Tampilkan postingan dengan label Bakauheni Harbour City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakauheni Harbour City. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2021

Wamen BUMN Yakin BHC Akan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Lampung

Wamen BUMN Yakin BHC Akan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Lampung


KALIANDA - Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melaksanakan Groundbreaking : Masjid BSI, Area UMKM, Renovasi Menara Siger, Creative Hub, Housing Development dan Enterpreneurship Center Bakauheni Harbour City (BHC), salah satu proyek yang digagas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kawasan Menara Siger, Bakauheni, Lampung pada Rabu (27/10). 


Pelaksanaan groundbreaking yang didukung Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia, juga turut dihadiri Bupati Lampung Selatan dan Direksi BUMN. 


Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa wilayah Bakauheni, Lampung Selatan sangat potensial, dikelilingi oleh berbagai macam objek wisata, baik wisata sejarah, wisata alam, maupun wisata minat khusus. Hal ini menjadikan Bakauheni memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu hub pariwisata di Pulau Sumatera. 


Sedikit kilas balik pada bulan Juli 2020, 3 Menteri (Menteri BUMN, Menparekraf, dan Menhub) berkesempatan mengunjungi kawasan Bakauheni  dan melihat daerah ini sebagai kawasan yang  berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata oleh BUMN yang tentunya akan menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung dan juga pihak swasta. 


"Saya meyakini, destinasi wisata terintegrasi ini akan menjadi unggulan daerah Lampung, karena selain memiliki panorama alam yang sangat indah, keunggulan lainnya adalah akses keterhubungan yang sangat baik antara Pulau Jawa dan Sumatera yang dihubungkan dengan layanan penyeberangan," tutur Wamen II BUMN. 


Dalam kegiatan _groundbreaking_ pada hari ini, ada 5 obyek yang menjadi fokus utama, dimana dukungan BUMN untuk tahap awal ini total sebesar Rp 45 miliar. Pertama, pembangunan Masjid oleh BSI yang ditarget rampung pertengahan 2022. Akulturasi budaya dan agama melahirkan sisi ikonik sebuah bangunan masjid baik fisik maupun filosofis, yang mengambil bentuk sederhana dari sebuah kotak/persegi yang mana memiliki korelasi terhadap adaptasi dari budaya dan agama. 


Kedua, pengembangan area UMKM oleh Bank Mandiri. Bakauheni yang merupakan wilayah dengan Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWP) yang strategis. Pengadaan UMKM di Bakauheni khususnya di Menara Siger menjadi opsi yang tepat sebagai penarik minat pengunjung sekaligus menunjang kebutuhan berwisata serta meningkatkan perputaran roda perekonomian sekitar bagi pelaku ekonomi maupun wilayah itu sendiri. 


Ketiga, proyek Menara Siger sebagai bangunan Pemprov Lampung yang akan direnovasi oleh BRI. Menara Siger telah menjadi ikon Lampung yang sangat kuat. Bangunan ini akan direnovasi menjadi landmark yang dapat digunakan untuk menikmati view laut & bukit, plaza dan tugu titik nol km Sumatera sebagai ruang multifungsi. 


Keempat, Creative Hub oleh BNI. Saat ini, kegiatan wisata berbasis komunitas relatif minim dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat wisata utama pelabuhan (Menara Siger). Dengan adanya Creative Hub ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan berwisata berbasis komunitas serta meningkatkan roda perputaran ekonomi dan menjadi generator aktivitas  bagi pelaku komunitas maupun wilayah Lampung. 


Dan kelima, Housing Development and Enterpreneurship Center oleh BTN. Konsep ini menghadirkan area yang memberikan capacity building bagi para pelaku pengembang ekosistem perumahan di Wilayah Lampung. 


Adapun tantangan terbesar sebuah daerah wisata adalah mendatangkan masyarakat untuk berkunjung. Sementara wilayah Lampung, selain alamnya bagus, juga sudah memiliki pasar. Kunci sukses sebuah destinasi wisata adalah 4 A: Attraction, Access, Amenities dan Ancillary. "Attraction, memiliki panorama alam yang sangat indah. Access,  layanan ferry dan jalan tol. Lalu, kita akan bangun hotel sebagai Amenities  dan Ancillary, unsur pendukung lainya," kata Wamen II BUMN Kartiko. 


Ia juga berharap prnbangunan tahap satu BHC ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung untuk keberhasilan destinasi terintegrasi, dan diharapkan yang paling menikmati adalah masyarakat Lampung. 


Kawasan pariwisata terpadu BHC yang akan dibangun diatas lahan dengan luas total 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar dan berkelas dunia yang berada di Sumatera. Di kawasan pembangunan tahappakan Pembangunan kawasan BHC ini tentu akan merubah daerah yang tadinya hanya dilewati atau daerah transit menjadi daerah destinasi wisata. Pada tahap awal yang dimulai dengan groundbreaking pada Rabu (27/10) ini yakni rencana  pengembangan kompleks Menara Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni seluas 3000 meter persegi berkapasitas 2.000 jemaah. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. 

Selain itu, didukung adanya Tol Trans Sumatra yang sudah menghubungkan Lampung Selatan hingga Palembang saat ini dan akan terus dikembangkan hingga Provinsi Aceh. 


"Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan BHC ini. Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus serta akses transportasi dan infrastruktur tol yang sangat mendukung kelancaran," ujarnya. 


Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan bahwa pembangunan kawasan pariwisata terintegrasi BHC ini dirancang dengan konsep _integrated tourism complex_, dimana beberapa spesifik magnet yang dibangun akan menjadi destinasi dan daya tarik wisata pada kawasan dimaksud, sekaligus menjadi hub dalam sistem jaringan pariwisata. 


"Hal ini sesuai dengan niat kita semua bahwa kawasan pariwisata terintegrasi BHC ini akan membangkitkan ekonomi rakyat, mewujudkan Lampung Berjaya, serta Indonesia yang maju dan sejahtera," ujarnya. 


Kawasan BHC ini akan memberikan dampak _multiplier effect_ mulai dari menciptakan bangkitan transportasi, penyerapan tenaga kerja lokal selama pembangunan dan saat pengoperasian, mengangkat seni dan budaya Lampung, serta mengangkat produk unggulan UMKM lokal serta kuliner khas lampung dan lain lain. 


"Dengan adanya komitmen dan upaya akselerasi seluruh pihak, saya optimis proyek ini dapat terwujud pada tahun 2022, lebih cepat dari target 2024. Saya yakin BHC ini akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi nasional, yang mampu menarik wisatawan baik domestik maupun asing untuk datang ke ujung pulau Sumatera ini," kata Gubernur. (Rls)

Wamen BUMN Yakin BHC Akan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Lampung

Wamen BUMN Yakin BHC Akan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Lampung


KALIANDA - Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melaksanakan Groundbreaking : Masjid BSI, Area UMKM, Renovasi Menara Siger, Creative Hub, Housing Development dan Enterpreneurship Center Bakauheni Harbour City (BHC), salah satu proyek yang digagas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kawasan Menara Siger, Bakauheni, Lampung pada Rabu (27/10). 


Pelaksanaan groundbreaking yang didukung Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia, juga turut dihadiri Bupati Lampung Selatan dan Direksi BUMN. 


Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa wilayah Bakauheni, Lampung Selatan sangat potensial, dikelilingi oleh berbagai macam objek wisata, baik wisata sejarah, wisata alam, maupun wisata minat khusus. Hal ini menjadikan Bakauheni memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu hub pariwisata di Pulau Sumatera. 


Sedikit kilas balik pada bulan Juli 2020, 3 Menteri (Menteri BUMN, Menparekraf, dan Menhub) berkesempatan mengunjungi kawasan Bakauheni  dan melihat daerah ini sebagai kawasan yang  berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata oleh BUMN yang tentunya akan menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung dan juga pihak swasta. 


"Saya meyakini, destinasi wisata terintegrasi ini akan menjadi unggulan daerah Lampung, karena selain memiliki panorama alam yang sangat indah, keunggulan lainnya adalah akses keterhubungan yang sangat baik antara Pulau Jawa dan Sumatera yang dihubungkan dengan layanan penyeberangan," tutur Wamen II BUMN. 


Dalam kegiatan _groundbreaking_ pada hari ini, ada 5 obyek yang menjadi fokus utama, dimana dukungan BUMN untuk tahap awal ini total sebesar Rp 45 miliar. Pertama, pembangunan Masjid oleh BSI yang ditarget rampung pertengahan 2022. Akulturasi budaya dan agama melahirkan sisi ikonik sebuah bangunan masjid baik fisik maupun filosofis, yang mengambil bentuk sederhana dari sebuah kotak/persegi yang mana memiliki korelasi terhadap adaptasi dari budaya dan agama. 


Kedua, pengembangan area UMKM oleh Bank Mandiri. Bakauheni yang merupakan wilayah dengan Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWP) yang strategis. Pengadaan UMKM di Bakauheni khususnya di Menara Siger menjadi opsi yang tepat sebagai penarik minat pengunjung sekaligus menunjang kebutuhan berwisata serta meningkatkan perputaran roda perekonomian sekitar bagi pelaku ekonomi maupun wilayah itu sendiri. 


Ketiga, proyek Menara Siger sebagai bangunan Pemprov Lampung yang akan direnovasi oleh BRI. Menara Siger telah menjadi ikon Lampung yang sangat kuat. Bangunan ini akan direnovasi menjadi landmark yang dapat digunakan untuk menikmati view laut & bukit, plaza dan tugu titik nol km Sumatera sebagai ruang multifungsi. 


Keempat, Creative Hub oleh BNI. Saat ini, kegiatan wisata berbasis komunitas relatif minim dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat wisata utama pelabuhan (Menara Siger). Dengan adanya Creative Hub ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan berwisata berbasis komunitas serta meningkatkan roda perputaran ekonomi dan menjadi generator aktivitas  bagi pelaku komunitas maupun wilayah Lampung. 


Dan kelima, Housing Development and Enterpreneurship Center oleh BTN. Konsep ini menghadirkan area yang memberikan capacity building bagi para pelaku pengembang ekosistem perumahan di Wilayah Lampung. 


Adapun tantangan terbesar sebuah daerah wisata adalah mendatangkan masyarakat untuk berkunjung. Sementara wilayah Lampung, selain alamnya bagus, juga sudah memiliki pasar. Kunci sukses sebuah destinasi wisata adalah 4 A: Attraction, Access, Amenities dan Ancillary. "Attraction, memiliki panorama alam yang sangat indah. Access,  layanan ferry dan jalan tol. Lalu, kita akan bangun hotel sebagai Amenities  dan Ancillary, unsur pendukung lainya," kata Wamen II BUMN Kartiko. 


Ia juga berharap prnbangunan tahap satu BHC ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung untuk keberhasilan destinasi terintegrasi, dan diharapkan yang paling menikmati adalah masyarakat Lampung. 


Kawasan pariwisata terpadu BHC yang akan dibangun diatas lahan dengan luas total 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar dan berkelas dunia yang berada di Sumatera. Di kawasan pembangunan tahappakan Pembangunan kawasan BHC ini tentu akan merubah daerah yang tadinya hanya dilewati atau daerah transit menjadi daerah destinasi wisata. Pada tahap awal yang dimulai dengan groundbreaking pada Rabu (27/10) ini yakni rencana  pengembangan kompleks Menara Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni seluas 3000 meter persegi berkapasitas 2.000 jemaah. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. 

Selain itu, didukung adanya Tol Trans Sumatra yang sudah menghubungkan Lampung Selatan hingga Palembang saat ini dan akan terus dikembangkan hingga Provinsi Aceh. 


"Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan BHC ini. Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus serta akses transportasi dan infrastruktur tol yang sangat mendukung kelancaran," ujarnya. 


Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan bahwa pembangunan kawasan pariwisata terintegrasi BHC ini dirancang dengan konsep _integrated tourism complex_, dimana beberapa spesifik magnet yang dibangun akan menjadi destinasi dan daya tarik wisata pada kawasan dimaksud, sekaligus menjadi hub dalam sistem jaringan pariwisata. 


"Hal ini sesuai dengan niat kita semua bahwa kawasan pariwisata terintegrasi BHC ini akan membangkitkan ekonomi rakyat, mewujudkan Lampung Berjaya, serta Indonesia yang maju dan sejahtera," ujarnya. 


Kawasan BHC ini akan memberikan dampak _multiplier effect_ mulai dari menciptakan bangkitan transportasi, penyerapan tenaga kerja lokal selama pembangunan dan saat pengoperasian, mengangkat seni dan budaya Lampung, serta mengangkat produk unggulan UMKM lokal serta kuliner khas lampung dan lain lain. 


"Dengan adanya komitmen dan upaya akselerasi seluruh pihak, saya optimis proyek ini dapat terwujud pada tahun 2022, lebih cepat dari target 2024. Saya yakin BHC ini akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi nasional, yang mampu menarik wisatawan baik domestik maupun asing untuk datang ke ujung pulau Sumatera ini," kata Gubernur. (Rls)

Sabtu, 16 Oktober 2021

BHC Akan Jadi Tumpuan Pariwisata di Lampung

BHC Akan Jadi Tumpuan Pariwisata di Lampung


BAKAUHENI - Menteri BUMN Erick Thohir, memastikan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang akan menjadi tumpuan pariwisata lokal di Provinsi Lampung. 


Hal ini disampaikan Menteri Erick dalam kunjungan kerjanya di Lampung, pada Sabtu (16/10). 


Menteri Erick mengatakan, pascapandemi Covid-19 Pemerintah terus menjaga pertumbuhan ekonomi negeri dengan tetap memastikan keberlanjutan investasi proyek pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor pariwisata. 


"Saya melihat proyek Bakauheni Harbour City ini potensi pariwisata yang luar biasa. Apalagi, dengan tersambungnya jalan tol Trans Sumatera mobilitas masyarakat akan terus meningkat. Saya apresiasi juga kepada manajemen ASDP yang telah membangun sistem e-ticketing, sehingga kini pengguna ferry tidak perlu antri lagi saat membeli tiket untuk menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Bahkan, dengan berlakunya sistem reservasi tiket online Ferizy, masyarakat bisa mengatur perjalanannya," tutur Menteri Erick. 


Ia mengungkapkan, proyek BHC memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi pariwisata lokal andalan di Lampung. Menurutnya, Pemerintah telah berkomitmen untuk menggelontorkan dana lebih dari Rp 500 miliar untuk pembangunan pariwisata Lampung, termasuk dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan dan air bersih. 


"Sebelum Covid-19, kontribusi terbesar pariwisata lokal mencapai 78 persen, sedangkan asing hanya 22 persen. Jadi, sudah seharusnya kita menggenjot investasi wisata lokal. BHC ini sudah tepat titiknya, diantara Sumatera dan Jawa. Saya berharap, kita dapat bersinergi bersama-sama dalam proyek ini, baik pemerintah pusat, daerah, dan BUMN," tuturnya. 


Ia menyebutkan, untuk pembangunan tahap awal ASDP bersama dengan Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN akan mendukung proyek BHC melalui pembangunan Mesjid Raya, Creative Hub dan UMKM Center, serta revitalisasi Taman Budaya Siger dengan nilai investasi awal sebesar Rp 45 miliar. Adapun proyek _theme park_ Krakatau Park ditargetkan dapat dibangun pertengahan tahun depan dan rampung di akhir tahun 2022.  


"Saya meyakini, kehadiran Mesjid Raya, Creative Hub, UMKM Center dan taman budaya ini nanti tidak hanya menjadi mercusuar peradaban, tetapi juga penggerak perekonomian masyarakat setempat. Dengan hadirnya BUMN di Lampung, kami harapkan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga baik," ujarnya. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan Jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. 


"Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan Bakauheni Harbour City ini. Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus," ujarnya. 


Proyek Game Changer ASDP seluas 214 Ha yang melibatkan kolaborasi bersama Pemprov Lampung, dan PT Hutama Karya ini tengah menyelesaikan beberapa milestone diantaranya Penetapan Status Kawasan sebagai Proyek Strategis Nasional, pembentukan perusahaan pengelola kawasan, finalisasi detail masterplan, serta perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan. 


Pada pengembangan tahap pertama kawasan yang berada di lahan ASDP telah direncanakan pembangunan Masjid Bakauheni yang dapat menampung lebih dari 2000 jamaah, pembangunan Creative Hub dan UMKM Center, dan Revitalisasi Taman Budaya Menara Siger senilai Rp 45 miliar. Adapun ground breaking tahap pertama ditargetkan pada minggu ketiga Oktober 2021. (Rls)

BHC Akan Jadi Tumpuan Pariwisata di Lampung

BHC Akan Jadi Tumpuan Pariwisata di Lampung


BAKAUHENI - Menteri BUMN Erick Thohir, memastikan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang akan menjadi tumpuan pariwisata lokal di Provinsi Lampung. 


Hal ini disampaikan Menteri Erick dalam kunjungan kerjanya di Lampung, pada Sabtu (16/10). 


Menteri Erick mengatakan, pascapandemi Covid-19 Pemerintah terus menjaga pertumbuhan ekonomi negeri dengan tetap memastikan keberlanjutan investasi proyek pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor pariwisata. 


"Saya melihat proyek Bakauheni Harbour City ini potensi pariwisata yang luar biasa. Apalagi, dengan tersambungnya jalan tol Trans Sumatera mobilitas masyarakat akan terus meningkat. Saya apresiasi juga kepada manajemen ASDP yang telah membangun sistem e-ticketing, sehingga kini pengguna ferry tidak perlu antri lagi saat membeli tiket untuk menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Bahkan, dengan berlakunya sistem reservasi tiket online Ferizy, masyarakat bisa mengatur perjalanannya," tutur Menteri Erick. 


Ia mengungkapkan, proyek BHC memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi pariwisata lokal andalan di Lampung. Menurutnya, Pemerintah telah berkomitmen untuk menggelontorkan dana lebih dari Rp 500 miliar untuk pembangunan pariwisata Lampung, termasuk dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan dan air bersih. 


"Sebelum Covid-19, kontribusi terbesar pariwisata lokal mencapai 78 persen, sedangkan asing hanya 22 persen. Jadi, sudah seharusnya kita menggenjot investasi wisata lokal. BHC ini sudah tepat titiknya, diantara Sumatera dan Jawa. Saya berharap, kita dapat bersinergi bersama-sama dalam proyek ini, baik pemerintah pusat, daerah, dan BUMN," tuturnya. 


Ia menyebutkan, untuk pembangunan tahap awal ASDP bersama dengan Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN akan mendukung proyek BHC melalui pembangunan Mesjid Raya, Creative Hub dan UMKM Center, serta revitalisasi Taman Budaya Siger dengan nilai investasi awal sebesar Rp 45 miliar. Adapun proyek _theme park_ Krakatau Park ditargetkan dapat dibangun pertengahan tahun depan dan rampung di akhir tahun 2022.  


"Saya meyakini, kehadiran Mesjid Raya, Creative Hub, UMKM Center dan taman budaya ini nanti tidak hanya menjadi mercusuar peradaban, tetapi juga penggerak perekonomian masyarakat setempat. Dengan hadirnya BUMN di Lampung, kami harapkan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga baik," ujarnya. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan Jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. 


"Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan Bakauheni Harbour City ini. Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus," ujarnya. 


Proyek Game Changer ASDP seluas 214 Ha yang melibatkan kolaborasi bersama Pemprov Lampung, dan PT Hutama Karya ini tengah menyelesaikan beberapa milestone diantaranya Penetapan Status Kawasan sebagai Proyek Strategis Nasional, pembentukan perusahaan pengelola kawasan, finalisasi detail masterplan, serta perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan. 


Pada pengembangan tahap pertama kawasan yang berada di lahan ASDP telah direncanakan pembangunan Masjid Bakauheni yang dapat menampung lebih dari 2000 jamaah, pembangunan Creative Hub dan UMKM Center, dan Revitalisasi Taman Budaya Menara Siger senilai Rp 45 miliar. Adapun ground breaking tahap pertama ditargetkan pada minggu ketiga Oktober 2021. (Rls)

Rabu, 27 Januari 2021

Pemerintah Bakal Bangun Bakauheni Harbour City

Pemerintah Bakal Bangun Bakauheni Harbour City


LAMPUNG (RO) - PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap berkolaborasi dan mendukung megaproyek Bakauheni Harbour City yang ditargetkan menjadi destinasi pariwisata unggulan di Sumatera.


Mega proyek tersebut telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian PUPR. 


Dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa (26/1) malam, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, bahwa pihaknya bersama dengan seluruh _stakeholder_ terkait megaproyek Bakauheni Harbour City ingin menjadikan Bakauheni menjadi pilihan utama masyarakat Jakarta dan Sumatera untuk melakukan kunjungan wisata unggulan di Lampung. 


Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan bahwa saat ini ASDP bersama dengan Hutama Karya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta Pemprov Lampung, akan menyelesaikan visioning masterplan pengembangan kawasan pariwisata Bakauheni yang diharapkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di sektor pariwisata masa depan.  


"Masterplan ditargetkan selesai dalam waktu dekat, tentu keterlibatan seluruh pihak sangat penting dalam terwujudnya megaproyek ini dalam mengolah potensi Bakauheni yang sangat besar menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Sumatera," tuturnya. 


Ira mengungkapkan, Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus. Disini juga ada Menara Siger yang menjadi salah satu zona pariwisata utama di Lampung yang fokus pada budaya dan pendidikan. Adapun pengembangan di Menara Siger ini akan terintegrasi dengan masjid yang ditargetkan mulai dibangun tahun 2021.


"Dengan hadirnya Bakauheni Harbour City ini, kami targetkan kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bakauheni bukan hanya sebagai pelabuhan penyeberangan, tetapi juga menjadi lokasi wisata baru dan menjadi favorit wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman)," ujarnya. 


Dukungan Pemerintah terhadap megaproyek ini juga cukup besar diantaranya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) yang sangat berperan dalam infrastruktur jalan. Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dalam kunjungan kerjanya di Lampung pada (25/1) berkesempatan mengunjungi lahan Bakauheni Harbour City. Menteri Basuki mengatakan, Bakauheni memiliki potensi yang sangat bagus dalam pengembangan pariwisata ini. 


Kawasan pariwisata terpadu Bakauheni yang dibangun diatas lahan dengan luas total 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar dan berkelas dunia yang berada di Sumatera. Di kawasan ini akan dibangun Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, dan taman bermain. 


Pada tahap awal akan dimulai dengan pengembangan kompleks taman Budaya Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni berkapasitas 2.600 jemaah. Di lokasi ini akan dibangun masjid, museum kontemporer, restaurant, _sky bridge_, toko souvenir, dan fasilitas parkir yang besar. Para wisatawan yang datang ke Menara Siger dapat menikmati panorama alam yang sangat indah, karena sebagai ikon Lampung Selatan, menara ini berada di lokasi strategis yang dikelilingi laut dan perbukitan. 


Berdasarkan data statistik wisatawan nusantara, pada 2010-2019 pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lampung rata-rata mencapai 21,6 persen (wisnus) dan 21,5 persen (wisman) dengan proporsi wisnus sebesar 98 persen dari total seluruh wisatawan. Lampung sendiri menempati urutan ke 11 dengan tujuan wisnus 2,4 persen dari total perjalanan wisnus di Indonesia. Adapun asal wisatawan yang berkunjung ke Lampung, berasal dari Palembang 46 persen, Jabodetabek 24 persen dan dari Bandung 16 persen. Hal ini menjadi indikasi Lampung memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara. 


"Bahkan, jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata," tutur Ira lagi. 


Tidak hanya itu, kehadiran Terminal Eksekutif Anjungan Agung, Bakauheni yang dilengkapi kawasan komersial seperti mal dengan desain interior yang megah dan modern juga turut menjadi fasilitas pendukung yang menyajikan hiburan sekaligus edukasi, kemudahan jalur transportasi, dan akomodasi bagi keberadaan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City.