Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2021

Sjachroedin ZP Terima Tanda Kehormatan Dari IPA

Sjachroedin ZP Terima Tanda Kehormatan Dari IPA


RE TORIKAONLINE (LAMPUNG) - Duta Besar Indonesia untuk Kroasia Sjachroedin Zainal Pagaralam menerima tanda kehormatan dari International Police Association (IPA).


Penghargaan atas dedikasinya sebagai pensiunan polisi dalam mengemban tugas negara. Khususnya diplomasi untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Kroasia. Juga dalam rangka menyambut HUT ke-75 Bhayangkara.


IPA adalah organisasi terbesar di dunia untuk personel kepolisian yang beranggotakan lebih dari 360 ribu personel dari 72 negara.


IPA yang diwakili oleh Brigadir Jenderal Ladislav Bence menyerahkan tanda kehormatan kepada Dubes Sjachroedin di Wisma Duta KBRI Zagreb.


Brigjen Ladislav menyampaikan rasa bangganya sebagai sesama anggota kepolisian atas kinerja Dubes Sjachroedin dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Kroasia.


“Dubes Sjachroedin merupakan anggota kepolisian yang mencapai puncak karir yang tidak biasa dan patut menjadi teladan bagi anggota kepolisian lainnya,” kata Brigjen Ladislav dalam keterangan tertulis


Selain mencapai puncak karir sebagai anggota kepolisian, Dubes Sjachroedin juga pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung, sebelum akhirnya diberikan amanah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia.


Dubes Sjachroedin juga memberikan ucapan terima kasih. “Semoga hubungan yang selama ini terbina bisa terus berlanjut. Khususnya kepada KBRI di Zagreb dengan kepolisian Kroasia,” ucapnya.


Pada kesempatan sama, putera Dubes Sjachroedin, Rycko Menoza juga menerima tanda kehormatan IPA yang diberikan langsung oleh Brigadir Jenderal Ladislav Bance.


Selama menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia, banyak hal yang telah dilakukan oleh Dubes Sjachroedin. Terutama dalam mempromosikan budaya Indonesia di Kroasia.


Pusat Budaya Indonesia di Kroasia berkembang pesat saat ini dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Kelas Gamelan, Kelas Tari Indonesia, dan Kelas Bahasa Indonesia yang diikuti lebih dari 35 warga Kroasia.


Selain itu, Dubes Sjachroedin gencar mengenalkan budaya Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya. Termasuk budaya Lampung.


Produk-produk Indonesia juga mulai dikenal di Kroasia dengan banyaknya pameran dagang dan UMKM yang dilakukan.


Kerja sama pendidikan juga menjadi hal yang tak luput untuk ditingkatkan dalam masa jabatannya. Hingga 2021, universitas di Zagreb telah memiliki berbagai program kegiatan kerja sama dengan Universitas Lampung, Universitas Warmadewa Bali, dan baru-baru ini dengan Universitas Negeri Manado. (Rls)

Sjachroedin ZP Terima Tanda Kehormatan Dari IPA

Sjachroedin ZP Terima Tanda Kehormatan Dari IPA


RE TORIKAONLINE (LAMPUNG) - Duta Besar Indonesia untuk Kroasia Sjachroedin Zainal Pagaralam menerima tanda kehormatan dari International Police Association (IPA).


Penghargaan atas dedikasinya sebagai pensiunan polisi dalam mengemban tugas negara. Khususnya diplomasi untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Kroasia. Juga dalam rangka menyambut HUT ke-75 Bhayangkara.


IPA adalah organisasi terbesar di dunia untuk personel kepolisian yang beranggotakan lebih dari 360 ribu personel dari 72 negara.


IPA yang diwakili oleh Brigadir Jenderal Ladislav Bence menyerahkan tanda kehormatan kepada Dubes Sjachroedin di Wisma Duta KBRI Zagreb.


Brigjen Ladislav menyampaikan rasa bangganya sebagai sesama anggota kepolisian atas kinerja Dubes Sjachroedin dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Kroasia.


“Dubes Sjachroedin merupakan anggota kepolisian yang mencapai puncak karir yang tidak biasa dan patut menjadi teladan bagi anggota kepolisian lainnya,” kata Brigjen Ladislav dalam keterangan tertulis


Selain mencapai puncak karir sebagai anggota kepolisian, Dubes Sjachroedin juga pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung, sebelum akhirnya diberikan amanah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia.


Dubes Sjachroedin juga memberikan ucapan terima kasih. “Semoga hubungan yang selama ini terbina bisa terus berlanjut. Khususnya kepada KBRI di Zagreb dengan kepolisian Kroasia,” ucapnya.


Pada kesempatan sama, putera Dubes Sjachroedin, Rycko Menoza juga menerima tanda kehormatan IPA yang diberikan langsung oleh Brigadir Jenderal Ladislav Bance.


Selama menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia, banyak hal yang telah dilakukan oleh Dubes Sjachroedin. Terutama dalam mempromosikan budaya Indonesia di Kroasia.


Pusat Budaya Indonesia di Kroasia berkembang pesat saat ini dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Kelas Gamelan, Kelas Tari Indonesia, dan Kelas Bahasa Indonesia yang diikuti lebih dari 35 warga Kroasia.


Selain itu, Dubes Sjachroedin gencar mengenalkan budaya Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya. Termasuk budaya Lampung.


Produk-produk Indonesia juga mulai dikenal di Kroasia dengan banyaknya pameran dagang dan UMKM yang dilakukan.


Kerja sama pendidikan juga menjadi hal yang tak luput untuk ditingkatkan dalam masa jabatannya. Hingga 2021, universitas di Zagreb telah memiliki berbagai program kegiatan kerja sama dengan Universitas Lampung, Universitas Warmadewa Bali, dan baru-baru ini dengan Universitas Negeri Manado. (Rls)

Sabtu, 31 Oktober 2020

Jokowi Kecam Pernyataan Macron Hina Islam: Memecah Belah, Harus Dihentikan!

Jokowi Kecam Pernyataan Macron Hina Islam: Memecah Belah, Harus Dihentikan!

 

Presiden Jokowi dan Emmanuel Macron /Tangkap Layat YouTube Presiden Joko Widodo

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengecam penyataan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Jokowi menyebut penyataan Macron telah melukai perasaan umat Islam seluruh dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Jokowi melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2020).

Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama. Pahadal, menurut Jokowi, saat ini seluruh dunia memerlukan persatuan untuk menanganani pandemi COVID-19.

"Bisa memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," sebutnya.

Jokowi menegaskan kebebasan berekpresi yang mencideri kesucian dan kesakralan simbol agama tidak bisa dibenarkan. Untuk itu, Jokowi mengatakan hal itu harus dihentikan.

"Harus dihentikan," tegas Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah RI mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Pernyataan Macron itu dianggap melukai perasaan 2 miliar muslim di seluruh dunia.

"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam. Pernyataan tersebut telah melukai perasaan lebih dari 2 Miliar orang muslim di seluruh dunia dan telah memecah persatuan antar umat beragama di dunia," demikian pernyataan RI, seperti dikutip dari situs resmi Kemlu RI, Jumat (30/10).

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara Islam mengecam Prancis dan Presiden Emmanuel Macron setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim.

Persoalan itu kembali muncul setelah seorang guru di Prancis tewas dipenggal karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya saat membahas soal kebebasan berbicara dan berekspresi.

Komentar kontroversial Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis tersebut, menuai kecaman dan seruan boikot produk Prancis. Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis 'tidak akan menghentikan kartun (karikatur, red)' dan menyebut sang guru dibunuh 'karena Islamis menginginkan masa depan kita'. Macron juga menyatakan perang terhadap 'separatisme Islam', yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis. (Sumber detik.com)

 

Jokowi Kecam Pernyataan Macron Hina Islam: Memecah Belah, Harus Dihentikan!

Jokowi Kecam Pernyataan Macron Hina Islam: Memecah Belah, Harus Dihentikan!

 

Presiden Jokowi dan Emmanuel Macron /Tangkap Layat YouTube Presiden Joko Widodo

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengecam penyataan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Jokowi menyebut penyataan Macron telah melukai perasaan umat Islam seluruh dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Jokowi melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2020).

Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama. Pahadal, menurut Jokowi, saat ini seluruh dunia memerlukan persatuan untuk menanganani pandemi COVID-19.

"Bisa memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," sebutnya.

Jokowi menegaskan kebebasan berekpresi yang mencideri kesucian dan kesakralan simbol agama tidak bisa dibenarkan. Untuk itu, Jokowi mengatakan hal itu harus dihentikan.

"Harus dihentikan," tegas Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah RI mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Pernyataan Macron itu dianggap melukai perasaan 2 miliar muslim di seluruh dunia.

"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam. Pernyataan tersebut telah melukai perasaan lebih dari 2 Miliar orang muslim di seluruh dunia dan telah memecah persatuan antar umat beragama di dunia," demikian pernyataan RI, seperti dikutip dari situs resmi Kemlu RI, Jumat (30/10).

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara Islam mengecam Prancis dan Presiden Emmanuel Macron setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim.

Persoalan itu kembali muncul setelah seorang guru di Prancis tewas dipenggal karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya saat membahas soal kebebasan berbicara dan berekspresi.

Komentar kontroversial Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis tersebut, menuai kecaman dan seruan boikot produk Prancis. Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis 'tidak akan menghentikan kartun (karikatur, red)' dan menyebut sang guru dibunuh 'karena Islamis menginginkan masa depan kita'. Macron juga menyatakan perang terhadap 'separatisme Islam', yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis. (Sumber detik.com)