Tampilkan postingan dengan label Mesum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2021

Dibujuk Suruh Nginap, Tukang Nasi Goreng Perkosa Gadis SMA, Dua Pelaku Ditangkap

Dibujuk Suruh Nginap, Tukang Nasi Goreng Perkosa Gadis SMA, Dua Pelaku Ditangkap


Retorika - Polisi membekuk tukang nasi goreng dan rekannya setelah kedapatan melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Serang pada Minggu (3/1/2021) lalu

“Keduanya ditangkap personel Unit PPA di rumah kontrakannya di Kampung Kedingding, Rabu (6/1/2021) dini hari sekitar jam 3 pagi,” kata Kapolres Serang AKBP Mariyono melansir Bantennews, Jumat (8/1/2021).

Mariyono menyampaikan, peristiwa memilukan dengan korban pelajar SMA itu bermula saat kedua pelaku FS dan RM yang tengah berpesta minuman keras (miras) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang.

“Awal mula kedua tersangka meminum minuman alkohol jenis Anggur Merah di Kawasan Industri Modern Cikande, lalu tersangka FS berkomunikasi dengan korban lewat chat WA hingga akhirnya korban mau dan dijemput di pinggir jalan dengan menggunakan Motor Yamaha Vixion,” ungkapnya.

Usai tiba di lokasi, korban lantas meminta untuk diantar pulang. Lantaran sudah terlalu larut malam, korban berusia 15 tahun ini dibujuk untuk ikut keduanya ke kontrakan FM.

“Karena sudah terlalu malam dan hampir pagi, akhirnya korban dirayu agar menginap di kontrakan dan korban pun mau,” jelasnya.

Saat sampai di kontrakan penjual nasi goreng, korban kemudian disetubuhi secara bergilir oleh kedua pelaku. Padahal, semalaman orangtua korban mencari korban karena tidak pulang.

“Korban ditemukan masih berada di dalam kontrakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan atas kejadian itu, korban mengalami trauma dan robek pada bagian intimnya. Tidak terima dengan perbuatan kedua pelaku, orangtua korban melaporkannya ke Polres Serang.


“Barang bukti yang kita amankan 1 unit motor Yamaha Vixion sebagai sarana kejahatan dan 1 buah kasur warna hijau sebagai alas. Modus operandinya, melakukan bujuk rayu dan rangkaian kebohongan korban disetubuhi secara bergantian,” tambahnya.

PAra pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk ancaman pidananya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tutupnya.
Sumber: www.bantennews.co.id

Dibujuk Suruh Nginap, Tukang Nasi Goreng Perkosa Gadis SMA, Dua Pelaku Ditangkap

Dibujuk Suruh Nginap, Tukang Nasi Goreng Perkosa Gadis SMA, Dua Pelaku Ditangkap


Retorika - Polisi membekuk tukang nasi goreng dan rekannya setelah kedapatan melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Serang pada Minggu (3/1/2021) lalu

“Keduanya ditangkap personel Unit PPA di rumah kontrakannya di Kampung Kedingding, Rabu (6/1/2021) dini hari sekitar jam 3 pagi,” kata Kapolres Serang AKBP Mariyono melansir Bantennews, Jumat (8/1/2021).

Mariyono menyampaikan, peristiwa memilukan dengan korban pelajar SMA itu bermula saat kedua pelaku FS dan RM yang tengah berpesta minuman keras (miras) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang.

“Awal mula kedua tersangka meminum minuman alkohol jenis Anggur Merah di Kawasan Industri Modern Cikande, lalu tersangka FS berkomunikasi dengan korban lewat chat WA hingga akhirnya korban mau dan dijemput di pinggir jalan dengan menggunakan Motor Yamaha Vixion,” ungkapnya.

Usai tiba di lokasi, korban lantas meminta untuk diantar pulang. Lantaran sudah terlalu larut malam, korban berusia 15 tahun ini dibujuk untuk ikut keduanya ke kontrakan FM.

“Karena sudah terlalu malam dan hampir pagi, akhirnya korban dirayu agar menginap di kontrakan dan korban pun mau,” jelasnya.

Saat sampai di kontrakan penjual nasi goreng, korban kemudian disetubuhi secara bergilir oleh kedua pelaku. Padahal, semalaman orangtua korban mencari korban karena tidak pulang.

“Korban ditemukan masih berada di dalam kontrakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan atas kejadian itu, korban mengalami trauma dan robek pada bagian intimnya. Tidak terima dengan perbuatan kedua pelaku, orangtua korban melaporkannya ke Polres Serang.


“Barang bukti yang kita amankan 1 unit motor Yamaha Vixion sebagai sarana kejahatan dan 1 buah kasur warna hijau sebagai alas. Modus operandinya, melakukan bujuk rayu dan rangkaian kebohongan korban disetubuhi secara bergantian,” tambahnya.

PAra pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk ancaman pidananya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tutupnya.
Sumber: www.bantennews.co.id

Selasa, 15 Desember 2020

Mesum di Lampu Merah, Pasangan ini Dicari Polisi

Mesum di Lampu Merah, Pasangan ini Dicari Polisi


RETORIKA - Sebuah video berdurasi 30 detik menunjukan pasangan pemotor berbuat asusila saat berhenti di traffic light sebuah persimpangan. Polisi di Surabaya merespons viralnya video tersebut dengan memburu pria dan wanita mesum tersebut. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Oki Ahadian mengaku sudah memerintahkan personelnya untuk melakukan penyelidikan atas video mesum itu. Tak hanya pasangan pengendara motor yang mesum, pihaknya juga mencari penyebar video tersebut.

"Sedang kami selidiki. Kami cari mereka ini yang ada di dalam video, termasuk juga yang merekam," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 15 Desember 2020.

Meski demikian, Oki belum bisa memastikan lokasi sebenarnya dalam video tersebut. Ia hanya mengatakan dalam video tersebut terlihat pengendara motor berhenti di sebuah persimpangan saat lampu lalu lintas menyala merah.

Kami cari mereka ini yang ada di dalam video, termasuk juga yang merekam.

Diketahui, video seorang perempuan yang memboncengkan teman prianya saat berhenti di traffic light sebuah persimpangan ini menjadi perhatian warganet. Video tersebar di berbagai platform media sosial dan mendapat hujatan dari netizen. 

Dalam video terlihat sang pria memeluk perempuan itu dari belakang kemudian menciuminya dari leher hingga pipi. Sementara si perempuan terlihat pasrah seakan tak risih menerima perlakuan cabul walau berada di tempat umum.

Diduga lokasi aksi asusila sejoli itu terjadi di perempatan Jalan Kenjeran, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Hal itu terlihat dari kubah Masjid Al Ishlah yang tampak dalam video. 

Dalam video itu juga terdengar suara, diduga dari perekam, berbicara dalam bahasa Madura, menyebut jika si pria memegang bagian vital tubuh perempuan.

“Sosonah etogguk bereng. Haram sosonah etogguh jeh sosonah (Payudaranya dipegang juga, itu payudaranya, dipegang payudaranya).” 

Lalu perekam menduga, jika laki-lakinya sedang di bawah pengaruh alkohol alias mabuk dan usai berhubungan badan.

“Paleng nganggui nak kanank jah to, beni mendem tok juah, apos pos (Mungkin habis pakai narkoba orang itu, nggak hanya mabuk saja itu. Main sosor saja),” ucapnya dalam video tersebut.[]
Mesum di Lampu Merah, Pasangan ini Dicari Polisi

Mesum di Lampu Merah, Pasangan ini Dicari Polisi


RETORIKA - Sebuah video berdurasi 30 detik menunjukan pasangan pemotor berbuat asusila saat berhenti di traffic light sebuah persimpangan. Polisi di Surabaya merespons viralnya video tersebut dengan memburu pria dan wanita mesum tersebut. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Oki Ahadian mengaku sudah memerintahkan personelnya untuk melakukan penyelidikan atas video mesum itu. Tak hanya pasangan pengendara motor yang mesum, pihaknya juga mencari penyebar video tersebut.

"Sedang kami selidiki. Kami cari mereka ini yang ada di dalam video, termasuk juga yang merekam," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 15 Desember 2020.

Meski demikian, Oki belum bisa memastikan lokasi sebenarnya dalam video tersebut. Ia hanya mengatakan dalam video tersebut terlihat pengendara motor berhenti di sebuah persimpangan saat lampu lalu lintas menyala merah.

Kami cari mereka ini yang ada di dalam video, termasuk juga yang merekam.

Diketahui, video seorang perempuan yang memboncengkan teman prianya saat berhenti di traffic light sebuah persimpangan ini menjadi perhatian warganet. Video tersebar di berbagai platform media sosial dan mendapat hujatan dari netizen. 

Dalam video terlihat sang pria memeluk perempuan itu dari belakang kemudian menciuminya dari leher hingga pipi. Sementara si perempuan terlihat pasrah seakan tak risih menerima perlakuan cabul walau berada di tempat umum.

Diduga lokasi aksi asusila sejoli itu terjadi di perempatan Jalan Kenjeran, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Hal itu terlihat dari kubah Masjid Al Ishlah yang tampak dalam video. 

Dalam video itu juga terdengar suara, diduga dari perekam, berbicara dalam bahasa Madura, menyebut jika si pria memegang bagian vital tubuh perempuan.

“Sosonah etogguk bereng. Haram sosonah etogguh jeh sosonah (Payudaranya dipegang juga, itu payudaranya, dipegang payudaranya).” 

Lalu perekam menduga, jika laki-lakinya sedang di bawah pengaruh alkohol alias mabuk dan usai berhubungan badan.

“Paleng nganggui nak kanank jah to, beni mendem tok juah, apos pos (Mungkin habis pakai narkoba orang itu, nggak hanya mabuk saja itu. Main sosor saja),” ucapnya dalam video tersebut.[]

Minggu, 15 Maret 2020

Mobil Bergoyang, Oknum Dokter dan Perawat Tepergok Mesum di Parkiran Bandara, Ini Pengakuan Sang Dokter

Mobil Bergoyang, Oknum Dokter dan Perawat Tepergok Mesum di Parkiran Bandara, Ini Pengakuan Sang Dokter

Screenshoot video penggerebekan di Bandara Haluoleo Kendari
RO - Pengunjung dan petugas Bandara Haluoleo Kendari menggerebek pasangan mesum di areal parkir Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi pPenggerebekan tersebut direkam oleh kamera warga dan viral di media sosial, Rabu (11/3/2020) sekira pukul 16.30 WITA.

Dalam video berdurasi 42 detik itu tampak seorang pria yang diduga berprofesi sebagai dokter di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Kendari tertangkap mesum bersama seorang perempuan di dalam mobil hitam.

Kapolsek Ranomeeto AKP Dedi Hartoyo), membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, peristiwa berawal ketika seorang pengunjung melihat ada keanehan di area parkir Bandara Haluoleo, kemudian dilaporkan ke petugas keamanan bandara (Avsec). Keduanya kemudian diamankan di pos keamanan Pangkalan udara (Lanud) TNI AU Haluoleo


Dikatakan Dedi, perempuan yang ikut digerebek itu diduga seorang perawat dengan kondisi setengah telanjang. Dedi menambahkan, pelaku melakukan aksinya dengan spontan.

Hanya Mengganti Baju

Oknum dokter yang tepergok sedang berdua di dalam mobil di parkiran Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan seorang perawat membantah sedang berbuat mesum.

Oknum dokter yang diketahui berinisial ATS itu mengaku bahwa seorang perawat yang diketahui berinisial F hanya mengganti baju di dalam mobil saat akan makan di wilayah Bandara Haluoleo.

"Awalnya mereka akan makan siang ke KFC Bandara setelah pulang dinas dari rumah sakit swasta di Kendari. Karena kalau mau ke KFC di pusat Kota Kendari jaraknya lebih jauh. Mereka sempat kami tanya, apa ada hubungan atau tidak, katanya akrab. Namanya juga satu tempat kerja," jelas Ketua Tim Pengacara ATS, Muhammad Adnan, kepada wartawan, Sabtu (14/3).

Ketika sampai di parkiran, kata Adnan, sang wanita berinisial F meminta untuk mengganti baju terlebih dahulu. Sebab saat itu masih menggunakan pakaian dinas dari rumah sakit.

"F lalu pindah ke jok belakang sopir mau ganti baju, jadi goyang kan. Entah dia ganti celana dalam, yang pasti dia ganti pakaian, kan pakaian dinas," sambungnya.
Meski F akan mengganti baju di dalam mobil, kata Adnan, ATS tak keluar dari mobil dan berada di kemudi.

"Pada saat itulah orang di sekitar itu langsung spontan foto, kalian bikin apa, sesuai yang ada di video itu. Bagaimana kah, orang naik di mobil itu tetap bergoyang, ceritanya begitu. Pokoknya kalau misalnya saya tambah-tambahkan, saya kurang-kurangi saya kan salah," ujarnya.

Menurut Adnan, saat digerebek warga, ATS meminta agar dibawa ke pihak keamanan untuk diamankan karena semakin banyak warga yang berdatangan.

Terkait mobil bergoyang, Adnan bilang, harus dilakukan pembuktian apakah mereka melakukan hal yang senonoh atau tidak.

"Unsur-unsur kecurigaan warga soal mobil goyang, harus dilihat dari pembuktiannya. (Mobil bergoyang) itu belum bisa membuktikan mereka melakukan hal senonoh atau tidak," katanya.

Kata Adnan, kliennya akan menempuh jalur hukum kepada pihak yang telah memvideokan dan menyebarkannya ke media sosial. Termasuk akan membawa ke ranah hukum beberapa media massa.

"Rencananya akan dilakukan seperti itu (proses hukum). Pihak keluarga dokter merasa tercemarkan dengan viralnya video itu, tanpa mendalami, tanpa menyatakan benar atau salahnya dilakukan atau tidak dilakukannya (asusila) perlu pembuktian yang akurat, perlu pendalaman lebih jauh," katanya.

Adnan mengatakan, menurut keterangan ATS dia tidak melakukan tindakan mesum seperti yang tersebar di beberapa media dan media sosial.

"(Berbuat mesum) itu masih tanda tanya besar, menurut dokter dia tidak melakukan yang dikatakan mesum, asusila, itu tidak dilakukan. Karena secara durasi videonya saja berapa detik. Kalau sebelumnya dilihat satu jam, dua jam bisa jadi," katanya.


"Tapi ternyata setelah dia ganti baju dan setelah itu langsung spontan ditangkap basah, nah itu kan. Di video itu kan kelihatan dia memang rencana mau ganti baju. Bagaimana mau melakukan (asusila), laki-lakinya di depan baru perempuannya di belakang," sambungnya. (RO)

Mobil Bergoyang, Oknum Dokter dan Perawat Tepergok Mesum di Parkiran Bandara, Ini Pengakuan Sang Dokter

Mobil Bergoyang, Oknum Dokter dan Perawat Tepergok Mesum di Parkiran Bandara, Ini Pengakuan Sang Dokter

Screenshoot video penggerebekan di Bandara Haluoleo Kendari
RO - Pengunjung dan petugas Bandara Haluoleo Kendari menggerebek pasangan mesum di areal parkir Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi pPenggerebekan tersebut direkam oleh kamera warga dan viral di media sosial, Rabu (11/3/2020) sekira pukul 16.30 WITA.

Dalam video berdurasi 42 detik itu tampak seorang pria yang diduga berprofesi sebagai dokter di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Kendari tertangkap mesum bersama seorang perempuan di dalam mobil hitam.

Kapolsek Ranomeeto AKP Dedi Hartoyo), membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, peristiwa berawal ketika seorang pengunjung melihat ada keanehan di area parkir Bandara Haluoleo, kemudian dilaporkan ke petugas keamanan bandara (Avsec). Keduanya kemudian diamankan di pos keamanan Pangkalan udara (Lanud) TNI AU Haluoleo


Dikatakan Dedi, perempuan yang ikut digerebek itu diduga seorang perawat dengan kondisi setengah telanjang. Dedi menambahkan, pelaku melakukan aksinya dengan spontan.

Hanya Mengganti Baju

Oknum dokter yang tepergok sedang berdua di dalam mobil di parkiran Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan seorang perawat membantah sedang berbuat mesum.

Oknum dokter yang diketahui berinisial ATS itu mengaku bahwa seorang perawat yang diketahui berinisial F hanya mengganti baju di dalam mobil saat akan makan di wilayah Bandara Haluoleo.

"Awalnya mereka akan makan siang ke KFC Bandara setelah pulang dinas dari rumah sakit swasta di Kendari. Karena kalau mau ke KFC di pusat Kota Kendari jaraknya lebih jauh. Mereka sempat kami tanya, apa ada hubungan atau tidak, katanya akrab. Namanya juga satu tempat kerja," jelas Ketua Tim Pengacara ATS, Muhammad Adnan, kepada wartawan, Sabtu (14/3).

Ketika sampai di parkiran, kata Adnan, sang wanita berinisial F meminta untuk mengganti baju terlebih dahulu. Sebab saat itu masih menggunakan pakaian dinas dari rumah sakit.

"F lalu pindah ke jok belakang sopir mau ganti baju, jadi goyang kan. Entah dia ganti celana dalam, yang pasti dia ganti pakaian, kan pakaian dinas," sambungnya.
Meski F akan mengganti baju di dalam mobil, kata Adnan, ATS tak keluar dari mobil dan berada di kemudi.

"Pada saat itulah orang di sekitar itu langsung spontan foto, kalian bikin apa, sesuai yang ada di video itu. Bagaimana kah, orang naik di mobil itu tetap bergoyang, ceritanya begitu. Pokoknya kalau misalnya saya tambah-tambahkan, saya kurang-kurangi saya kan salah," ujarnya.

Menurut Adnan, saat digerebek warga, ATS meminta agar dibawa ke pihak keamanan untuk diamankan karena semakin banyak warga yang berdatangan.

Terkait mobil bergoyang, Adnan bilang, harus dilakukan pembuktian apakah mereka melakukan hal yang senonoh atau tidak.

"Unsur-unsur kecurigaan warga soal mobil goyang, harus dilihat dari pembuktiannya. (Mobil bergoyang) itu belum bisa membuktikan mereka melakukan hal senonoh atau tidak," katanya.

Kata Adnan, kliennya akan menempuh jalur hukum kepada pihak yang telah memvideokan dan menyebarkannya ke media sosial. Termasuk akan membawa ke ranah hukum beberapa media massa.

"Rencananya akan dilakukan seperti itu (proses hukum). Pihak keluarga dokter merasa tercemarkan dengan viralnya video itu, tanpa mendalami, tanpa menyatakan benar atau salahnya dilakukan atau tidak dilakukannya (asusila) perlu pembuktian yang akurat, perlu pendalaman lebih jauh," katanya.

Adnan mengatakan, menurut keterangan ATS dia tidak melakukan tindakan mesum seperti yang tersebar di beberapa media dan media sosial.

"(Berbuat mesum) itu masih tanda tanya besar, menurut dokter dia tidak melakukan yang dikatakan mesum, asusila, itu tidak dilakukan. Karena secara durasi videonya saja berapa detik. Kalau sebelumnya dilihat satu jam, dua jam bisa jadi," katanya.


"Tapi ternyata setelah dia ganti baju dan setelah itu langsung spontan ditangkap basah, nah itu kan. Di video itu kan kelihatan dia memang rencana mau ganti baju. Bagaimana mau melakukan (asusila), laki-lakinya di depan baru perempuannya di belakang," sambungnya. (RO)