak punya kewenangan untuk merumuskan UU Ciptakerja tersebut,” kata politisi PAN Lamsel ini. (Sg/Red)

(Video) Aksi Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung Selatan

(Video) Aksi Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung Selatan

KALIANDA (RO) - Kesatuan Aksi Mahasiswa Lampung Selatan, kembali geruduk kantor DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (12/10/2020).

Kedatangan puluhan mahasiswa gabungan itu untuk menyuarakan penolakan atas Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Mahasiswa yang terdiri dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan HMI Cabang Persiapan Kalianda, longmarch dari Jl. Kesuma Bangsa menuju Gedung DPRD Lamsel. 

PMII dan HMI sepakat menolak Omnibus Law yang kebijakannya dinilai berpihak kepada investor ketimbang para buruh.

“ Sikap Kesatuan Aksi Mahasiswa Lampung Selatan menolak UU Cipta Kerja dengan menyatakan empat poin. Sebab UU Ciptakerja/Omnibus Law tersebut tidak berpihak kepada buruh dan rakyat melainkan berpihak kepada investor atau para pemilik modal,” ujar Korlap Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel, Yusuf Kurniawan 

Empat poin tersebut berbunyi; Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menolak UU Cipta Kerja tidak pro terhadap rakyat kecil. Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel juga menolak Omnibus Law. Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menuntut DPRD Lamsel agar mendukung langkah untuk melakukan judicial review Omnibus Law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Terakhir, Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel menuntut DPRD Lamsel membuat nota kesepahaman dengan menggunakan kop surat DPRD dan video pernyataan sikap sebagai bukti konkret bahwa DPRD Lamsel turut memperjuangkan aspirasi rakyat.

Tuntutan tersebut dipenuhi oleh perwakilan DPRD Lamsel. Terdapat 26 Anggota Parlemen kabupaten ini yang satu suara dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Lamsel yang menolak Omnibus Law.

26 anggota DPRD Lamsel itu sudah lebih dari 50 persen kesepahamannya dengan aksi penolakan UU Ciptakerja yang disuarakan mahasiswa. Hanya minus tandatangan dari anggota Fraksi PDIP saja.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Demokrar yang diwakilkan, Jenggis Khan Haikal, keluar menemui para pendemo dan memberikan pengertian kepada para pendemo. 

Jenggis menyatakan bahwa, dirinya mewakili DPRD Lampung Selatan mendukung aksi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan HMI.

“Saya mewakili DPRD Lampung Selatan, DPRD Lampung Selatan menolak UU Omnibus law  Kami juga mendukung langkah kawan-kawan dari PMII untuk menggugat ke MK,” kata dia sembari menyerahkna surat pernyataan yang telah ditanda tangani oleh 26 orang anggota DPRD setempat.   

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lamsel, Agus Sartono mengatakan, bahwa DPRD Lamsel sebagai kepanjangan tangan dari rakyat di daerah ini menolak dan mendukung aksi mahasiswa untuk meneruskan persoalan ini ke MK.

“ Kami 26 dewan mendukung aksi mahasiswa yang menolak UU Ciptakerja, aspirasi mereka kami dukung untuk terus dilanjutkan ke MK sebab di daerah anggota DPRD tidak punya kewenangan untuk merumuskan UU Ciptakerja tersebut,” kata politisi PAN Lamsel ini. (Sg/Red)

Selasa, 06 Oktober 2020

(Video) Aksi Pencurian Oleh Tiga Ibu-ibu Terekam CCTV di Kalianda

(Video) Aksi Pencurian Oleh Tiga Ibu-ibu Terekam CCTV di Kalianda



KALIANDA (RO) – Video Aksi pencurian yang di lakukan 3 wanita di toko aksesoris kecantikan Qabauso, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) terekam CCTV pada Senin (5/10/2020), kemarin.

Dalam rekaman video terlihat tiga orang ibu-ibu utu, masuk ke area toko dijalan Kesuma Bangsa Kelurahan Kalianda Kecamatan Kalianda dengan santainya dan kemudian berkeliling toko untuk melihat kondisi sekitar seperti layaknya pembeli.

Berawal dari situlah, para pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk masuk ke toko dan mengambil tas, sarung bantal dan taplak meja yang ada di lokasi. Pelaku juga masih sempat melakukan transaksi ke karyawan kasir.

Ketika dikonfirmasi, pemilik toko, Tika mengatakan, kejadian ini sudah terjadi dua kali yang pada kejadian kemarin telah kehilangan tas, sarung bantal dan taplak meja yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Selasa (6/10/2020).

Dalam kejadian tersebut pemilik toko menjelaskan bahwasanya kerugian di taksir mencapai Rp. 700.000 (Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

Aksi pencurian tersebut terbilang cukup rapi. Pasalnya, kendaraan pelaku sengaja tidak ditaruh di depan toko untuk menghindari cctv. Atas peristiwa itu, pemilik toko langsung melaporkan ke pihak kepolisian polres lamsel.

“Ada tiga pelaku. Kendaraannya kelihatannya ditaruh di depan, sehingga tidak terpantau cctv. Dalam kejadian tersebut kita sudah laporkan ke polisi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ketiga ibu-ibu itu sua menggunakan hijab warna ungu dan kuning dan satu pelaku tidak menggunakan hijab. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak terkaitm. (Den/Red).
(Video) Aksi Pencurian Oleh Tiga Ibu-ibu Terekam CCTV di Kalianda

(Video) Aksi Pencurian Oleh Tiga Ibu-ibu Terekam CCTV di Kalianda



KALIANDA (RO) – Video Aksi pencurian yang di lakukan 3 wanita di toko aksesoris kecantikan Qabauso, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) terekam CCTV pada Senin (5/10/2020), kemarin.

Dalam rekaman video terlihat tiga orang ibu-ibu utu, masuk ke area toko dijalan Kesuma Bangsa Kelurahan Kalianda Kecamatan Kalianda dengan santainya dan kemudian berkeliling toko untuk melihat kondisi sekitar seperti layaknya pembeli.

Berawal dari situlah, para pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk masuk ke toko dan mengambil tas, sarung bantal dan taplak meja yang ada di lokasi. Pelaku juga masih sempat melakukan transaksi ke karyawan kasir.

Ketika dikonfirmasi, pemilik toko, Tika mengatakan, kejadian ini sudah terjadi dua kali yang pada kejadian kemarin telah kehilangan tas, sarung bantal dan taplak meja yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Selasa (6/10/2020).

Dalam kejadian tersebut pemilik toko menjelaskan bahwasanya kerugian di taksir mencapai Rp. 700.000 (Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

Aksi pencurian tersebut terbilang cukup rapi. Pasalnya, kendaraan pelaku sengaja tidak ditaruh di depan toko untuk menghindari cctv. Atas peristiwa itu, pemilik toko langsung melaporkan ke pihak kepolisian polres lamsel.

“Ada tiga pelaku. Kendaraannya kelihatannya ditaruh di depan, sehingga tidak terpantau cctv. Dalam kejadian tersebut kita sudah laporkan ke polisi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ketiga ibu-ibu itu sua menggunakan hijab warna ungu dan kuning dan satu pelaku tidak menggunakan hijab. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak terkaitm. (Den/Red).