Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2023

Pepaya California Di Lambar Janjikan Pundi-Pundi Rupiah

Pepaya California Di Lambar Janjikan Pundi-Pundi Rupiah


LAMPUNG BARAT--Budidaya pepaya california kini sudah banyak ditemukan diberbagai lokasi sebagai salah satu komoditas pertanian yang memiliki peluang usaha sangat besar sama hal nya seperti di kecamatan Batu Brak, kabupaten Lampung Barat (Lambar) pada saat ini.


karena tingginya permintaan pasar terhadap buah yang satu ini membuat para petani mencoba membudidaya pepaya jenis california. Buah ini merupakan buah sehat yang banyak disukai masyarakat, hingga membuat permintaan pasar yang tinggi karena banyak yang mencarinya.


Secara umum pepaya california akan tampak seperti pepaya pada umumnya, namun sebenarnya pepaya jenis ini memiliki keunggulan dari segi rasa yang manis dan segar, warna buahnya yang merah serta daging buahnya lebih tebal dari pepaya biasa.


Salah seorang pembudidaya california yang sekaligus petani Kopi Mamak Din yang merupakan warga Pekon (desa) Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Lambar saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan pemeliharaan tanaman pepaya california terbilang mudah, dari awal pembibitan hingga masa panen membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan dengan perawatan dan pemupukan yang baik.


"Pepaya jenis ini lebih disukai masyarakat karena lebih manis dan tebal," ungkap Mamak Din, Rabu (18/1/23)


Buah pepaya california siap dipanen ketika telah terlihat semburat kuning di bagian ujung buah, Hingga kini ia membudidayakan california di sela batang Kopi di lahan garapannya sebanyak lebih kurang 300 batang.


"Dalam sekali panen alhamdulilh memperoleh 50 hingga 200 kilogram, untuk 1 kilogram dijual dengan harga Rp 2000 rupiah,  namun untuk harga saat ini masih belum setabil setiap minggunya mengalami perubahan karena tergantung cuaca dan banyaknya buah california yang dipanen petani ". Sambungnya


Selain menggunakan media sosial untuk pemasaran, hasil tanamannya juga dijual ke pedagang sayur di sekitar rumahnya, dan ada juga khusus pengepul atau pemborong pepaya california dalam jumlah banyak di kampungnya.


" Untuk pembibitannya banyak masyarakat yang membeli dari pembudidaya dan banyak juga yang menyemai sendiri ". Ucapnya


Karena awalnya hanya mencoba-coba dan sekarang sudah banyak masyarakat yang ikut membudidaya di lahan masing-masing sehingga kini pembudidayanya sudah mulai banyak dan pengepulnya pun sudah mulai banyak yang mencari.


"Bagi masyarakat khususnya di kabupaten Lampung Barat yang ingin membudidaya pepaya jenis california caranya cukup mudah dan tidak terlalu sulit pemeliharaannya, juga tentunya tidak banyak memakan modal ". Pungkasnya (RNL)

Jumat, 27 Mei 2022

Kisah Ujang Si Penjual Madu yang Rela Banting Stir Berjualan Gula Aren Demi Keluarga

Kisah Ujang Si Penjual Madu yang Rela Banting Stir Berjualan Gula Aren Demi Keluarga

 


LAMPUNG BARAT---Setiap hari sejak pandemi Covid-19, ada saja cerita pengusaha kecil dan menengah di pelosok negeri, terpaksa gulung tikar. Namun, tak sedikit kisah pengusaha yang bangkit kembali, bahkan mampu melaju dengan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.


Cerita pencari Madu Tawon di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), ini mungkin bisa menumbuhkan kembali asa pengusaha yang tengah terpuruk. Berani melompat dari zona nyaman di tengah badai, dia justru menemukan berkah. Pandemi Covid-19, memaksa keluarga pencari sekaligus penjual Madu Tawon ini beralih profesi menjadi pengelola Air Aren menjadi Gula Merah.


Ujang(43) warga pekon Kubu Perahu kecamatan Balik Bukit kabupaten Lampung Barat (Lambar), demi menghidupi keluarga kecilnya yang awal mulanya seorang pencari Madu Tawon sejak pandemi covid-19 melanda ia pun beralih profesi menjadi pengelola air aren menjadi beberapa jenis variasi gula merah.


"Sebelumnya saya pencari sekaligus penjual madu tawon tetapi sejak pandemi peminat madu ini sudah mulai berkurang sedangkan keluarga kami tidak ada penghasilan lain, dari itu saya mulai beralih dan mencoba menyadap air aren dan mengubahnya menjadi gula merah " Jelas Ujang


Lanjutnya, setelah menjadi gula merah saya mencoba menjualnya ke beberapa warga yang tak jauh dari rumah dan alhamdulilah banyak warga yang berminat dan akhirnya saya melanjutkan untuk membuat gula merah tersebut.


"awalnya saya cuma membuat gula merah hanya dengan satu jenis berbentuk bulat, namun atas saran dari teman dan ada juga dari warga agar membuat beberapa bentuk cetakan gula merah agar terlihat bagus dan bisa memikat peminat agar banyak yang membelinya " Tambahnya


Masih kata Ujang, saat ini gula merah tersebut sudah ada empat variasi bentuk seperti, Bulat, love, piramida, kotak, dalam satu hari iya bisa membuat sebanyak 14 (empat belas) cetak dengan empat pareasi dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.30.000 per bijinya dengan berat lebih kurang 1,5 kilo.


"Juga peminat gula merah ini saat ini bukan hanya dari masyarakat sekitar saja akan tetapi banyak juga Peminatnya banyak dari daerah lokal sampe luar daerah seperti Pesisir Barat, dan para wisatawan yang berkunjung dikarenakan tempat kami ini berdekatan dengan wisata Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ". Ujarnya


Terakhir kata Ujang, Selain itu kebanyakan juga peminat gula merah bervariasi ini diminati warga yang akan melaksanakan hajatan antara lain untuk, cinderamata dan oleh-oleh keluarga. Pungkasnya (RNL)

Selasa, 29 Maret 2022

Produk UMKM Desa Sukaraja Ramaikan Workshop KKA LSM PALUMA NUSANTARA

Produk UMKM Desa Sukaraja Ramaikan Workshop KKA LSM PALUMA NUSANTARA


LAMPUNG SELATAN (RO) - Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, memiliki beragam potensi ekonomi yang bisa menjadi produk unggulan di desa tersebut.


Hal itu terlihat saat Workshop Kajian Kondisi Awal (KKA) yang diadakan oleh LSM Paluma Nusantara, di SD Negeri 1 Sukaraja, Selasa (29/03/2022).


Bermacam produk mulai dari olahan pertanian dan perikanan yang diproduksi oleh warga Desa Sukaraja dipamerkan pada bazar yang dihadiri oleh perwakian dari Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas TPH Bun, Camat Rajabasa, Kepala Desa Sukaraja, Lembaga desa dan perwakilan penyandang disabilitas tersebut.


Kepala Desa Sukaraja M. Yusuf dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi keterlibatan relawan yang mendukung dan mensukseskan kegiatan tersebut.


"Sangat mendukung kegiatan Tangguh Siap yang didampingi oleh LSM Paluma Nusantara sebagai mitra Arbeiter Samariter BUND (ASB) dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Lampung Selatan," ujarnya. 


Bazar Produk UMKM Desa Sukaraja


Ditempat yang sama, Kepada Dinas PMD Lampung Selatan, Erdiyansyah, yang diwakili Oleh Dawar Yunus berharap, semua potensi yang ada di Desa Sukaraja bisa menjadi sumber kesejahtraan bagi masyarakat setempat.


"Agar potensi ekonomi dan pariwisata di Desa Sukaraja dapat dikembangkan sehingga bisa meningkatkan kesejahtaraan masyarakat," katanya. 


Sementara itu, Project Manager Paluma Nusantara, Nanang Priyana, berharap agar muncul kepedulian dan gerakan dari masyarakat dan pemerintah untuk membeli dan mengembangkan produk UMKM masyarakat setempat.


"Gerakan ini akan dikembangkan di desa yang menjadi dampingan Paluma Nusantara, dan diharapkan akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan," pungkasnya.

Produk UKMM Desa Sukaraja


Pada kesempatan itu, ditampilkan potensi ekonomi yang dikelola oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Desa Sukaraja antara lain olahan makanan dari komoditas pertanian seperti kopi, kripik pisang, kripik pare dan susu kedelai serta olahan makanan dari perikanan seperti dendeng ikan, bakso ikan dan lainnya.


Selesai acara, peserta workshop membeli produk dalam Bazar UMKM. Setiap peserta mendapatkan kupon belanja untuk membeli produk UMKM yang dijajakan di stand Bazar. Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan warga masyarakat antusias membeli produk yang disediakan.


Acara diakhiri dengan penandatanganan Dokumen Kajian Kondisi Awal (KKA) oleh Kepala Desa, BPD, PKK, Karang Taruna, Destana, Pokdarwis dan perwakilan penyandang disabilitas. 

Dokumen KKA itu nantinya akan menjadi dasar penyusunan program baik program yang difasilitasi Paluma Nusantara maupun program pembangunan pemerintah desa dan daerah. (Red)

Rabu, 16 Maret 2022

Bulan Puasa Jadi Berkah Untuk Petani Kolang Kaling di Lampung Barat

Bulan Puasa Jadi Berkah Untuk Petani Kolang Kaling di Lampung Barat


 LAMPUNG BARAT – Jelang bulan suci Ramadhan Kolang kaling menjadi primadona masyarakat, banyak orang mencarinya untuk dijadikan berbagai sajian lezat untuk berbuka puasa, karena itulah kolang kaling menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pengrajin kolang kaling di berbagai daerah.


Salah satu pengepul buah aren yang kelak akan diolah menjadi kolang kaling yakni Imron (45), yang merupakan warga Pemangku klutum, Pekon (Desa) Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat mengatakan, dirinya menjadi salah satu pemasok atau pengepul buah aren sejak 10 tahun lalu.


"Saat ini sudah ada 5 mobil truk besar atau fuso yang sudah dikirim ke daerah wates lampung tengah, karena memang saat ini permintaan buah aren sudah banyak, hal ini terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadhan ". Jelasnya Rabu (16/3/2022)


Lanjutnya, dirinya membeli dari para petani pertandan dengan harga bervariasi, tergantung ukuran buah atau tua mudanya buah kolang kaling, mulai dari 10 ribu sampai 15 ribu rupiah.


semua proses pengepulan kolang kaling tersebut semua sudah memakai jasa orang lain, mulai dari mengambil buah dari batang, hingga membawa buah ke tempat pengumpulan dengan ojek motor hingga bongkar muat ke mobil semua dilakukan dengan membayar jasa orang lain.


" Saya hanya mencari para petani yang memiliki batang aren, jika cocok harga baru saya beli, ada juga para petani yang datang ke kita menawarkan buah aren yang mereka punya, ya kalau cocok harga kita ambil,". Tambah Imron


menurut Imron, bisnis kolang yang dia jalani tidaklah repot, karena dirinya hanya membeli dan menjual dalam bentuk buah aren yang belum diproses menjadi kolang kaling, karena jika menjual dalam bentuk kolang kaling prosesnya akan memakan waktu lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja.


" Prosesnyakan lama, harus direbus dulu, dipotong, direndam baru bisa dikonsumsi sebagai makanan pendamping saat buka puasa, meskipun harga jual lebih tinggi otomatis kita juga membutuhkan biaya yang lebih tinggi juga,". Ujarnya


Masih kata Imron, bisnis buah aren ini penghasilannya cukup lumayan, keuntungan yang diraih mencapai 4 juta per mobil.


" Biasanya sebulan sebelum puasa sudah ada permintaan buah aren ini, dan langsung kita cari dan kirim, kita baru berhenti mengirim kalau sudah tiga hari sebelum puasa,  dalam waktu tersebut pasokan yang kita kirim bisa mencapai 25 mobil ". Tukasnya (RNL)

Sabtu, 05 Maret 2022

Berbagi Kepedulian, Relawan Asia Makmur Sasar Tiga Desa di Lampung Selatan

Berbagi Kepedulian, Relawan Asia Makmur Sasar Tiga Desa di Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN (RO) - Relawan Asia Makmur (AM) kembali melakukan kegiatan berbagi door to door untuk masyarakat yang membutuhkan.


Kali ini, mereka menyasar ke tiga desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Ada sebanyak 300 kepala keluarga (KK) di tiga desa tersebut yang menerima bantuan berupa uang tunai. 


Ketua Relawan Budi Setiawan mengatakan, kegiatan berbagi rutin dilaksanakan setiap minggunya, pada hari Sabtu. Selain relawan Asia Makmur, pembagian bantuan juga bekerjasama dengan Artha Graha Peduli (AGP). 


"Kami hari ini keliling ke beberapa desa bersama Kapolsek Penengahan, Iptu Gobel dan Bhabinkamtibmas masing-masing wilayah. Jalan dari rumah ke rumah menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan," ujar Budi, Sabtu (05/03/2022).


Budi menuturkan, lokasi yang menjadi tujuan berbagi kali ini ada di Dusun Selapan, desa Rawi, Dusun Sekurip, Desa Kuripan dan Dusun Cibanjar, Desa Ruang Tengah. Relawan berjalan kaki belasan kilo untuk menyambangi rumah warga. 


"Kami sudah mulai sejak awal pandemi dan memang berbaginya dari rumah ke rumah, itu supaya tidak berkerumun. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata dia.


Budi menambahkan, selain berbagi uang tunai, relawan AM dan AGP Peduli membagikan makanan siap santap setiap hari Jum'at di posko berbagi, lokasinya di Jl. Gatot Subroto, Garuntang (seberang South Bank). 


"Jumat kemarin kami juga membagikan makanan siap makan di posko, juga keliling ke bakung berbagi dengan pekerja di TPA Bakung," tutur Budi Setiawan.


Budi mengungkapkan, dalam kegiatan berbagi kali ini Relawan juga membagikan empat buah kursi roda bagi warga yang mengalami stroke.


Sementara salah satu warga Sumarni mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan. Sebab, suaminya saat ini dalam keadaan stroke, tidak bisa berjalan. 


"Saya kan sekarang tulang punggung keluarga, jadi terimakasih kepada bapak-bapak atas bantuannya. Semoga semuanya menjadi berkah," ungkapnya. (CHY)