Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 November 2023

PT. Bank Jasa Jakarta Luncurkan Bank Saqu

PT. Bank Jasa Jakarta Luncurkan Bank Saqu


JAKARTA - PT. Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab melalui WeLab Sky, hari ini, Senin (20/11/2023), meluncurkan Bank Saqu, sebuah layanan perbankan digital sebagai teman seperjuangan generasi produktif di Indonesia yang berjiwa solopreneur. 

Peluncuran Bank Saqu, dihadiri oleh Presiden Komisaris Astra, Prijono Sugiarto; Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro; Direktur Astra, Suparno Djasmin; Founder & Group CEO WeLab, Simon Loong; Group COO WeLab, Ernest Leung; Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta, Leo Koesmanto; Direksi dan Komisaris Bank Jasa Jakarta serta Direksi dan Eksekutif Grup Astra dan WeLab..

Pada kesempatan ini, Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin mengatakan: "Kehadiran Bank Saqu menjadi wujud aspirasi kami untuk menyediakan jasa layanan keuangan prima dan terdepan, khususnya bagi segmen ritel dan UMKM dan turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bank Saqu akan mendukung, melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima.

Lebih jauh Suparno Djasmin menjelaskan bahwa setiap bisnis baru dalam Grup Astra diharapkan memberikan kontribusi terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan. Di samping itu setiap langkah unit bisnis tersebut selalu diarahkan sesuai dengan cita-cita Astra, yaitu sejahtera bersama bangsa. Di lingkup Astra Financial kami ingin kehadiran Bank Saqu dapat menjadi mitra keuangan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

Sementara itu, Simon Loong, Founder dan Group CEO WeLab mengatakan: "Kami sangat antusias menyaksikan peluncuran Bank Saqu, layanan perbankan digital kedua WeLab di Asia. Kehadiran Bank Saqu sejalan dengan fokus strategis untuk memperluas kehadiran kami dan menyediakan layanan keuangan berbasis teknologi, dimulai di Hong Kong, dan kini di Indonesia.”

Simon Loong menambahkan bahwa pengembangan sistem bank dengan layanan digital ini memakan waktu luar biasa cepat yaitu hanya enam bulan, dibandingkan 18-24 bulan bagi layanan serupa. Hal ini disebabkan oleh teknologi dan keahlian dibalik pengalaman WeLab sebagai bank digital berlisensi pertama di Hong Kong. Bersama Astra, kami berharap dapat memanfaatkan kekuatan kami yang saling melengkapi untuk mendorong pertumbuhan Bank Saqu dan berkontribusi ke digitalisasi layanan perbankan Indonesia.

Selasa, 11 Oktober 2022

Jalan Nasional Liwa-Krui KM 20 Tertimbun Longsor, Arus Lalin Buka Tutup

Jalan Nasional Liwa-Krui KM 20 Tertimbun Longsor, Arus Lalin Buka Tutup

 


LAMPUNG BARAT--Arus lalu lintas sempat terhambat akibat ruas jalan nasional lintas Liwa-Krui KM 20 Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar), tertimbun longsor saat kondisi hujan yang beritensitas cukup tinggi. Selasa (11/10/2022).


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat Padang Priyo Utomo mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16:00 WIB dan material longsor yang terjadi menutup sebagian badan.


Pihaknya juga sudah berupaya melakukan penanganan kedaruratan berupa evakuasi material longsoran untuk membuka akses jalan darurat secara manual terhadap setengah badan jalan bersama satgas BPBB dan BPJN PPK 2.3 wilayah 2, agar dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4 atau lebih dengan sistem buka tutup.


"Tim satgas TRC sudah kita terjunkan ke lokasi untuk melakukan melakukan penyisiran dan asessment untuk memastikan informasi titik longsor atau titik bencana lainnya, karena kondisi cuaca yang masih di guyur hujan menyebabkan proses evakuasi sedikit terhambat," Ucapnya


Lanjutnya, kami berkoordinasi dengan para pihak terkait yaitu Dinas PUPR Kabupaten Lampung Barat dan BPJN Wilayah Lampung Barat terkait bencana longsor, untuk segera ditindaklanjuti dengan penanganan menggunakan alat berat.


" pihak BPJN akan segera melakukan penanganan menggunakan alat berat untuk pembersihan total material longsoran dan juga penataan kembali bahu serta badan jalan dilokasi karena tidak memungkinkam untuk dilakukan evakuasi secara manual ". Tambahnya


Iyapun menjelaskan, Saat ini material longsoran masih menutupi sebagian badan jalan sehingga masih mengganggu lalu lintas kendaraan dilokasi, akan tetapi untuk arus lalu lintas masih cukup lancar dengan sistem buka tutup 1 jalur baik untuk roda dua atupun roda empat dan lebih.


Untuk itu puhaknya mengimbau kepada pengendara yang hendak melintas di wilayah tersebut agar berhati-hati sebab kondisi hujan yang masih terus mengguyur sebagian wilayah setempat berpotensi menimbulkan bencana alam lainnya sehingga di minta agar lebih waspada.


"Terlebih di titik-titik rawan terjadinya bencana karena saat ini hujan terus mengguyur sebagian wilayah kita sehingga harus lebih hati-hati dan waspada " Harapnya


Terahir kata Padang Priyo Utomo, baik dari masyarakat ataupun pengendara yang tinggal atau melintas di titik rawan bencana agar harus selalu waspada sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Tutupnya (RNL)

Jumat, 15 Oktober 2021

Lampung 10 Besar PON XX Papua 2021

Lampung 10 Besar PON XX Papua 2021

Foto: Instagram pemprov.lampung

NASIONAL - Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung sejak 2 Oktober 2021 lalu, telah berakhir, pada Jumat 16 Oktober 2021.


Dari situs resmi PON Papua , peringkat teratas ditempati Provinsi Jawa Barat dengan 133 Emas, 105 Perak dan 115 Perunggu total 353 medali, disusul DKI jakarta dengan 110 Emas, 90 Perak dan 100 Perunggu total 301 medali.


Menyusul diperingkat ketiga ada Provinsi Jawa Timur yang sama-sama memperoleh 110 Emas dengan DKI, namun tertinggal diperolehan medali Perak dna Perunggu yang masing-masing mendapatkan 89 dan 88 medali, total 287 medali.


Sementara itu, Provinsi Lampung pada PON XX Papua kali ini, mengoleksi total 36 medali, dengan 14 Emas, 10 Perak dan 12 Perunggu.


Dengan capaian tersebut, Provinsi Lampung masuk kedalam 10 besar peroleh medali terbanyak dari 34 provinsi di PON XX Papua, dan jadi provinsi terbanyak ke 2 di Pulau Sumatera setelah Riau yang mendapatkan 21 Emas.


“Target 10 besar sudah pasti terpenuhi mengingat peringkat di bawah, tak mungkin lagi mengejar kontingen Lampung untuk perolehan medali," kata Wakil Ketua III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Agus Nompitu, di Jayapura, Kamis (14/10/2021) seperti dikuti dari Antaranews.com.

Tangakapan layar situs resmi PON XX Papua 2021 

(Red/*)

Lampung 10 Besar PON XX Papua 2021

Lampung 10 Besar PON XX Papua 2021

Foto: Instagram pemprov.lampung

NASIONAL - Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung sejak 2 Oktober 2021 lalu, telah berakhir, pada Jumat 16 Oktober 2021.


Dari situs resmi PON Papua , peringkat teratas ditempati Provinsi Jawa Barat dengan 133 Emas, 105 Perak dan 115 Perunggu total 353 medali, disusul DKI jakarta dengan 110 Emas, 90 Perak dan 100 Perunggu total 301 medali.


Menyusul diperingkat ketiga ada Provinsi Jawa Timur yang sama-sama memperoleh 110 Emas dengan DKI, namun tertinggal diperolehan medali Perak dna Perunggu yang masing-masing mendapatkan 89 dan 88 medali, total 287 medali.


Sementara itu, Provinsi Lampung pada PON XX Papua kali ini, mengoleksi total 36 medali, dengan 14 Emas, 10 Perak dan 12 Perunggu.


Dengan capaian tersebut, Provinsi Lampung masuk kedalam 10 besar peroleh medali terbanyak dari 34 provinsi di PON XX Papua, dan jadi provinsi terbanyak ke 2 di Pulau Sumatera setelah Riau yang mendapatkan 21 Emas.


“Target 10 besar sudah pasti terpenuhi mengingat peringkat di bawah, tak mungkin lagi mengejar kontingen Lampung untuk perolehan medali," kata Wakil Ketua III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Agus Nompitu, di Jayapura, Kamis (14/10/2021) seperti dikuti dari Antaranews.com.

Tangakapan layar situs resmi PON XX Papua 2021 

(Red/*)

Kamis, 23 September 2021

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memukul perekonomian berbagai sektor di Tanah Air, termasuk industri penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis tetap bertahan di tengah pandemi dengan terus menghadirkan layanan prima utamanya terhadap sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, sejak 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia. Pemicunya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan sempat menutup layanan untuk penumpang secara total pada masa pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat. 


"Namun, untuk layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani secara penuh truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk tetap menjaga pasokan di daerah tetap stabil. Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang produksi penyeberangan ASDP selama pandemi Covid-19," tutur Ira. 


Data mencatat, ASDP melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari - Juli 2021, atau naik sekitar 13,3 persen bila dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik, yang terdiri dari kendaraan golongan IVB,VB, VIB, VII dan VIII. Sedangkan untuk barang, pencapaian semester I-2021 ASDP berhasil mengangkut hingga 465 ribu ton yang tercapai 82 persen dari target RKAP 2021 sebanyak 565 ribu ton barang dan naik 18 persen dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 395 ribu ton. 


Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,70 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,8 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 156 miliar atau mencapai 474 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 289 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar. 


"Kami terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.  Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Ira. 


Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. 


Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis di masa Covid-19 ini dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit. Salah satu komitmen, ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapatkan _Boarding Pass_ untuk naik ke kapal. Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 


Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dan terus mendorong ASDP untuk terus menjadi operator pelayanan transportasi publik yang handal dan mumpuni dalam memberikan pelayanan bermutu prima di seluruh Indonesia.


 "Kita negara kelautan, seyogyanya kita membangun transportasi kelautan kita, baik untuk perorangan, masyarakat, dan tidak kalah penting adalah ekonomi yaitu barang atau kargo," tuturnya. 


Menteri Erick menambahkan, sebagai negara kepulauan dan kelautan yang besar, "Kita tidak mungkin jika tidak meningkatkan fasilitas dan pelayanan dari industri, baik perkapalan, pelabuhan maupun penyeberangan. Mari satukan langkah, terus berpijak pada AKHLAK dan jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia," ujarnya menandaskan. (Rls)

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi

Sektor Logistik Jadi Penopang Kinerja ASDP Selama Pandemi


RETORIKAONLINE (JAKARTA) - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memukul perekonomian berbagai sektor di Tanah Air, termasuk industri penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis tetap bertahan di tengah pandemi dengan terus menghadirkan layanan prima utamanya terhadap sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, sejak 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia. Pemicunya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan sempat menutup layanan untuk penumpang secara total pada masa pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat. 


"Namun, untuk layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani secara penuh truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk tetap menjaga pasokan di daerah tetap stabil. Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang produksi penyeberangan ASDP selama pandemi Covid-19," tutur Ira. 


Data mencatat, ASDP melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari - Juli 2021, atau naik sekitar 13,3 persen bila dibandingkan periode sama tahun 2020 sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik, yang terdiri dari kendaraan golongan IVB,VB, VIB, VII dan VIII. Sedangkan untuk barang, pencapaian semester I-2021 ASDP berhasil mengangkut hingga 465 ribu ton yang tercapai 82 persen dari target RKAP 2021 sebanyak 565 ribu ton barang dan naik 18 persen dari realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak 395 ribu ton. 


Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,70 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,8 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 156 miliar atau mencapai 474 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 32 miliar dan mencapai 289 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp 80,5 miliar. 


"Kami terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.  Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," tutur Ira. 


Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. 


Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis di masa Covid-19 ini dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit. Salah satu komitmen, ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapatkan _Boarding Pass_ untuk naik ke kapal. Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 


Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi dan terus mendorong ASDP untuk terus menjadi operator pelayanan transportasi publik yang handal dan mumpuni dalam memberikan pelayanan bermutu prima di seluruh Indonesia.


 "Kita negara kelautan, seyogyanya kita membangun transportasi kelautan kita, baik untuk perorangan, masyarakat, dan tidak kalah penting adalah ekonomi yaitu barang atau kargo," tuturnya. 


Menteri Erick menambahkan, sebagai negara kepulauan dan kelautan yang besar, "Kita tidak mungkin jika tidak meningkatkan fasilitas dan pelayanan dari industri, baik perkapalan, pelabuhan maupun penyeberangan. Mari satukan langkah, terus berpijak pada AKHLAK dan jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia," ujarnya menandaskan. (Rls)

Minggu, 29 Agustus 2021

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak

Vaksin Jadi Syarat Wajib di Pelabuhan Bakauheni - Merak


JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap mendukung program Pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya melalui transportasi di sektor angkutan penyeberangan dengan menerapkan verifikasi data vaksin pengguna jasa pada proses reservasi tiket online Ferizy yang terintegrasi bertahap dengan Aplikasi PeduliLindungi. 


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk akan terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, dimana data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy. 


Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum keberangkatan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal.  Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 



"Sesuai dengan SE Satgas Covid-19 No.17 Tahun 2021  tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor SE 56 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada 26 Juli 2021, bahwa syarat perjalanan penyeberangan mewajibkan masyarakat untuk melampirkan bukti pelaksanaan vaksinasi (minimal dosis pertama) dan hasil tes Covid-19 (Antigen H-1 / PCR H-2). Melalui penerapan ini, pengguna jasa yang dapat melakukan pembelian tiket online Ferizy hanya yang telah divaksin atau yang termasuk kategori pengecualian vaksin," tutur Shelvy menjelaskan. 


Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, telah ditetapkan syarat wajib bagi pengguna jasa penyeberangan yakni melampirkan Hasil Negatif Test Covid-19 Antigen (1 x 24 jam) atau PCR (2 x 24 jam) dan bukti vaksin (minimal dosis pertama). 


Dalam optimalisasi verifikasi dokumen kesehatan terhadap pengguna jasa penyeberangan akan dilaksanakan dengan mekanisme double screening (verifikasi ganda). Pertama, verifikasi dokumen kesehatan dilakukan saat Pengguna Jasa memesan tiket online di Ferizy yang terintegrasi dengan Aplikasi Peduli Lindungi. Kedua, verifikasi dokumen kesehatan dilaksanakan di pelabuhan penyeberangan oleh Tim Satgas Covid-19 setempat. 


ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar dapat mengunduh Aplikasi PeduliLindungi dan memastikan hasil vaksinnya telah tersedia. "Saat proses reservasi tiket online di Ferizy, pastikan data penumpang yang diisi sesuai Kartu Identitas. Selanjutnya agar dipastikan juga data diri seluruh penumpang dalam kendaraan terdaftar di dalam tiket," kata Shelvy lagi. 


Ia menambahkan, dengan adanya penerapan integrasi ini, verifikasi dan validasi dokumen kesehatan akan menjadi lebih optimal sehingga potensi penyebaran Covid-19 di sektor transportasi angkutan penyeberangan dapat terminimalisir. Harapannya, pengguna jasa juga akan merasa lebih aman, nyaman, dan sehat menggunakan transportasi angkutan penyeberangan selama masa pandemi Covid-19.




*CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)*