Tampilkan postingan dengan label Pemkab tulang bawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab tulang bawang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2020

BLHD Tuba dan Fortuba Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

BLHD Tuba dan Fortuba Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

TULANGBAWANG (RO) - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)Kabupaten Tulang Bawang, melakukan  bersih-bersih di lapangan Aspol Menggala, merupakan kegiatan rutin BLHD Tuba dan salah program Bupati Winarti, dalam menjaga kebersihan di Saibumi Nengah Nyappur.

Kegiatan tersebut, yang dilakukan BLHD Tuba bersama Forum Rakyat Tulang Bawang (FORTUBA) sebagai bentuk wujud kepedulian masyarakat bersama Pemerintah Daerah terhadap lingkungan sekitar Kota Menggala.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Rakyat Tulang Bawang (FORTUBA), Andika, mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BLHD Tuba,  yang telah membantu masyarakat untuk bersihkan lapangan Aspol.

”Dengan melakukan pemotongan rumput disekitat lapangan, walaupun lapangan tersebut, bukan milik pemerintah daerah,”terang Andikan. Rabu, (16/92020).

Dikatakan Andika, BLHD Tuba bukan hanya melakukan bersih-bersih dengan memotong rumput, BLHD juga ikut dalam pemeliharaan lampu jalan disepanjang jalan kecamatan Menggala.

”Karena itu, saya mengimbau kepada msyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar ditempat yang telah disediakan,” ucap Andika.

Lanjut, Andika, ia mengajak, agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekitar dengan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya.

”Saya berharap kepada masyarakat, dapat memilah sampah menjadi tiga, yaitu, sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi pupuk, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab BLHD Tuba, untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir,” ujar Andika. (PUT)
BLHD Tuba dan Fortuba Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

BLHD Tuba dan Fortuba Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

TULANGBAWANG (RO) - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)Kabupaten Tulang Bawang, melakukan  bersih-bersih di lapangan Aspol Menggala, merupakan kegiatan rutin BLHD Tuba dan salah program Bupati Winarti, dalam menjaga kebersihan di Saibumi Nengah Nyappur.

Kegiatan tersebut, yang dilakukan BLHD Tuba bersama Forum Rakyat Tulang Bawang (FORTUBA) sebagai bentuk wujud kepedulian masyarakat bersama Pemerintah Daerah terhadap lingkungan sekitar Kota Menggala.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Rakyat Tulang Bawang (FORTUBA), Andika, mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BLHD Tuba,  yang telah membantu masyarakat untuk bersihkan lapangan Aspol.

”Dengan melakukan pemotongan rumput disekitat lapangan, walaupun lapangan tersebut, bukan milik pemerintah daerah,”terang Andikan. Rabu, (16/92020).

Dikatakan Andika, BLHD Tuba bukan hanya melakukan bersih-bersih dengan memotong rumput, BLHD juga ikut dalam pemeliharaan lampu jalan disepanjang jalan kecamatan Menggala.

”Karena itu, saya mengimbau kepada msyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar ditempat yang telah disediakan,” ucap Andika.

Lanjut, Andika, ia mengajak, agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekitar dengan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya.

”Saya berharap kepada masyarakat, dapat memilah sampah menjadi tiga, yaitu, sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi pupuk, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab BLHD Tuba, untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir,” ujar Andika. (PUT)

Kamis, 30 Juli 2020

Banyak Play Project Mangkrak, Dinas PUTR Tuba Malah Menghilang

Banyak Play Project Mangkrak, Dinas PUTR Tuba Malah Menghilang

Foto: Ist
Tulang Bawang (RO) - Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti, punya konsep jitu untuk mempercantik setiap sudut lokasi yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

Salah satunya, tugu yang ada di terminal Menggala yang menjadi contoh play projek dari awal Tugu Garuda sebagai icon baru. Lalu Taman Tugu Ikan Jelabat yang berlokasi Pasar Lama Kota Menggala.

kemudian Tugu Simpang Penawar yang juga dibuat icon Kabupaten Tulang Bawang dan masih banyak lagi play projek lainnya ke depan sebagai wacana Bupati Tulang Bawang untuk mempercantik Kabupatenya.

Harry Oktavia selaku Sekretaris LSM Forkorindo, mengapresiasi upaya yang dilakukan Winarti, namun menurutnya, ada beberapa permasalahan dibalik pembangunan tersebut.

Seperti berita tentang sengketa tuguterminal menggala, kemudian polemik berita terminal menggala dan yang hangat berita polemik tentang Tugu simpang penawar,yang menurutnya terkesan serba gegabah di lakukan pihak Dinas PUTR Kabupaten Tulang Bawang.

“saya sangat mendukung apa yang sudah di konsep bupati winarti sangat Elegan,sangat banyak play project wacana yang akan di buat untuk mempercantik Kabupaten Tulang Bawang,namun ada polemik yang saya baca di beberapa berita ,seperti pembangunan Icon terminal menggala tugu garuda yang dimana sempat heboh klaim dari pihak pemilik lahan yang sempat pembangunannya di stop dan di pagar bambu dan entah gimana itu ,kemudian baru-baru ini perseteruan di pembangunan tugu simpang penawar yang munculnya dari rekanan dan oleh dinas PU ,kan kalau begitu terus sangat terkesan gegabah yang di lakukan pihak dinas PU ya cuman itu dah pilihan Bupati “Cetus Harry
Selain itu Harry menambahkan.

Menurutnya keinginan besar Bupati merupakan tantangan bagi Dinas PU dikarenakanmercusuar pembangunan fisik Kabupaten ada di pihak Dinas tersebut,mengingat masa jabatan Bupati terbatas jika sampai tidak terealisasi di khawatirkan hanya menjadi wacana yang berujung berpendapat terkendala oleh waktu.

“inilah tantanganbagi dinas PU untuk mewujutkan harapan Bupati Tulang Bawang, jangan salah langkah terus dan lambat menyelesaikan masalah, karna mercusuar Kabupaten Tulang Bawang, ada pada Dinas tersebut,sedangkan masa jabatan Bupati ini kan sudah mau habis, terus gimana kalau belum pada selesai?, apa ujungnya bilang gak selesai karna waktu kurang lama!!! “Tuturnya

Lanjut harry ,menurutnya terkadang selalu memudahkan masalah dan terkadang sering tertutup akan informasi, seperti pihaknya pernah memberikan undangan acara untuk berdialog penjelasan terkait pembangunan tugu simpang penawar namun, dinas PU tidak merespon atau memberikan jawaban secara jelas bahkan pihak Harry sempat memundurkan acara tapi faktanya  dinas terkait tidak merespon dan tetap tidak hadir.

“kalau PU mah sering kalau ada masalah tiba-tiba hilang kemudian muncul lagi masalah baru,cuma tidak mau untuk klarifikasi,nah seperti acara Talk Show yang sempat diadakan dengan Tema Mengulas Polemik Tugu Simpang Penawar,cuma alasannya gak penah jelas hingga acara tersebut di undur 2 kali cuma masih gak ada respon”ujarnya

Harry juga berharap kepada dinas PU agar selalu terbuka dalam setiap info apapun,karena  dikhawatirkan jika sikap tertutupnya berlarut publik akan bertanya-tanya, kemudian membuat ragu banyak kalangan dengan progress yang di harapkan Bupati,sehingga menurutnya jika progres tersebut tak mampu terselesaikan oleh waktu  yang di tentukan, sama halnya membuat planning Bupati bisa menjadi sebagai wacana dan ia juga berpendapat  jikamana hal tersebut sampai terjadi, sama saja Dinas PU Uji Nyali Bupati Tulang Bawang yang kemungkinan berani menggantikan para pejabat di Dinas tersebut.

“saya berharap kepada dinas PU janganlah selalu tertutup dalam soal konfirmasi terkait Polemik yang sering beredar ,di karenakan banyak publik yang terkadang bertanya-tanya tentang setiap polemik yang ada ,justru itu terkadang membuat banyak kalangan ragu dengan apa yang akan di bangun oleh Bupati Tulang Bawang sehingga ujungnya terjadi tidak sesuai harapan bupati, sama aja planning bupati hanya di jadikan sekedar wacana,nah disini kan yang di rugikan akhirnya nama baik Bupati yang terkesan omdo (omong doang) sama aja uji nyali bupati Hj.Winarti,SE.,MH yang di kira takut untuk menggantikan para pejabat di Dinas PU tersebut," pungkasnya (TIM/PUT)
Banyak Play Project Mangkrak, Dinas PUTR Tuba Malah Menghilang

Banyak Play Project Mangkrak, Dinas PUTR Tuba Malah Menghilang

Foto: Ist
Tulang Bawang (RO) - Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti, punya konsep jitu untuk mempercantik setiap sudut lokasi yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

Salah satunya, tugu yang ada di terminal Menggala yang menjadi contoh play projek dari awal Tugu Garuda sebagai icon baru. Lalu Taman Tugu Ikan Jelabat yang berlokasi Pasar Lama Kota Menggala.

kemudian Tugu Simpang Penawar yang juga dibuat icon Kabupaten Tulang Bawang dan masih banyak lagi play projek lainnya ke depan sebagai wacana Bupati Tulang Bawang untuk mempercantik Kabupatenya.

Harry Oktavia selaku Sekretaris LSM Forkorindo, mengapresiasi upaya yang dilakukan Winarti, namun menurutnya, ada beberapa permasalahan dibalik pembangunan tersebut.

Seperti berita tentang sengketa tuguterminal menggala, kemudian polemik berita terminal menggala dan yang hangat berita polemik tentang Tugu simpang penawar,yang menurutnya terkesan serba gegabah di lakukan pihak Dinas PUTR Kabupaten Tulang Bawang.

“saya sangat mendukung apa yang sudah di konsep bupati winarti sangat Elegan,sangat banyak play project wacana yang akan di buat untuk mempercantik Kabupaten Tulang Bawang,namun ada polemik yang saya baca di beberapa berita ,seperti pembangunan Icon terminal menggala tugu garuda yang dimana sempat heboh klaim dari pihak pemilik lahan yang sempat pembangunannya di stop dan di pagar bambu dan entah gimana itu ,kemudian baru-baru ini perseteruan di pembangunan tugu simpang penawar yang munculnya dari rekanan dan oleh dinas PU ,kan kalau begitu terus sangat terkesan gegabah yang di lakukan pihak dinas PU ya cuman itu dah pilihan Bupati “Cetus Harry
Selain itu Harry menambahkan.

Menurutnya keinginan besar Bupati merupakan tantangan bagi Dinas PU dikarenakanmercusuar pembangunan fisik Kabupaten ada di pihak Dinas tersebut,mengingat masa jabatan Bupati terbatas jika sampai tidak terealisasi di khawatirkan hanya menjadi wacana yang berujung berpendapat terkendala oleh waktu.

“inilah tantanganbagi dinas PU untuk mewujutkan harapan Bupati Tulang Bawang, jangan salah langkah terus dan lambat menyelesaikan masalah, karna mercusuar Kabupaten Tulang Bawang, ada pada Dinas tersebut,sedangkan masa jabatan Bupati ini kan sudah mau habis, terus gimana kalau belum pada selesai?, apa ujungnya bilang gak selesai karna waktu kurang lama!!! “Tuturnya

Lanjut harry ,menurutnya terkadang selalu memudahkan masalah dan terkadang sering tertutup akan informasi, seperti pihaknya pernah memberikan undangan acara untuk berdialog penjelasan terkait pembangunan tugu simpang penawar namun, dinas PU tidak merespon atau memberikan jawaban secara jelas bahkan pihak Harry sempat memundurkan acara tapi faktanya  dinas terkait tidak merespon dan tetap tidak hadir.

“kalau PU mah sering kalau ada masalah tiba-tiba hilang kemudian muncul lagi masalah baru,cuma tidak mau untuk klarifikasi,nah seperti acara Talk Show yang sempat diadakan dengan Tema Mengulas Polemik Tugu Simpang Penawar,cuma alasannya gak penah jelas hingga acara tersebut di undur 2 kali cuma masih gak ada respon”ujarnya

Harry juga berharap kepada dinas PU agar selalu terbuka dalam setiap info apapun,karena  dikhawatirkan jika sikap tertutupnya berlarut publik akan bertanya-tanya, kemudian membuat ragu banyak kalangan dengan progress yang di harapkan Bupati,sehingga menurutnya jika progres tersebut tak mampu terselesaikan oleh waktu  yang di tentukan, sama halnya membuat planning Bupati bisa menjadi sebagai wacana dan ia juga berpendapat  jikamana hal tersebut sampai terjadi, sama saja Dinas PU Uji Nyali Bupati Tulang Bawang yang kemungkinan berani menggantikan para pejabat di Dinas tersebut.

“saya berharap kepada dinas PU janganlah selalu tertutup dalam soal konfirmasi terkait Polemik yang sering beredar ,di karenakan banyak publik yang terkadang bertanya-tanya tentang setiap polemik yang ada ,justru itu terkadang membuat banyak kalangan ragu dengan apa yang akan di bangun oleh Bupati Tulang Bawang sehingga ujungnya terjadi tidak sesuai harapan bupati, sama aja planning bupati hanya di jadikan sekedar wacana,nah disini kan yang di rugikan akhirnya nama baik Bupati yang terkesan omdo (omong doang) sama aja uji nyali bupati Hj.Winarti,SE.,MH yang di kira takut untuk menggantikan para pejabat di Dinas PU tersebut," pungkasnya (TIM/PUT)

Rabu, 24 Juni 2020

Winarti Pimpin Apel Terpadu dan Gelar Pasukan

Winarti Pimpin Apel Terpadu dan Gelar Pasukan

TULANGBAWANG (RO) - Bupati Tulang Bawang, Winarti, pimpin Apel Terpadu dan Gelar Pasukan bersama Forkopimda setempat di Kecamatan Banjar Agung, Rabu (24/06/2020).

Apel tersebut dalam rangka operasi pendisiplinan protokol kesehetan di kabuoaten setempat itu, diikuti juga oleh sejumlah organisasi seperti Fkppi tuba, RAPI Tulangbawang serta beberapa ormas.

Menurut Winarti, negara telah memanggil untuk bersama-sama hadir ditengah masyarakat, berjuang melawan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"saya ucapkan terimakasih atas kerja keras kita selama ini, terus hindari kerumunan, pakai masker, sering cuci tangan, hal yang sangat sederhana diajarkan oleh covid-19 pada kita," katanya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan semua pihak, agar kelak penerapan New Normal di Tuba, harus mengedepankan protokol kesehatan terutama di pasar.

"Harus dijaga agar tidak terjadi penyebaran disini, semua pedagang diharapkan tertib mengikuti arahan dan anjuran pemerintah," pungkasnya. (Red)