Tampilkan postingan dengan label Lampung tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung tengah. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2021

Biadab! Warga Lampung Tengah Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

Biadab! Warga Lampung Tengah Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

Foto Pelaku (Ist)

RETORIKAONLINE (LAMPUNG TENGAH) – Seorang anak kandung di Kabupaten Lampung Tengah, tega membunuh ayah kandungnya.


Korban yang diketahui bernama Slamet, warga Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah itu, dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya hingga putus.


Peristiwa ini viral baik melalui video maupun foto dan beredar di grup WhatsApp maupun platform media sosial,  Senin (22/3/2021)  malam. 


Dalam rekaman video amatir yang berdurasi 28 detik yang beredar, tampak tubuh korban yang bersandar di kursi dengan darah berceceran.


Selain itu juga beredar foto potongan kepala korban yang terjatuh di lantai.


Pada foto lainnya, terlihat juga seseorang pria yang diduga pelaku duduk di tanah memakai peci, berbaju baju kaos dengan celana pendek dengan tangan terborgol kebelakang dan kakinya terdapat darah diduga darah korban.


Berdasarkan keterangan KS selaku warga setempat, bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh anak korban yang mengalami gangguan kejiwaan. 


"Pelaku sebenarnya pernah diruqyah, sudah diobati kemana-mana namun tidak kunjung sembuh," kata KS saat dikonfirmasi via telepon, Senin (22/3/2021) malam.


Lanjut KS, sebelum kejadian, pelaku pernah memaksa kepada korban agar dibelikan  motor kepada korban.


" Tapi korban bilang yang untuk beli motor duitnya darimana," tambahnya.


Menurut KS, sebelum pembunuhan terjadi, korban dan pelaku baru pulang dari ladang bersama menanam jahe, lalu pulang dan makan.


“Saat korban makan, lalu pelaku menebas leher korban menggunakan golok. Setelah itu, kepala korban diantar ke rumah kakaknya dan kakaknya terus lari ke rumah orang tuanya,” ujarnya.


KS memastikan bahwa saat ini pelaku sudah diborgol dan dibawa petugas, namun tidak ada aksi massa sebab warga tau jika korban mengalami ganguan jiwa.


“Rame disini, tapi enggak ada aksi massa sebab disini tau anak itu gangguan jiwa, korban sekarang sudah dimakamkan,” kata dia.

Anak Penggal Kepala Ayah Kandung, Ini Kata Kapolres Lampung Tengah


Terpisah, Kapolres Lampung Tengah, AKBP. Popon Ardianto Sunggoro, membenarkan tentang kejadian pembunuhan tersebut. 


Menurut AKBP. Popon, dirinya mendapatkan laporan dari kapolsek setempat, bahwa telah terjadi pembunuhan sadis yang diduga pelaku mengalami gangguan kejiawaan.


"Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek, informasi dari masyarakat, pelaku mengalami gangguan kejiwaan," katanya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya, Senin (23/03/2021).


Namun, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu apakan benar pelaku mengalami gangguan kejiawaan dengan melakukan observasi terhadap pelaku tersebut ke Rumah Sakit Jiwa.


"Saat ini kami menunggu proses observasi terlebih dahulu, sehingga nanti kami dapat mengambil langkah hukum yang profesional," jelasnya. (Mon/Ded/Red)

Biadab! Warga Lampung Tengah Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

Biadab! Warga Lampung Tengah Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

Foto Pelaku (Ist)

RETORIKAONLINE (LAMPUNG TENGAH) – Seorang anak kandung di Kabupaten Lampung Tengah, tega membunuh ayah kandungnya.


Korban yang diketahui bernama Slamet, warga Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah itu, dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya hingga putus.


Peristiwa ini viral baik melalui video maupun foto dan beredar di grup WhatsApp maupun platform media sosial,  Senin (22/3/2021)  malam. 


Dalam rekaman video amatir yang berdurasi 28 detik yang beredar, tampak tubuh korban yang bersandar di kursi dengan darah berceceran.


Selain itu juga beredar foto potongan kepala korban yang terjatuh di lantai.


Pada foto lainnya, terlihat juga seseorang pria yang diduga pelaku duduk di tanah memakai peci, berbaju baju kaos dengan celana pendek dengan tangan terborgol kebelakang dan kakinya terdapat darah diduga darah korban.


Berdasarkan keterangan KS selaku warga setempat, bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh anak korban yang mengalami gangguan kejiwaan. 


"Pelaku sebenarnya pernah diruqyah, sudah diobati kemana-mana namun tidak kunjung sembuh," kata KS saat dikonfirmasi via telepon, Senin (22/3/2021) malam.


Lanjut KS, sebelum kejadian, pelaku pernah memaksa kepada korban agar dibelikan  motor kepada korban.


" Tapi korban bilang yang untuk beli motor duitnya darimana," tambahnya.


Menurut KS, sebelum pembunuhan terjadi, korban dan pelaku baru pulang dari ladang bersama menanam jahe, lalu pulang dan makan.


“Saat korban makan, lalu pelaku menebas leher korban menggunakan golok. Setelah itu, kepala korban diantar ke rumah kakaknya dan kakaknya terus lari ke rumah orang tuanya,” ujarnya.


KS memastikan bahwa saat ini pelaku sudah diborgol dan dibawa petugas, namun tidak ada aksi massa sebab warga tau jika korban mengalami ganguan jiwa.


“Rame disini, tapi enggak ada aksi massa sebab disini tau anak itu gangguan jiwa, korban sekarang sudah dimakamkan,” kata dia.

Anak Penggal Kepala Ayah Kandung, Ini Kata Kapolres Lampung Tengah


Terpisah, Kapolres Lampung Tengah, AKBP. Popon Ardianto Sunggoro, membenarkan tentang kejadian pembunuhan tersebut. 


Menurut AKBP. Popon, dirinya mendapatkan laporan dari kapolsek setempat, bahwa telah terjadi pembunuhan sadis yang diduga pelaku mengalami gangguan kejiawaan.


"Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek, informasi dari masyarakat, pelaku mengalami gangguan kejiwaan," katanya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya, Senin (23/03/2021).


Namun, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu apakan benar pelaku mengalami gangguan kejiawaan dengan melakukan observasi terhadap pelaku tersebut ke Rumah Sakit Jiwa.


"Saat ini kami menunggu proses observasi terlebih dahulu, sehingga nanti kami dapat mengambil langkah hukum yang profesional," jelasnya. (Mon/Ded/Red)

Kamis, 24 September 2020

PKH di Kampung Bumi Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

PKH di Kampung Bumi Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

Foto: Kantor Kakam Bumi Jaya

LAMPUNG TENGAH (RO) - Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Bumi Jaya Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) diduga bermasalah dan tidak tepat sasaran.


Hal ini diketahui setelah puluhan warga Bumi Jaya penerima program PKH merasa resah dengan penyaluran program pemerintah pusat tersebut.


Seperti yang disampaikan salah satu warga Bumi Jaya berinisial MM (41). Ia mengungkapkan bahwa memasuki bulan suci ramadhan 2020 lalu, dirinya pernah mendapat pemberitahuan dari Kepala Kampung setempat bahwa pihaknya mendapat bantuan PKH.


Setelah waktu pengambilan, pihak pengurus PKH yakni Maryati, mengatakan bahwa dirinya tidak mendapat bantuan, dengan dalih tidak ada datanya.


“Namun beberapa hari kemudian, saya mencoba iseng mengecek ATM ternyata ada saldonya 400 ribu, dan di bulan berikutnya ada saldonya 200 ribu,” ujar MM, saat dikonfirmasi media, Rabu (23/9/2020).


Berbeda lagi pengakuan SA (43) yang juga warga Bumi Jaya. Ia mengatakan bahwa di pertengahan tahun 2019 lalu, dirinya diminta untuk mengundurkan diri dari petugas PKH oleh oknum Kader yakni Maryati, dengan alasan jika dirinya sudah mampu.


“Saya mundur dari petugas PKH Agustus 2019. Namun, di pertengahan Oktober 2019, ada yang mengatakan data saya masih aktif dan dicairkan oleh oknum kader PKH. Setelah saya tanyakan, oknum kader itu mengakui bahwa uang tersebut telah ia tarik,” katanya.


Mendapat informasi tersebut, tim media Karyanasional pun mencoba untuk mempertanyakan persoalan tersebut kepada Kepala Kampung Bumi Jaya. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran yang bersangkutan sulit untuk ditemui.


Hingga berita ini diturunkan, Mujiman, Kepala Kampung Bumi Jaya belum bisa ditemui untuk konfirmasi perihal tersebut.


“Kepala Kampung lagi diluar, apalagi ini musim Covid-19,” kata salah satu staf, saat ditemui media di Balai Kampung Bumi Jaya. (Tim/MFL)

PKH di Kampung Bumi Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

PKH di Kampung Bumi Jaya Diduga Tak Tepat Sasaran

Foto: Kantor Kakam Bumi Jaya

LAMPUNG TENGAH (RO) - Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Bumi Jaya Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) diduga bermasalah dan tidak tepat sasaran.


Hal ini diketahui setelah puluhan warga Bumi Jaya penerima program PKH merasa resah dengan penyaluran program pemerintah pusat tersebut.


Seperti yang disampaikan salah satu warga Bumi Jaya berinisial MM (41). Ia mengungkapkan bahwa memasuki bulan suci ramadhan 2020 lalu, dirinya pernah mendapat pemberitahuan dari Kepala Kampung setempat bahwa pihaknya mendapat bantuan PKH.


Setelah waktu pengambilan, pihak pengurus PKH yakni Maryati, mengatakan bahwa dirinya tidak mendapat bantuan, dengan dalih tidak ada datanya.


“Namun beberapa hari kemudian, saya mencoba iseng mengecek ATM ternyata ada saldonya 400 ribu, dan di bulan berikutnya ada saldonya 200 ribu,” ujar MM, saat dikonfirmasi media, Rabu (23/9/2020).


Berbeda lagi pengakuan SA (43) yang juga warga Bumi Jaya. Ia mengatakan bahwa di pertengahan tahun 2019 lalu, dirinya diminta untuk mengundurkan diri dari petugas PKH oleh oknum Kader yakni Maryati, dengan alasan jika dirinya sudah mampu.


“Saya mundur dari petugas PKH Agustus 2019. Namun, di pertengahan Oktober 2019, ada yang mengatakan data saya masih aktif dan dicairkan oleh oknum kader PKH. Setelah saya tanyakan, oknum kader itu mengakui bahwa uang tersebut telah ia tarik,” katanya.


Mendapat informasi tersebut, tim media Karyanasional pun mencoba untuk mempertanyakan persoalan tersebut kepada Kepala Kampung Bumi Jaya. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran yang bersangkutan sulit untuk ditemui.


Hingga berita ini diturunkan, Mujiman, Kepala Kampung Bumi Jaya belum bisa ditemui untuk konfirmasi perihal tersebut.


“Kepala Kampung lagi diluar, apalagi ini musim Covid-19,” kata salah satu staf, saat ditemui media di Balai Kampung Bumi Jaya. (Tim/MFL)