Tampilkan postingan dengan label PT. ASDP Indonesia Ferry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT. ASDP Indonesia Ferry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2021

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memukul perekonomian berbagai sektor di Tanah Air, termasuk industri penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis tetap bertahan di tengah pandemi dengan terus menghadirkan layanan prima utamanya terhadap sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, sejak 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia. Pemicunya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan sempat menutup layanan untuk penumpang secara total pada masa pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat. 


"Namun, untuk layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani secara penuh truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk tetap menjaga pasokan di daerah tetap stabil. Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang produksi penyeberangan ASDP selama pandemi Covid-19," tutur Ira. 


Data mencatat, ASDP melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari - Juli 2021, atau naik sekitar 13,3 persen bila dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik, yang terdiri dari kendaraan golongan IVB,VB, VIB, VII dan VIII. Sedangkan untuk barang, pencapaian semester I-2021 ASDP berhasil mengangkut hingga 465 ribu ton yang tercapai 82 persen dari target RKAP 2021 sebanyak 565 ribu ton barang dan naik 18 persen dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 395 ribu ton. 


Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,70 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,8 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 156 miliar atau mencapai 474 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 289 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar. 


"Kami terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.  Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Ira. 


Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. 


Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis di masa Covid-19 ini dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit. Salah satu komitmen, ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapatkan _Boarding Pass_ untuk naik ke kapal. Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 


Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dan terus mendorong ASDP untuk terus menjadi operator pelayanan transportasi publik yang handal dan mumpuni dalam memberikan pelayanan bermutu prima di seluruh Indonesia.


 "Kita negara kelautan, seyogyanya kita membangun transportasi kelautan kita, baik untuk perorangan, masyarakat, dan tidak kalah penting adalah ekonomi yaitu barang atau kargo," tuturnya. 


Menteri Erick menambahkan, sebagai negara kepulauan dan kelautan yang besar, "Kita tidak mungkin jika tidak meningkatkan fasilitas dan pelayanan dari industri, baik perkapalan, pelabuhan maupun penyeberangan. Mari satukan langkah, terus berpijak pada AKHLAK dan jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia," ujarnya menandaskan. (Rls)

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memukul perekonomian berbagai sektor di Tanah Air, termasuk industri penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis tetap bertahan di tengah pandemi dengan terus menghadirkan layanan prima utamanya terhadap sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, sejak 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia. Pemicunya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan sempat menutup layanan untuk penumpang secara total pada masa pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat. 


"Namun, untuk layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani secara penuh truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk tetap menjaga pasokan di daerah tetap stabil. Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang produksi penyeberangan ASDP selama pandemi Covid-19," tutur Ira. 


Data mencatat, ASDP melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari - Juli 2021, atau naik sekitar 13,3 persen bila dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik, yang terdiri dari kendaraan golongan IVB,VB, VIB, VII dan VIII. Sedangkan untuk barang, pencapaian semester I-2021 ASDP berhasil mengangkut hingga 465 ribu ton yang tercapai 82 persen dari target RKAP 2021 sebanyak 565 ribu ton barang dan naik 18 persen dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 395 ribu ton. 


Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,70 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,8 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 156 miliar atau mencapai 474 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 289 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar. 


"Kami terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.  Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Ira. 


Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. 


Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis di masa Covid-19 ini dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit. Salah satu komitmen, ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapatkan _Boarding Pass_ untuk naik ke kapal. Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 


Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dan terus mendorong ASDP untuk terus menjadi operator pelayanan transportasi publik yang handal dan mumpuni dalam memberikan pelayanan bermutu prima di seluruh Indonesia.


 "Kita negara kelautan, seyogyanya kita membangun transportasi kelautan kita, baik untuk perorangan, masyarakat, dan tidak kalah penting adalah ekonomi yaitu barang atau kargo," tuturnya. 


Menteri Erick menambahkan, sebagai negara kepulauan dan kelautan yang besar, "Kita tidak mungkin jika tidak meningkatkan fasilitas dan pelayanan dari industri, baik perkapalan, pelabuhan maupun penyeberangan. Mari satukan langkah, terus berpijak pada AKHLAK dan jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia," ujarnya menandaskan. (Rls)

Minggu, 29 Agustus 2021

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak


JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap mendukung program Pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya melalui transportasi di sektor angkutan penyeberangan dengan menerapkan verifikasi data vaksin pengguna jasa pada proses reservasi tiket online Ferizy yang terintegrasi bertahap dengan Aplikasi PeduliLindungi. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk akan terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, dimana data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal.  Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 



"Sesuai dengan SE Satgas Covid-19 No.17 Tahun 2021  tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor SE 56 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada 26 Juli 2021, bahwa syarat perjalanan penyeberangan mewajibkan masyarakat untuk melampirkan bukti pelaksanaan vaksinasi (minimal dosis pertama) dan hasil tes Covid-19 (Antigen H-1 / PCR H-2). Melalui penerapan ini, pengguna jasa yang dapat melakukan pembelian tiket online Ferizy hanya yang telah divaksin atau yang termasuk kategori pengecualian vaksin," tutur Shelvy menjelaskan. 


Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, telah ditetapkan syarat wajib bagi pengguna jasa penyeberangan yakni melampirkan Hasil Negatif Test Covid-19 Antigen (1 x 24 jam) atau PCR (2 x 24 jam) dan bukti vaksin (minimal dosis pertama). 


Dalam optimalisasi verifikasi dokumen kesehatan terhadap pengguna jasa penyeberangan akan dilaksanakan dengan mekanisme double screening (verifikasi ganda). Pertama, verifikasi dokumen kesehatan dilakukan saat Pengguna Jasa memesan tiket online di Ferizy yang terintegrasi dengan Aplikasi Peduli Lindungi. Kedua, verifikasi dokumen kesehatan dilaksanakan di pelabuhan penyeberangan oleh Tim Satgas Covid-19 setempat. 


ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar dapat mengunduh Aplikasi PeduliLindungi dan memastikan hasil vaksinnya telah tersedia. "Saat proses reservasi tiket online di Ferizy, pastikan data penumpang yang diisi sesuai Kartu Identitas. Selanjutnya agar dipastikan juga data diri seluruh penumpang dalam kendaraan terdaftar di dalam tiket," kata Shelvy lagi. 


Ia menambahkan, dengan adanya penerapan integrasi ini, verifikasi dan validasi dokumen kesehatan akan menjadi lebih optimal sehingga potensi penyebaran Covid-19 di sektor transportasi angkutan penyeberangan dapat terminimalisir. Harapannya, pengguna jasa juga akan merasa lebih aman, nyaman, dan sehat menggunakan transportasi angkutan penyeberangan selama masa pandemi Covid-19.




*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak


JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap mendukung program Pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya melalui transportasi di sektor angkutan penyeberangan dengan menerapkan verifikasi data vaksin pengguna jasa pada proses reservasi tiket online Ferizy yang terintegrasi bertahap dengan Aplikasi PeduliLindungi. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk akan terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, dimana data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal.  Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 



"Sesuai dengan SE Satgas Covid-19 No.17 Tahun 2021  tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor SE 56 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada 26 Juli 2021, bahwa syarat perjalanan penyeberangan mewajibkan masyarakat untuk melampirkan bukti pelaksanaan vaksinasi (minimal dosis pertama) dan hasil tes Covid-19 (Antigen H-1 / PCR H-2). Melalui penerapan ini, pengguna jasa yang dapat melakukan pembelian tiket online Ferizy hanya yang telah divaksin atau yang termasuk kategori pengecualian vaksin," tutur Shelvy menjelaskan. 


Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, telah ditetapkan syarat wajib bagi pengguna jasa penyeberangan yakni melampirkan Hasil Negatif Test Covid-19 Antigen (1 x 24 jam) atau PCR (2 x 24 jam) dan bukti vaksin (minimal dosis pertama). 


Dalam optimalisasi verifikasi dokumen kesehatan terhadap pengguna jasa penyeberangan akan dilaksanakan dengan mekanisme double screening (verifikasi ganda). Pertama, verifikasi dokumen kesehatan dilakukan saat Pengguna Jasa memesan tiket online di Ferizy yang terintegrasi dengan Aplikasi Peduli Lindungi. Kedua, verifikasi dokumen kesehatan dilaksanakan di pelabuhan penyeberangan oleh Tim Satgas Covid-19 setempat. 


ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar dapat mengunduh Aplikasi PeduliLindungi dan memastikan hasil vaksinnya telah tersedia. "Saat proses reservasi tiket online di Ferizy, pastikan data penumpang yang diisi sesuai Kartu Identitas. Selanjutnya agar dipastikan juga data diri seluruh penumpang dalam kendaraan terdaftar di dalam tiket," kata Shelvy lagi. 


Ia menambahkan, dengan adanya penerapan integrasi ini, verifikasi dan validasi dokumen kesehatan akan menjadi lebih optimal sehingga potensi penyebaran Covid-19 di sektor transportasi angkutan penyeberangan dapat terminimalisir. Harapannya, pengguna jasa juga akan merasa lebih aman, nyaman, dan sehat menggunakan transportasi angkutan penyeberangan selama masa pandemi Covid-19.




*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*

Jumat, 09 Juli 2021

Mulai 12 Juli, ASDP Hanya Layani Penyebrangan Sektor Esensial dan Kritikal Saja. Ini syaratnya

Mulai 12 Juli, ASDP Hanya Layani Penyebrangan Sektor Esensial dan Kritikal Saja. Ini syaratnya

Foto: Net

RETORIKAONLINE (NASIONAL) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilaksanakan secara ketat dan sesuai prosedur yang berlaku selama periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 s/d 20 Juli 2021, khususnya di lintasan Jawa-Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan di masa PPKM Darurat, ASDP tetap menghadirkan layanan penyeberangan prima kepada pengguna jasa khususnya angkutan logistik, penumpang dan kendaraan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, baik di pelabuhan dan kapal. Namun demikian, ASDP tetap mengimbau agar masyarakat menunda perjalanan selama PPKM darurat ini, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

"Semangat penerapan PPKM Darurat ini untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 yang terus melonjak tiap harinya. Kami minta pengguna jasa agar menunda dahulu perjalanan hingga situasi kondusif. Namun, jika ada kebutuhan yang mendesak untuk menggunakan angkutan penyeberangan, pengguna jasa wajib mematuhi persyaratan perjalanan SE Menteri Perhubungan No 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, yang telah disesuaikan dan akan berlaku mulai Senin (12/7) besok," ujar Shelvy.

Dalam SE Menteri Perhubungan No. 49/2021 yang baru terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan. Kerjasama pengguna jasa dalam mematuhi aturan syarat perjalanan ini sangat penting. Perjalanan angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

"Pengguna jasa wajib lampirkan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Suket yang dikeluarkan Pemda setempat dan/atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan minimal eselon 2 dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik, lalu kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif swab PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam, dan mengisi e-HAC Indonesia_. Kami ingatkan kembali pastikan syarat perjalanan ini sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah. Dan untuk pengguna jasa yang menyeberang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy," tutur Shelvy.

Kendati demikian, khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Mekanisme protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal, ASDP memastikan penerapannya dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_. ASDP pun secara rutin melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat ini sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa dan petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Shelvy menegaskan.

Dilansir dari siaran pers Kemendagri, pada Kamis, di dalam Inmendagri 18 Tahun 2021 terdapat penyempurnaan pengaturan pada pada sektor sebagai berikut:

Pertama, sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan atau customer) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung pelayanan.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya diperkenankan maksimal 25 persen.

Terhadap sektor esensial lainnya: pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan atau customer dan berjalannya operasional pasar modal secara baik); teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, internet, pos, media terkait penyebaran informasi kepada masyarakat; dan perhotelan non-penanganan karantina, dapat beroperasi dengan dengan kapasitas maksimal 50 persen staf.

Sementara itu, untuk sektor esensial berbasis industri orentasi ekspor, pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama dua belas bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Pada sektor ini dapat beroperasi maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya diperkenankan 10 persen.

Sedangkan untuk sektor kritikal yang meliputi kesehatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian.

Sementara terhadap sektor kritikal lainnya yakni penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk hewan ternak/peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan; obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik), serta utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah) dapat beroperasi 100 persen maksimal staf hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional diberlakukan maksimal 25 persen staf.

Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021 juga memuat perubahan peraturan yang berbunyi: "Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat."

Adapun Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021 merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 16 Tahun 2021, dan berlaku mulai 9 Juli hingga 20 Juli 2021. (Red/**)


Mulai 12 Juli, ASDP Hanya Layani Penyebrangan Sektor Esensial dan Kritikal Saja. Ini syaratnya

Mulai 12 Juli, ASDP Hanya Layani Penyebrangan Sektor Esensial dan Kritikal Saja. Ini syaratnya

Foto: Net

RETORIKAONLINE (NASIONAL) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilaksanakan secara ketat dan sesuai prosedur yang berlaku selama periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 s/d 20 Juli 2021, khususnya di lintasan Jawa-Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan di masa PPKM Darurat, ASDP tetap menghadirkan layanan penyeberangan prima kepada pengguna jasa khususnya angkutan logistik, penumpang dan kendaraan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, baik di pelabuhan dan kapal. Namun demikian, ASDP tetap mengimbau agar masyarakat menunda perjalanan selama PPKM darurat ini, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

"Semangat penerapan PPKM Darurat ini untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 yang terus melonjak tiap harinya. Kami minta pengguna jasa agar menunda dahulu perjalanan hingga situasi kondusif. Namun, jika ada kebutuhan yang mendesak untuk menggunakan angkutan penyeberangan, pengguna jasa wajib mematuhi persyaratan perjalanan SE Menteri Perhubungan No 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, yang telah disesuaikan dan akan berlaku mulai Senin (12/7) besok," ujar Shelvy.

Dalam SE Menteri Perhubungan No. 49/2021 yang baru terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan. Kerjasama pengguna jasa dalam mematuhi aturan syarat perjalanan ini sangat penting. Perjalanan angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

"Pengguna jasa wajib lampirkan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Suket yang dikeluarkan Pemda setempat dan/atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan minimal eselon 2 dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik, lalu kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif swab PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam, dan mengisi e-HAC Indonesia_. Kami ingatkan kembali pastikan syarat perjalanan ini sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah. Dan untuk pengguna jasa yang menyeberang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy," tutur Shelvy.

Kendati demikian, khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Mekanisme protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal, ASDP memastikan penerapannya dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_. ASDP pun secara rutin melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat ini sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa dan petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Shelvy menegaskan.

Dilansir dari siaran pers Kemendagri, pada Kamis, di dalam Inmendagri 18 Tahun 2021 terdapat penyempurnaan pengaturan pada pada sektor sebagai berikut:

Pertama, sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan atau customer) dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung pelayanan.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya diperkenankan maksimal 25 persen.

Terhadap sektor esensial lainnya: pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan atau customer dan berjalannya operasional pasar modal secara baik); teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, internet, pos, media terkait penyebaran informasi kepada masyarakat; dan perhotelan non-penanganan karantina, dapat beroperasi dengan dengan kapasitas maksimal 50 persen staf.

Sementara itu, untuk sektor esensial berbasis industri orentasi ekspor, pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama dua belas bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Pada sektor ini dapat beroperasi maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya diperkenankan 10 persen.

Sedangkan untuk sektor kritikal yang meliputi kesehatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian.

Sementara terhadap sektor kritikal lainnya yakni penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk hewan ternak/peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan; obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik), serta utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah) dapat beroperasi 100 persen maksimal staf hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional diberlakukan maksimal 25 persen staf.

Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021 juga memuat perubahan peraturan yang berbunyi: "Pelaksanaan kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat."

Adapun Inmendagri Nomor 18 Tahun 2021 merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 16 Tahun 2021, dan berlaku mulai 9 Juli hingga 20 Juli 2021. (Red/**)


Sabtu, 03 Juli 2021

PPKM Darurat, Keluar Masuk Jawa dan Bali Via Pelabuhan Wajib Tunjukan Ini

PPKM Darurat, Keluar Masuk Jawa dan Bali Via Pelabuhan Wajib Tunjukan Ini


RETOTIKAONLINE (JAKARTA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mematuhi dan mendukung kebijakan Pemerintah terkait Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa - Bali, khususnya dalam layanan angkutan penyeberangan di lintasan keluar dan masuk Pulau Jawa dan Pulau Bali. 


Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan, SE No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 menyusul dengan telah ditetapkannya Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, dengan adanya SE tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 yang akan diterapkan untuk mendukung PPKM Darurat Jawa - Bali ini diharapkan dapat menekan tingginya angka penularan dan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali yang mengalami lonjakan tinggi. 


Adapun penerapan SE tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 akan diberlakukan mulai Senin (5/7) oleh Kementerian Perhubungan dalam rangka memberikan kesiapan kepada operator transportasi maupun calon pelanggan. 


"Kami pastikan pelabuhan penyeberangan beroperasi normal agar pelayanan publik dan sektor logistik tetap berjalan agar pasokan di daerah tetap stabil, namun perlu diperhatikan oleh seluruh pengguna jasa agar mematuhi syarat perjalanan yang telah ditetapkan dalam SE karena semangat dari PPKM Darurat ini adalah untuk pembatasan mobilitas masyarakat demi menekan tingginya penyebaran dan penularan Covid-19. Kami juga akan mengatur sebaik-baiknya agar tidak ada antrian atau penumpukan penumpang baik di pelabuhan dan kapal penyeberangan, serta selalu menjaga implementasi _physical distancing_," tutur Shelvy. 


Berdasarkan Surat Edaran SE No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, dilakukan pembatasan jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari jumlah kapasitas angkut penumpang kapal dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing). 


Lalu, pelaku perjalanan angkutan penyeberangan, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam atau on site sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. 


Khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. 


"Kami mengingatkan bagi pengguna jasa baik angkutan logistik dan penumpang, pastikan untuk menyiapkan persyaratan yang telah ditetapkan SE tersebut saat akan melakukan perjalanan. Dalam SE tersebut diatur juga bahwa pengemudi dan pembantu pengemudi logistik yang belum melaksanakan vaksinasi diarahkan untuk melakukan vaksinasi oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 apabila tersedia di lokasi simpul transportasi darat," tutur Shelvy lagi. 


Bagi pengguna jasa yang telah melakukan reservasi tiket namun mendapatkan hasil tes Positif Covid-19, dapat mengajukan permohonan  _refund_ secara penuh, dengan catatan wajib melampirkan bukti Dokumen Keterangan Positif Covid-19 yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan nama penumpang bersangkutan wajib sama dengan nama penumpang yang tercatat di E-Tiket. 


"Pengajuan _refund_ secara penuh tersebut hanya dapat dilakukan dengan menghubungi Contact Center ASDP 191 (tidak melalui Aplikasi) dan Pengguna Jasa wajib melengkapi dokumen pengajuan _refund_ dimaksud," tutur Shelvy menambahkan. 


Sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, ASDP telah mengikuti aturan terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat, mulai keberangkatan, dalam perjalanan, hingga  kedatangan. ASDP menerapkan Protokol kesehatan secara ketat wajib, mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_ serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. (Red)

PPKM Darurat, Keluar Masuk Jawa dan Bali Via Pelabuhan Wajib Tunjukan Ini

PPKM Darurat, Keluar Masuk Jawa dan Bali Via Pelabuhan Wajib Tunjukan Ini


RETOTIKAONLINE (JAKARTA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mematuhi dan mendukung kebijakan Pemerintah terkait Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa - Bali, khususnya dalam layanan angkutan penyeberangan di lintasan keluar dan masuk Pulau Jawa dan Pulau Bali. 


Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan, SE No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 menyusul dengan telah ditetapkannya Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, dengan adanya SE tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 yang akan diterapkan untuk mendukung PPKM Darurat Jawa - Bali ini diharapkan dapat menekan tingginya angka penularan dan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali yang mengalami lonjakan tinggi. 


Adapun penerapan SE tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 akan diberlakukan mulai Senin (5/7) oleh Kementerian Perhubungan dalam rangka memberikan kesiapan kepada operator transportasi maupun calon pelanggan. 


"Kami pastikan pelabuhan penyeberangan beroperasi normal agar pelayanan publik dan sektor logistik tetap berjalan agar pasokan di daerah tetap stabil, namun perlu diperhatikan oleh seluruh pengguna jasa agar mematuhi syarat perjalanan yang telah ditetapkan dalam SE karena semangat dari PPKM Darurat ini adalah untuk pembatasan mobilitas masyarakat demi menekan tingginya penyebaran dan penularan Covid-19. Kami juga akan mengatur sebaik-baiknya agar tidak ada antrian atau penumpukan penumpang baik di pelabuhan dan kapal penyeberangan, serta selalu menjaga implementasi _physical distancing_," tutur Shelvy. 


Berdasarkan Surat Edaran SE No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, dilakukan pembatasan jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari jumlah kapasitas angkut penumpang kapal dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing). 


Lalu, pelaku perjalanan angkutan penyeberangan, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam atau on site sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. 


Khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. 


"Kami mengingatkan bagi pengguna jasa baik angkutan logistik dan penumpang, pastikan untuk menyiapkan persyaratan yang telah ditetapkan SE tersebut saat akan melakukan perjalanan. Dalam SE tersebut diatur juga bahwa pengemudi dan pembantu pengemudi logistik yang belum melaksanakan vaksinasi diarahkan untuk melakukan vaksinasi oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 apabila tersedia di lokasi simpul transportasi darat," tutur Shelvy lagi. 


Bagi pengguna jasa yang telah melakukan reservasi tiket namun mendapatkan hasil tes Positif Covid-19, dapat mengajukan permohonan  _refund_ secara penuh, dengan catatan wajib melampirkan bukti Dokumen Keterangan Positif Covid-19 yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan nama penumpang bersangkutan wajib sama dengan nama penumpang yang tercatat di E-Tiket. 


"Pengajuan _refund_ secara penuh tersebut hanya dapat dilakukan dengan menghubungi Contact Center ASDP 191 (tidak melalui Aplikasi) dan Pengguna Jasa wajib melengkapi dokumen pengajuan _refund_ dimaksud," tutur Shelvy menambahkan. 


Sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, ASDP telah mengikuti aturan terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat, mulai keberangkatan, dalam perjalanan, hingga  kedatangan. ASDP menerapkan Protokol kesehatan secara ketat wajib, mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan _hand sanitizer_ serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. (Red)

Kamis, 24 Juni 2021

Komitmen ASDP Berikan Layanan Keselamatan dan Bermutu Prima Sesuai ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018

Komitmen ASDP Berikan Layanan Keselamatan dan Bermutu Prima Sesuai ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengantongi sertifikat standar internasional Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ISO 45001:2018 dari Badan Sertifikasi British Standard Institution (BSI) pada Rabu (23/6). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, dengan adanya sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018 menjadi salah satu bukti kepatuhan dan upaya dalam peningkatan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam bisnis ASDP. 


"Terima kasih atas kerjasama dan dukungan yang diberikan sehingga ASDP berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018. Ini adalah langkah awal yang kami targetkan dalam peningkatan kualitas layanan termasuk jaminan keselamatan kepada karyawan maupun pengguna jasa karena pelayanan yang bermutu telah melekat unsur keselamatan didalamnya. Harapan kami tentu ISO ini dapat diimplementasikan di seluruh cabang ASDP sehingga dapat menerapkan standar internasional demi menjadikan ASDP sebagai perusahaan berkelas dunia," tutur Shelvy lagi.


Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan konsistensi ASDP sebagai perusahaan jasa transportasi pelayanan pelabuhan dan penyeberangan kapal yang menjaga mutu pelayanan terhadap stakeholder, termasuk komitmen dalam menghadirkan layanan prima yang memprioritaskan keselamatan dan kesehatan dalam seluruh kegiatan operasional pelabuhan dan armada yang aman, nyaman dan selamat. 


"Meskipun kita baru memulainya, ini pencapaian yang patut kita apresiasi bersama. Dalam kurun waktu 9 bulan, ASDP berhasil mencapai sertifikasi ISO ini dan telah melaksanakan berbagai langkah-langkah persiapan terukur. Tugas kita masih berat ke depannya, mari kita bantu dan dukung para Direktur dan Komisaris melalui sertifikasi ini dalam menerapkan seluruh system perusahaan sesuai standar internasional / ISO, serta mendukung proses transformasi bisnis yang tengah dijalankan oleh perusahaan," ujarnya. 


Sejak tahun 2020, ASDP melakukan transformasi di segala sektor guna mendukung target visi ASDP menjadi Perusahaan terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront. Mamajemen beserta seluruh karyawan mendukung transformasi tersebut dengam bekerja cerdas mengusung semangat Budaya Perubahan yang ada dengan mengimplementasikan "3 New Habits" yang salah satunya adalah fokus pada Safety & Services Excellence. 


Adapun salah satu transformasi yang telah dilakukan ASDP tahun ini adalah Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai wujud dalam menghadirkan pelayanan prima di setiap aktivitas bisnis jasa pelayanan pelabuhan dan penyeberangan. 


Direktur Operasi PT BSI Group Indonesia Joko Prayitno menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ASDP memilih BSI sebagai partner dalam sertifikasi ISO ini. "Selamat kepada ASDP, tentu harapannya bisa segera diimplementasikan juga untuk sertifikasi ISO di cabang lainnya," tutur Joko. (Rls)

Komitmen ASDP Berikan Layanan Keselamatan dan Bermutu Prima Sesuai ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018

Komitmen ASDP Berikan Layanan Keselamatan dan Bermutu Prima Sesuai ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengantongi sertifikat standar internasional Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ISO 45001:2018 dari Badan Sertifikasi British Standard Institution (BSI) pada Rabu (23/6). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, dengan adanya sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018 menjadi salah satu bukti kepatuhan dan upaya dalam peningkatan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam bisnis ASDP. 


"Terima kasih atas kerjasama dan dukungan yang diberikan sehingga ASDP berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018. Ini adalah langkah awal yang kami targetkan dalam peningkatan kualitas layanan termasuk jaminan keselamatan kepada karyawan maupun pengguna jasa karena pelayanan yang bermutu telah melekat unsur keselamatan didalamnya. Harapan kami tentu ISO ini dapat diimplementasikan di seluruh cabang ASDP sehingga dapat menerapkan standar internasional demi menjadikan ASDP sebagai perusahaan berkelas dunia," tutur Shelvy lagi.


Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan konsistensi ASDP sebagai perusahaan jasa transportasi pelayanan pelabuhan dan penyeberangan kapal yang menjaga mutu pelayanan terhadap stakeholder, termasuk komitmen dalam menghadirkan layanan prima yang memprioritaskan keselamatan dan kesehatan dalam seluruh kegiatan operasional pelabuhan dan armada yang aman, nyaman dan selamat. 


"Meskipun kita baru memulainya, ini pencapaian yang patut kita apresiasi bersama. Dalam kurun waktu 9 bulan, ASDP berhasil mencapai sertifikasi ISO ini dan telah melaksanakan berbagai langkah-langkah persiapan terukur. Tugas kita masih berat ke depannya, mari kita bantu dan dukung para Direktur dan Komisaris melalui sertifikasi ini dalam menerapkan seluruh system perusahaan sesuai standar internasional / ISO, serta mendukung proses transformasi bisnis yang tengah dijalankan oleh perusahaan," ujarnya. 


Sejak tahun 2020, ASDP melakukan transformasi di segala sektor guna mendukung target visi ASDP menjadi Perusahaan terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront. Mamajemen beserta seluruh karyawan mendukung transformasi tersebut dengam bekerja cerdas mengusung semangat Budaya Perubahan yang ada dengan mengimplementasikan "3 New Habits" yang salah satunya adalah fokus pada Safety & Services Excellence. 


Adapun salah satu transformasi yang telah dilakukan ASDP tahun ini adalah Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai wujud dalam menghadirkan pelayanan prima di setiap aktivitas bisnis jasa pelayanan pelabuhan dan penyeberangan. 


Direktur Operasi PT BSI Group Indonesia Joko Prayitno menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ASDP memilih BSI sebagai partner dalam sertifikasi ISO ini. "Selamat kepada ASDP, tentu harapannya bisa segera diimplementasikan juga untuk sertifikasi ISO di cabang lainnya," tutur Joko. (Rls)

Sabtu, 19 Juni 2021

Hindari Pungli Penjualan Tiket, ASDP Gandeng Agen BRILink

Hindari Pungli Penjualan Tiket, ASDP Gandeng Agen BRILink


RETORIKAONLINE (MERAK) - Dalam rangka memperkuat digitalisasi penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).


Kerjasama tersebut dalam bentuk perluasan layanan penjualan tiket melalui AgenBRILink atau agen laku pandai, sehingga pengguna jasa akan semakin cepat, mudah dan nyaman saat membeli tiket ferry, khususnya pengguna jasa penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. 


Direktur Keuangan, IT dan Manajemen Risiko PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan mengapresiasi telah terjalinnya sinergi BUMN dalam perluasan layanan penjualan tiket ferry melalui AgenBRILink ini, karena menambah alternatif layanan penjualan tiket bagi pengguna jasa di pelabuhan utama. 


 "Sinergi ASDP-BRI dengan hadirnya perluasan _sales channel_ AgenBRILink ini sejalan dengan slogan BUMN untuk Indonesia, yakni memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat, kepastian harga dan keamanan dalam bertransaksi," tutur Djunia lagi. 


Sejak 1 Mei 2020 penjualan  tiket penyeberangan Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk menggunakan online ticketing melalui website atau aplikasi Ferizy. Hal ini yang telah mengubah pola pembelian tiket yang sebelumnya _go show_ menjadi _pre-journey_. 


"Dengan hadirnya layanan AgenBRILink di 4 pelabuhan utama, pengguna jasa dapat mudah memperoleh tiket, khususnya mereka yang masih belum memiliki akses ke layanan online Ferizy. Selain kemudahan dalam akses pembelian tiket, pengguna jasa yang membeli tiket ferry melalui AgenBRILink juga mendapatkan kepastian harga dan biaya admin yang seragam, serta dapat terhindar dari pungutan liar," tutur Djunia. 


Menurut dia, adanya AgenBRILink ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna jasa penyeberangan, tetapi juga diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat di sekitar pelabuhan dengan membuka lapangan usaha dan inklusi keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan. Pasalnya, dengan bergabung menjadi AgenBRILink, selain dapat menjual tiket Ferizy, juga dapat membuka layanan pembayaran tagihan, _top up_ uang elektronik, tarik-setor tunai. 


AgenBRILink merupakan perluasan layanan dimana BRI menjalin kerjasama dengan nasabah BRI sebagai Agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara _real time online_ dengan konsep _sharing fee_. Melalui AgenBRILink, nasabah BRI maupun masyarakat umum lainnya bisa mendapatkan pelayanan yang sama seperti halnya di unit kerja BRI. Layanan AgenBRILink meliputi: transfer, tarik tunai, setoran pembayaran tagihan listrik PLN, air PDAM, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, penjualan tiket penyeberangan ASDP, pembayaran cicilan dan lainnya. 


Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha mengatakan bahwa saat ini kita telah melakukan _join project_ untuk implementasi integrasi sistem dengan ASDP. Melalui kerjasama ini nasabah BRI atau masyarakat umum akan semakin dimudahkan karena bisa melakukan pembayaran tiket penyeberangan ASDP melalui AgenBRILink terdekat. 


“Hingga Mei 2021, terdapat lebih dari 458 ribu Agen BRILink diseluruh Indonesia yang mengambil peran besar dalam memberikan akses layanan keuangan masyarakat hingga pelosok negeri. Agen BRILink juga mengambil peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan Indonesia dengan melayani transaksi masyarakat di 55 ribu desa. Tercatat, jumlah AgenBRILink per akhir Mei 2021 mencapai 458.358 agen," ujar Arga. (Rls)

Hindari Pungli Penjualan Tiket, ASDP Gandeng Agen BRILink

Hindari Pungli Penjualan Tiket, ASDP Gandeng Agen BRILink


RETORIKAONLINE (MERAK) - Dalam rangka memperkuat digitalisasi penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).


Kerjasama tersebut dalam bentuk perluasan layanan penjualan tiket melalui AgenBRILink atau agen laku pandai, sehingga pengguna jasa akan semakin cepat, mudah dan nyaman saat membeli tiket ferry, khususnya pengguna jasa penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. 


Direktur Keuangan, IT dan Manajemen Risiko PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan mengapresiasi telah terjalinnya sinergi BUMN dalam perluasan layanan penjualan tiket ferry melalui AgenBRILink ini, karena menambah alternatif layanan penjualan tiket bagi pengguna jasa di pelabuhan utama. 


 "Sinergi ASDP-BRI dengan hadirnya perluasan _sales channel_ AgenBRILink ini sejalan dengan slogan BUMN untuk Indonesia, yakni memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat, kepastian harga dan keamanan dalam bertransaksi," tutur Djunia lagi. 


Sejak 1 Mei 2020 penjualan  tiket penyeberangan Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk menggunakan online ticketing melalui website atau aplikasi Ferizy. Hal ini yang telah mengubah pola pembelian tiket yang sebelumnya _go show_ menjadi _pre-journey_. 


"Dengan hadirnya layanan AgenBRILink di 4 pelabuhan utama, pengguna jasa dapat mudah memperoleh tiket, khususnya mereka yang masih belum memiliki akses ke layanan online Ferizy. Selain kemudahan dalam akses pembelian tiket, pengguna jasa yang membeli tiket ferry melalui AgenBRILink juga mendapatkan kepastian harga dan biaya admin yang seragam, serta dapat terhindar dari pungutan liar," tutur Djunia. 


Menurut dia, adanya AgenBRILink ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna jasa penyeberangan, tetapi juga diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat di sekitar pelabuhan dengan membuka lapangan usaha dan inklusi keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan. Pasalnya, dengan bergabung menjadi AgenBRILink, selain dapat menjual tiket Ferizy, juga dapat membuka layanan pembayaran tagihan, _top up_ uang elektronik, tarik-setor tunai. 


AgenBRILink merupakan perluasan layanan dimana BRI menjalin kerjasama dengan nasabah BRI sebagai Agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara _real time online_ dengan konsep _sharing fee_. Melalui AgenBRILink, nasabah BRI maupun masyarakat umum lainnya bisa mendapatkan pelayanan yang sama seperti halnya di unit kerja BRI. Layanan AgenBRILink meliputi: transfer, tarik tunai, setoran pembayaran tagihan listrik PLN, air PDAM, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, penjualan tiket penyeberangan ASDP, pembayaran cicilan dan lainnya. 


Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha mengatakan bahwa saat ini kita telah melakukan _join project_ untuk implementasi integrasi sistem dengan ASDP. Melalui kerjasama ini nasabah BRI atau masyarakat umum akan semakin dimudahkan karena bisa melakukan pembayaran tiket penyeberangan ASDP melalui AgenBRILink terdekat. 


“Hingga Mei 2021, terdapat lebih dari 458 ribu Agen BRILink diseluruh Indonesia yang mengambil peran besar dalam memberikan akses layanan keuangan masyarakat hingga pelosok negeri. Agen BRILink juga mengambil peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan Indonesia dengan melayani transaksi masyarakat di 55 ribu desa. Tercatat, jumlah AgenBRILink per akhir Mei 2021 mencapai 458.358 agen," ujar Arga. (Rls)

Jumat, 11 Juni 2021

Buka Rute di Patimban, ASDP Harapkan Bisa Dongkrak Perekonomian Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Barat

Buka Rute di Patimban, ASDP Harapkan Bisa Dongkrak Perekonomian Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Barat


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendukung Pemerintah dalam menghubungkan lintasan penyeberangan strategis diantaranya rute yang melayani dari dan ke Pelabuhan Patimban dengan mengoperasikan KMP Ferrindo 5 untuk mendongkrak perekonomian negeri melalui sektor logistik. 


Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2020, aktivitas di Pelabuhan Patimban terus berlangsung, termasuk aktivitas bongkar muat kendaraan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan dan aktivitas di Pelabuhan Patimban yang berada di Subang, Jawa Barat. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, ASDP berperan aktif  untuk melayani logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban dengan mengoperasikan 1 unit kapal, KMP Ferrindo 5 yang diharapkan mampu memberikan alternatif moda transportasi pendukung kelancaran distribusi logistik sekaligus mengurangi beban jalan raya dan kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok dan Marunda. 


Saat ini ASDP telah melayani rute penyeberangan dari Patimban -  Panjang (Lampung) sebanyak 4x setiap bulan dan Patimban - Pontianak 2x setiap bulan, dan kemungkinan akan bertambah lintasan lainnya dalam waktu dekat ini. Jadwal pelayaran Patimban - Panjang setiap hari Sabtu, Panjang - Patimban setiap hari Minggu, lalu Patimban - Pontianak setiap hari Selasa di minggu kedua dan keempat tiap bulannya, dan Pontianak - Patimban setiap hari Kamis di minggu kedua dan keempat tiap bulannya. 


ASDP juga telah menghadirkan layanan penjualan tiket lintasan Patimban-Panjang-Pontianak melalui Hotline Whatsapp 08111021191, sehingga pengguna jasa akan semakin mudah dan cepat. 


"Potensi pengguna jasa dari dan ke Patimban ini cukup tinggi, bahkan untuk lintasan dari Patimban menuju Pelabuhan Panjang dan Pontianak mencatat tingkat keterisian muatan kapal yang terus meningkat tiap bulannya," tutur Shelvy. 


Shelvy menegaskan, lintasan Patimban menjadi salah satu lokasi pengiriman unit kendaraan baru dari pabrik di Karawang menuju Sumatera, sedangkan untuk rute Patimban - Pontianak juga sudah terlihat peningkatan mitra logistik, yang terlihat dari banyaknya truk ekspedisi dari Jawa Tengah yang menyeberang melalui Patimban menuju Pontianak. 


Adapun catchment area Patimban sangat potensial mengingat lokasinya terletak dekat dengan daerah atau bangkitan industri sehingga pasarnya sangat potensial. Selain itu, Patimban juga berdekatan dengan area agrobisnis di Jawa Barat sehingga pengirman kebutuhan pokok khususnya menuju Kalimantan dapat lebih efektif dan efisien karena langsung dilayani dari Patimban. 


Data KSOP Patimban menyebutkan hingga saat ini, Pelabuhan Patimban telah 59 kali melayani angkutan kendaraan. Pada bulan Mei penumpang naik tercatat sebanyak 202 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 350 unit dan penumpang turun sebanyak 172 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 111 unit. 


KMP Ferrindo 5 sudah melayani Panjang—Patimban dari awalnya 20 hari sekali menjadi satu minggu sekali. Adapun volume ruang kargo yang terisi di kapal tersebut terus meningkat rata-rata sekitar 2 persen per minggunya. 


"ASDP optimistis bahwa hingga akhir tahun ini, volume keterisian kargo bisa mencapai target maksimal jika tren positif ini terus berlanjut. Harapannya, truk-truk besar yang seharusnya lewat Bakauheni kemudian ke Merak lalu ke Jakarta itu bisa kita pecah di Panjang kemudian langsung ke Patimban," tutur Shelvy. 


Ia menambahkan, dengan geliat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Patimban diharapkan dapat memberi dampak positif daei perekonomian terhadap masyarakat sekitar. "Dengan hadirnya layanan penyeberangan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sektor lainnya seperti industri dan perdagangan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Lampung dan sekitarnya," kata Shelvy menandaskan. (Rls)

Buka Rute di Patimban, ASDP Harapkan Bisa Dongkrak Perekonomian Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Barat

Buka Rute di Patimban, ASDP Harapkan Bisa Dongkrak Perekonomian Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Barat


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendukung Pemerintah dalam menghubungkan lintasan penyeberangan strategis diantaranya rute yang melayani dari dan ke Pelabuhan Patimban dengan mengoperasikan KMP Ferrindo 5 untuk mendongkrak perekonomian negeri melalui sektor logistik. 


Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2020, aktivitas di Pelabuhan Patimban terus berlangsung, termasuk aktivitas bongkar muat kendaraan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan dan aktivitas di Pelabuhan Patimban yang berada di Subang, Jawa Barat. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, ASDP berperan aktif  untuk melayani logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban dengan mengoperasikan 1 unit kapal, KMP Ferrindo 5 yang diharapkan mampu memberikan alternatif moda transportasi pendukung kelancaran distribusi logistik sekaligus mengurangi beban jalan raya dan kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok dan Marunda. 


Saat ini ASDP telah melayani rute penyeberangan dari Patimban -  Panjang (Lampung) sebanyak 4x setiap bulan dan Patimban - Pontianak 2x setiap bulan, dan kemungkinan akan bertambah lintasan lainnya dalam waktu dekat ini. Jadwal pelayaran Patimban - Panjang setiap hari Sabtu, Panjang - Patimban setiap hari Minggu, lalu Patimban - Pontianak setiap hari Selasa di minggu kedua dan keempat tiap bulannya, dan Pontianak - Patimban setiap hari Kamis di minggu kedua dan keempat tiap bulannya. 


ASDP juga telah menghadirkan layanan penjualan tiket lintasan Patimban-Panjang-Pontianak melalui Hotline Whatsapp 08111021191, sehingga pengguna jasa akan semakin mudah dan cepat. 


"Potensi pengguna jasa dari dan ke Patimban ini cukup tinggi, bahkan untuk lintasan dari Patimban menuju Pelabuhan Panjang dan Pontianak mencatat tingkat keterisian muatan kapal yang terus meningkat tiap bulannya," tutur Shelvy. 


Shelvy menegaskan, lintasan Patimban menjadi salah satu lokasi pengiriman unit kendaraan baru dari pabrik di Karawang menuju Sumatera, sedangkan untuk rute Patimban - Pontianak juga sudah terlihat peningkatan mitra logistik, yang terlihat dari banyaknya truk ekspedisi dari Jawa Tengah yang menyeberang melalui Patimban menuju Pontianak. 


Adapun catchment area Patimban sangat potensial mengingat lokasinya terletak dekat dengan daerah atau bangkitan industri sehingga pasarnya sangat potensial. Selain itu, Patimban juga berdekatan dengan area agrobisnis di Jawa Barat sehingga pengirman kebutuhan pokok khususnya menuju Kalimantan dapat lebih efektif dan efisien karena langsung dilayani dari Patimban. 


Data KSOP Patimban menyebutkan hingga saat ini, Pelabuhan Patimban telah 59 kali melayani angkutan kendaraan. Pada bulan Mei penumpang naik tercatat sebanyak 202 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 350 unit dan penumpang turun sebanyak 172 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 111 unit. 


KMP Ferrindo 5 sudah melayani Panjang—Patimban dari awalnya 20 hari sekali menjadi satu minggu sekali. Adapun volume ruang kargo yang terisi di kapal tersebut terus meningkat rata-rata sekitar 2 persen per minggunya. 


"ASDP optimistis bahwa hingga akhir tahun ini, volume keterisian kargo bisa mencapai target maksimal jika tren positif ini terus berlanjut. Harapannya, truk-truk besar yang seharusnya lewat Bakauheni kemudian ke Merak lalu ke Jakarta itu bisa kita pecah di Panjang kemudian langsung ke Patimban," tutur Shelvy. 


Ia menambahkan, dengan geliat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Patimban diharapkan dapat memberi dampak positif daei perekonomian terhadap masyarakat sekitar. "Dengan hadirnya layanan penyeberangan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sektor lainnya seperti industri dan perdagangan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Lampung dan sekitarnya," kata Shelvy menandaskan. (Rls)

Rabu, 09 Juni 2021

ASDP Raih Dua Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2021

ASDP Raih Dua Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2021


RETORIKAONLINE (Jakarta) - Di pertengahan 2021, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk pertama kalinya berhasil meraih dua buah penghargaan sebagai “The Most Promising Company in Entrepreneurial SOEs” dan “The Most Promising Company in Branding Campaign” dalam ajang BUMN Marketeers Award 2021 yang digelar oleh MarkPlus, Inc. secara virtual pada Rabu (9/6). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Markplus, Inc melalui dua penghargaan yang diberikan kepada ASDP sebagai Badan Usaha Milik Negara yang telah mengedepankan kreativitas, inovasi, entrepreneurship, dan leadership dalam meningkatkan daya saingnya. 


"ASDP telah membuktikan komitmennya dalam mengimplementasikan inovasi digitalisasi bisnis melalui layanan e-ticketing Ferizy yang telah berhasil diterapkan di empat pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk. Serta optimalisasi channel digital dalam mengomunikasikan inovasi produk Ferizy kepada publik secara luas. Bahkan, ASDP telah mengoptimalkan channel digital khususnya media sosial mulai dari Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, Youtube dan portal berita online dalam mengomunikasikan Ferizy," tuturnya. 


Pada tahun 2021, pelaksanaan BUMN Marketeers Award ditujukan untuk memberikan penghargaan yang akuntabel dan kredibel kepada perusahaan BUMN yang berhasil mengembangkan serta menerapkan transformasi digital dalam strategi marketingnya.  


Tahun ini, BUMN dan BUMD Marketeers Awards mengambil tema Digital Transformation in Marketing untuk BUMN Marketeers Award dan Transformasi Digital Pemasaran untuk Kolaborasi Jakarta untuk BUMD Marketeers Award.Dengan hadirnya gelaran acara BUMN dan BUMD Award 2021, diharapkan bagi perusahaan dan anak perusahaan BUMN dan BUMD senantiasa berprestasi dengan penerapan strategi di masa tranformasi digital saat ini. 


"Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi spirit yang semakin menebalkan komitmen ASDP untuk terus meningkatkan kreativitas inovasi produk serta mengembangkan program komunikasi perusahaan yang mengoptimalkan nilai perusahaan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar sejalan dengan goal _ASDP Going World Class_," jelas Shelvy menandaskan. (Rls)

ASDP Raih Dua Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2021

ASDP Raih Dua Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2021


RETORIKAONLINE (Jakarta) - Di pertengahan 2021, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk pertama kalinya berhasil meraih dua buah penghargaan sebagai “The Most Promising Company in Entrepreneurial SOEs” dan “The Most Promising Company in Branding Campaign” dalam ajang BUMN Marketeers Award 2021 yang digelar oleh MarkPlus, Inc. secara virtual pada Rabu (9/6). 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Markplus, Inc melalui dua penghargaan yang diberikan kepada ASDP sebagai Badan Usaha Milik Negara yang telah mengedepankan kreativitas, inovasi, entrepreneurship, dan leadership dalam meningkatkan daya saingnya. 


"ASDP telah membuktikan komitmennya dalam mengimplementasikan inovasi digitalisasi bisnis melalui layanan e-ticketing Ferizy yang telah berhasil diterapkan di empat pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk. Serta optimalisasi channel digital dalam mengomunikasikan inovasi produk Ferizy kepada publik secara luas. Bahkan, ASDP telah mengoptimalkan channel digital khususnya media sosial mulai dari Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, Youtube dan portal berita online dalam mengomunikasikan Ferizy," tuturnya. 


Pada tahun 2021, pelaksanaan BUMN Marketeers Award ditujukan untuk memberikan penghargaan yang akuntabel dan kredibel kepada perusahaan BUMN yang berhasil mengembangkan serta menerapkan transformasi digital dalam strategi marketingnya.  


Tahun ini, BUMN dan BUMD Marketeers Awards mengambil tema Digital Transformation in Marketing untuk BUMN Marketeers Award dan Transformasi Digital Pemasaran untuk Kolaborasi Jakarta untuk BUMD Marketeers Award.Dengan hadirnya gelaran acara BUMN dan BUMD Award 2021, diharapkan bagi perusahaan dan anak perusahaan BUMN dan BUMD senantiasa berprestasi dengan penerapan strategi di masa tranformasi digital saat ini. 


"Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi spirit yang semakin menebalkan komitmen ASDP untuk terus meningkatkan kreativitas inovasi produk serta mengembangkan program komunikasi perusahaan yang mengoptimalkan nilai perusahaan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar sejalan dengan goal _ASDP Going World Class_," jelas Shelvy menandaskan. (Rls)

Selasa, 11 Mei 2021

Jelang Idul Fitri 1442 H, PT. ASDP Salurkan Ribuan Sembako di 7 Pelabuhan Utama

Jelang Idul Fitri 1442 H, PT. ASDP Salurkan Ribuan Sembako di 7 Pelabuhan Utama


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui divisi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menyalurkan 5.819 paket sembako kepada masyarakat di 7 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, Lembar, dan Kayangan. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, melalui program Senyum Peduli ASDP ingin berpartisipasi secara nyata bagi masyarakat di lingkungan pelabuhan yang dikelola ASDP. 


"Kami menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia lebih dari 1 tahun ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat terutama ekonomi dan sosial. Dukungan paket sembako ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang ikut berperan dalam membantu meringankan beban hidup di tengah situasi yang tidak menentu ini," ujarnya. 


Adapun bantuan paket sembako yang disalurkan ASDP diberikan kepada pengguna jasa, buruh angkut pelabuhan, dan wartawan yang berada di lingkungan 7 pelabuhan utama. "Buruh angkut pelabuhan menjadi salah satu prioritas kami karena pada periode periode Angkutan Lebaran tahun ini dikarenakan penerapan kebijakan larangan mudik berdampak pada sepinya arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang, sehingga buruh angkut ikut terdampak. Kami harapkan kehadiran ASDP benar-benar dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sekitar," ujarnya. 


Paket sembako yang dibagikan kepada masyarkat terdiri dari beras, minyak, dan makanan cepat saji. Total sembako yang disalurkan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini sebanyak 5819 paket dengan nilai total Rp 398 Juta. 


Sejak awal pandemi _Covid-19_ berlangsung, ASDP telah berperan aktif dalam memberikan bantuan dan dukungan sosial kepada masyarakat terdampak _Covid-19_ terutama yang berada di lingkungan operasional pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP, termasuk di kantor pusat. 


Melalui divisi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), ASDP telah menyalurkan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk dukungan bagi masyarakat mulai dari bantuan subsidi rapid test, vaksinasi, pembagian sembako, pelatihan UMKM hingga pemberdayaan UMKM lokal dalam pembuatan wastafel portable sebagai bagian dari aksi pencegahan penyebaran serta penanganan _Covid-19_ di 35 pelabuhan penyeberangan ASDP dari Sabang sampai Merauke (Rls)

Jelang Idul Fitri 1442 H, PT. ASDP Salurkan Ribuan Sembako di 7 Pelabuhan Utama

Jelang Idul Fitri 1442 H, PT. ASDP Salurkan Ribuan Sembako di 7 Pelabuhan Utama


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui divisi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menyalurkan 5.819 paket sembako kepada masyarakat di 7 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, Lembar, dan Kayangan. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, melalui program Senyum Peduli ASDP ingin berpartisipasi secara nyata bagi masyarakat di lingkungan pelabuhan yang dikelola ASDP. 


"Kami menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia lebih dari 1 tahun ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat terutama ekonomi dan sosial. Dukungan paket sembako ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang ikut berperan dalam membantu meringankan beban hidup di tengah situasi yang tidak menentu ini," ujarnya. 


Adapun bantuan paket sembako yang disalurkan ASDP diberikan kepada pengguna jasa, buruh angkut pelabuhan, dan wartawan yang berada di lingkungan 7 pelabuhan utama. "Buruh angkut pelabuhan menjadi salah satu prioritas kami karena pada periode periode Angkutan Lebaran tahun ini dikarenakan penerapan kebijakan larangan mudik berdampak pada sepinya arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang, sehingga buruh angkut ikut terdampak. Kami harapkan kehadiran ASDP benar-benar dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sekitar," ujarnya. 


Paket sembako yang dibagikan kepada masyarkat terdiri dari beras, minyak, dan makanan cepat saji. Total sembako yang disalurkan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini sebanyak 5819 paket dengan nilai total Rp 398 Juta. 


Sejak awal pandemi _Covid-19_ berlangsung, ASDP telah berperan aktif dalam memberikan bantuan dan dukungan sosial kepada masyarakat terdampak _Covid-19_ terutama yang berada di lingkungan operasional pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP, termasuk di kantor pusat. 


Melalui divisi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), ASDP telah menyalurkan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk dukungan bagi masyarakat mulai dari bantuan subsidi rapid test, vaksinasi, pembagian sembako, pelatihan UMKM hingga pemberdayaan UMKM lokal dalam pembuatan wastafel portable sebagai bagian dari aksi pencegahan penyebaran serta penanganan _Covid-19_ di 35 pelabuhan penyeberangan ASDP dari Sabang sampai Merauke (Rls)

Minggu, 09 Mei 2021

Angkutan Logistik Dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Angkutan Logistik Dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen


RETORIKAONLINE (BANTEN) - PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergitas yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan, khususnya di Merak-Bakauheni dalam rangka menekan pergerakan orang selama periode larangan mudik pada 6-17 Mei, demi menekan penyebaran Covid-19 di masa Angkutan Lebaran. 


Selama masa larangan mudik telah diatur bahwa ASDP melalui koordinasi dengan instansi dan pihak terkait pada wilayah kerjanya masing-masing tetap melayani angkutan logistik untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil, dan juga penumpang dengan kriteria khusus. 


Hal ini disampaikan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat menerima kunjungan kerja pemantauan arus mudik dan jalur transportasi di Merak - Bakauheni oleh Ketua DPR Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Doni Monardo, Kapolda Banten Rudy Heriyanto, dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Terminal Eksekutif Sosoro-Merak, Banten pada Minggu (9/5) siang. 


"Dalam rangka pengendalian transportasi selama masa Angkutan Lebaran kami telah melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan, dan seluruh stakeholder agar kebijakan pelarangan mudik ini dapat berjalan efektif.  Dan sesuai dengan pesan top leader, bahwa upaya pengendalian transportasi serta meminimalisir pergerakan masyarakat untuk mudik, harus dilakukan secara tegas dan manusiawi," tutur Ira. 


Berdasarkan data Posko Merak-Bakauheni terlihat bahwa aktifitas pergerakan kendaraan dan penumpang mengalami penurunan signifikan terhitung mulai berlakunya larangan mudik pada 6 Mei 2021 atau H-7, dan diperkirakan akan berlangsung hingga 17 Mei 2021. 


"Untuk layanan angkutan truk logistik tetap berjalan normal, khususnya untuk pendistribusian bahan pokok dan logostik lainnya. Sejak awal pandemi Covid-19 kami konsisten tetap melayani angkutan barang. Selain itu juga layanan bagi penumpang kriteria khusus yang dikecualikan dalam larangan mudik ini," kata Ira lagi. 


Data logistik berdasarkan Posko Merak, terhitung mulai 28 April 2021 (H-15) hingga 8 Mei 2021 (H-5) jumlah truk yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni berjumlah 31.271 unit atau naik 24 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 25.299 unit truk. Kenaikan trafik truk dikarenakan pergerakan angkutan logistik yang diberi kebebasan penuh dimana tahun ini tidak diterapkan aturan pembatasan kendaraan truk melintas di jalan tol, yang biasanya diterapkan pada H-4 sampai dengan H+4 Lebaran. 


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan arahan agar seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Merak-Bakauheni agar lebih meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan agar selama periode Angkutan Lebaran ini aspek keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat dapat terjaga dengan baik. "Ini menyangkut keselamatan bersama, maka sinergi dan koordinasi yang kuat sangat penting. Protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan dijaga," ujarnya lagi. 


Ketua DPR RI Puan Maharani turut mengapresiasi  telah terjalinnya koordinasi dan sinergitas antara seluruh instansi yang berjalan dengan baik, khususnya di Pelabuhan Merak - Bakauheni ini, hal ini terlihat dengan adanya penurunan pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan penyeberangan tersibuk ini. 


"Kami memahami, keinginan masyarakat untuk tetap mudik masih cukup tinggi. Karena itu perlu ditingkatkan mitigasi dan antisipasi, bagaimana jaga diri kita agar tidak menulari orang terdekat, mulai dari keluarga kita. Penyekatan harus dilakukan dengan pendekatan humanis, dan yang terpenting protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat, khususnya di titik-titik lokasi wisata," ujarnya. 


Menurutnya, penyekatan berlapis harus dilakukan supaya tidal terjadi antrian di jalan. "Antisipasi pengetatan dengan lebih kuat juga harus dilakukan pada H-1 atau pada saat takbiran, karena keinginan masyarakat untuk tetap keluar mudik masih relatif tinggi. Pastikan tidak ada perbedaan implementasi kebijakan pengetatan di lapangan, dan jangan sampai menimbulkan kebingungan masyarakat di lapangan," ujar Puan menjelaskan. 


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan agar dilakukan penguatan-penguatan dalam koordinasi dan sinergi antarinstansi agar dipastikan tidak ada pergerakan pemudik, baik dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. 


"Sudah kita lihat trennya, arus keberangkatan tertinggi sebelum tanggal 6 Mei kemarin. Mereka ini akan kembali, sehingga akan terjadi pergerakan setelah Lebaran. Arus balik ini yang harus kita jaga, perhatikan agar pelaksanaan screening test Antigen/Genose bisa lebih ditingkatkan, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Angkutan Logistik Dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Angkutan Logistik Dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen


RETORIKAONLINE (BANTEN) - PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergitas yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan, khususnya di Merak-Bakauheni dalam rangka menekan pergerakan orang selama periode larangan mudik pada 6-17 Mei, demi menekan penyebaran Covid-19 di masa Angkutan Lebaran. 


Selama masa larangan mudik telah diatur bahwa ASDP melalui koordinasi dengan instansi dan pihak terkait pada wilayah kerjanya masing-masing tetap melayani angkutan logistik untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil, dan juga penumpang dengan kriteria khusus. 


Hal ini disampaikan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat menerima kunjungan kerja pemantauan arus mudik dan jalur transportasi di Merak - Bakauheni oleh Ketua DPR Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Doni Monardo, Kapolda Banten Rudy Heriyanto, dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Terminal Eksekutif Sosoro-Merak, Banten pada Minggu (9/5) siang. 


"Dalam rangka pengendalian transportasi selama masa Angkutan Lebaran kami telah melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan, dan seluruh stakeholder agar kebijakan pelarangan mudik ini dapat berjalan efektif.  Dan sesuai dengan pesan top leader, bahwa upaya pengendalian transportasi serta meminimalisir pergerakan masyarakat untuk mudik, harus dilakukan secara tegas dan manusiawi," tutur Ira. 


Berdasarkan data Posko Merak-Bakauheni terlihat bahwa aktifitas pergerakan kendaraan dan penumpang mengalami penurunan signifikan terhitung mulai berlakunya larangan mudik pada 6 Mei 2021 atau H-7, dan diperkirakan akan berlangsung hingga 17 Mei 2021. 


"Untuk layanan angkutan truk logistik tetap berjalan normal, khususnya untuk pendistribusian bahan pokok dan logostik lainnya. Sejak awal pandemi Covid-19 kami konsisten tetap melayani angkutan barang. Selain itu juga layanan bagi penumpang kriteria khusus yang dikecualikan dalam larangan mudik ini," kata Ira lagi. 


Data logistik berdasarkan Posko Merak, terhitung mulai 28 April 2021 (H-15) hingga 8 Mei 2021 (H-5) jumlah truk yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni berjumlah 31.271 unit atau naik 24 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 25.299 unit truk. Kenaikan trafik truk dikarenakan pergerakan angkutan logistik yang diberi kebebasan penuh dimana tahun ini tidak diterapkan aturan pembatasan kendaraan truk melintas di jalan tol, yang biasanya diterapkan pada H-4 sampai dengan H+4 Lebaran. 


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan arahan agar seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Merak-Bakauheni agar lebih meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan agar selama periode Angkutan Lebaran ini aspek keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat dapat terjaga dengan baik. "Ini menyangkut keselamatan bersama, maka sinergi dan koordinasi yang kuat sangat penting. Protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan dijaga," ujarnya lagi. 


Ketua DPR RI Puan Maharani turut mengapresiasi  telah terjalinnya koordinasi dan sinergitas antara seluruh instansi yang berjalan dengan baik, khususnya di Pelabuhan Merak - Bakauheni ini, hal ini terlihat dengan adanya penurunan pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan penyeberangan tersibuk ini. 


"Kami memahami, keinginan masyarakat untuk tetap mudik masih cukup tinggi. Karena itu perlu ditingkatkan mitigasi dan antisipasi, bagaimana jaga diri kita agar tidak menulari orang terdekat, mulai dari keluarga kita. Penyekatan harus dilakukan dengan pendekatan humanis, dan yang terpenting protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat, khususnya di titik-titik lokasi wisata," ujarnya. 


Menurutnya, penyekatan berlapis harus dilakukan supaya tidal terjadi antrian di jalan. "Antisipasi pengetatan dengan lebih kuat juga harus dilakukan pada H-1 atau pada saat takbiran, karena keinginan masyarakat untuk tetap keluar mudik masih relatif tinggi. Pastikan tidak ada perbedaan implementasi kebijakan pengetatan di lapangan, dan jangan sampai menimbulkan kebingungan masyarakat di lapangan," ujar Puan menjelaskan. 


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan agar dilakukan penguatan-penguatan dalam koordinasi dan sinergi antarinstansi agar dipastikan tidak ada pergerakan pemudik, baik dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. 


"Sudah kita lihat trennya, arus keberangkatan tertinggi sebelum tanggal 6 Mei kemarin. Mereka ini akan kembali, sehingga akan terjadi pergerakan setelah Lebaran. Arus balik ini yang harus kita jaga, perhatikan agar pelaksanaan screening test Antigen/Genose bisa lebih ditingkatkan, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19," ujarnya.