Tampilkan postingan dengan label Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 November 2023

Sempat Tabrak Polisi Pakai Brio Merah, Dua Pencuri yang Kabur Akhirnya Ditangkap

Sempat Tabrak Polisi Pakai Brio Merah, Dua Pencuri yang Kabur Akhirnya Ditangkap


PESISIR BARAT---Sat reskrim polres pesisir barat di back up tekab 308 presisi polda lampung akhirnya berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan yang sempat viral di medsos yang kabur menabrak anggota polsek Bengkunat dengan menggunakan mobil Brio merah, Jumat (17/11/2023). 


Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsahendra mengatakan, sudah satu minggu sejak kejadian tersebut, tim sat reskrim polres pesibar sudah melakukan pengintaian terhadap beberapa pelaku yg melarikan diri masuk ke hutan TNBBS. 


" Tadi malam 2 diantaranya diciduk saat bertransaksi narkoba di tegineneng, sehingga tadi malam sekaligus juga diciduk 2 pengedar narkoba yang salah satunya memiliki senjata api. Sedangkan 1 pelaku lainnya yang menggunakan brio merah masih dalam pencarian (DPO). Karna keterbatasan personel, penangkapan tersebut di back up oleh direktorat reskrim Polda Lampung ".  Ucapnya


Sebagai info, pengemudi brio merah yg menabrak anggota saat dalam pengejaran tersebut adalah salah satu yg diamankan yaitu Ramdan bin anwar. Yang bersangkutan bisa saja dijerat pasal berlapis karena menyerang anggota polri yg sedang melaksanakan tugas, Untuk kasus penangkapan pengedar narkobanya sendiri direncanakan akan diambil alih oleh Dit Narkoba Polda Lampung utk dikembangkan lebih lanjut.


Kapolres pesisir Barat dan jajaran tetap berkomitmen untuk serius dalam pengungkapan segala tindak pidana kejahatan jalan yg terjadi di wilayah hukum polres pesisir barat. Intinya kami tidak akan membiarkan celah bagi pelaku perampokan untuk berulah di kabupaten pesisir barat.


Kasat reskrim polres pesisir barat membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap 4 orang yaitu RI (22) alamat negara Ratu, ABP (21) rantau ajaya udik sukadana, MS (27) alamat alang rato negeri katon pesawaran kemudian AP (25) alamat gunung sugih baru pesawaran, ke empat pelaku pada saat kita lakukan penangkapan melakukan perlawanan terhadap petugas. 


" Dalam penangkapan tersebut kami di back up oleh Tekab 308 presisi polda lampung dan kami berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari pelaku yaitu 1 (satu) pucuk senjata api jenis HS berikut amunis 8 butir aktif, timbangan elektrik, narkotika jenis sabu, plastik klip, alat isap sabu/bong dan enam buah handphone ". Jelasnya


Lanjutnya, Dari hasil Interogasi pelaku inisial RI dan ABP mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dengan pemberatan 2 tkp di wilayah pesisir barat pada tanggal 09 November 2023 dan membenarkan pada saat melakukan aksi menggunakan kendaran honda Brio merah dan pada saat kabur menabrak anggota polisi yang mencegatnya dan untuk kedua pelaku akan kita sidik di polres pesisir barat sedangkan untuk kedua pelaku lainnya akan kita serahkan ke polda lampung untuk disidik terkait tindkanpidana kepemilikan senjata api dan narkotika dan kami masih di lapangan bersama team dari polda untuk pengembangan TKP lainnya.


" Perlu diketahui sat reskrim polres pesisir barat berhasil ungkap kasus pencurian dengan pemberatan 2 tkp yaitu tkp pertama di warung korban an. Bambang Irawan di pekon Lintik Kecamatan krui selatan kabupaten pesisir barat dan tkp kedua toko tiga putri korban an. Suci pertiwi dengan alamat pekon negeri Ratu ngambur Kecamatan Ngambur kabupaten pesisir Barat, untuk pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 KUhp dengan ancaman hukuman 7tahun penjara ". Pungkasnya (Ronal)

Kamis, 05 Mei 2022

Asik Berenang, Ayah dan Anak Tewas Terseret Ombak di Perairan Pesisir Barat

Asik Berenang, Ayah dan Anak Tewas Terseret Ombak di Perairan Pesisir Barat


 PESISIR BARAT-- Asik mandi dipantai Dua warga asal kota Tangerang yang merupakan ayah dan anak  terseret ombak diperairan Pesisir Barat, tepatnya di Pantai Pekon Walur, Kecamatan Pesisir Utara. Rabu (4/5/2022)


Korban yakni bernama Rahmat Budi Priyono (43) dan anaknya Kayyisa Rahsa Zhafira (9), kedua ayah dan anak tersebut tenggelam setelah terseret ombak saat berenang di perairan pantai Pekon Walur.


Namun nasib sang ayah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sang anak hingga kini masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh masyarakat di bantu BPBD dan Badan Sar Tanggamus.


Peratin (Kepala Desa) Walur Novrian Adhiaksa mengungkapkan kronologis kejadian bermula saat korban bersama tiga orang anaknya mandi disekitaran bibir pantai.


"Kondisi laut saat itu memang sedang tidak bersahabat karena permukaan terlihat tenang namun arus di dalamnya sangat kuat, lalu salah seorang putrinya Kayyisa Rahsa Zhafira terbawa arus dan tenggelam," Ungkapnya


Melihat putrinya tenggelam sang ayah Rahmat berusaha menolong namun naas saat mencoba menyelamatkan putrinya dia kelelahan dan ikut terseret arus ombak.


Rahmat sempat di tolong oleh warga yang melihat kejadian tersebut namun saat di bawa ke puskesmas terdekat nyawa rahmat sudah tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.


"Hingga saat ini putrinya Kayyisa belum juga di temukan, kita terus berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas pos Tanggamus untuk proses pencarian terhadap korban," tambahnya.


Novrian mengatakan pencarian terhadap putri berusia 9 tahun tersebut akan terus dilakukan pencarian korban, meskipun melihat kondisi dan situasi cuaca guna mendukung proses pencarian terhadap korban. Tutupnya (RNL)